Usaha Toyota Tekan Dekabornisasi di Indonesia, Gelar TEY ke-14
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
TMMIN kembali serahkan Fortuner ke SMK di Indonesia untuk mendukung peningkatan pendidikan vokasi Tanah Air
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyerahkan 1 unit mobil Fortuner untuk mendukung kegiatan praktik siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Salatiga, Jawa Tengah. Ini merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responbility / CSR) di bidang pendidikan.
Donasi alat peraga pendidikan selaras dengan komitmen TMMIN untuk mengembangkan kapabiltas anak bangsa. Perusahaan berupaya mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia industri yang mensyaratkan lulusan siap kerja
“Kami meyakini bahwa pendidikan di bangku vokasi menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas anak bangsa. Semoga dengan donasi ini dapat menjadi kontribusi nyata pengembangan program pendidikan vokasi sekolah kejuruan di Indonesia,” ujar Bob Azam Wakil Presiden Direktur PT TMMIN.
TMMIN pun program Implementasi Budaya Industri di SMK binaan. Program ini menanamkan nilai-nilai budaya industri sejak dini, meliputi disiplin, efisiensi dan standar kerja, agar para siswa memiliki daya saing tinggi.
Berkat ini maka para siswa akan mempunyai keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja, sehingga lebih siap menghadapi proses seleksi dan tantangan industri yang kompetitif.
Selama ini TMMIN memang terus mendukung revitalisasi serta peningkatan pendidikan vokasi di industri dalam negeri. Sebelumnya, TMMIN juga memberikan donasi kepada 28 SMK binaan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain donasi alat peraga pendidikan berupa kendaraan, TMMIN juga memberikan pelatihan bersertifikasi yang terdiri dari 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin), Safety, Toyota Job Instruction, Toyota Production System hingga Kaizen/improvement bagi para pengajar.
“Link & match antara dunia pendidikan dan industri menjadi prasyarat lahirnya SDM unggul. Sekolah harus bisa menciptakan lulusan dengan kompetensi mumpuni sehingga dapat memberikan andil bagi kebutuhan industri,” tegas Bob Azam kemudian.
Keterlibatan industri dalam program pembinaan SMK binaan dipercaya dapat meningkatkan kemampuan kerja lulusan. Hal ini karena kurikulum yang disiapkan mencerminkan kebutuhan industri.
Sehingga perusahaan tidak perlu melakukan pelatihan secara panjang untuk membentuk SDM yang sesuai kebutuhan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
04 Agustus 2026, 20:00 WIB
04 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
10 Agustus 2026, 16:22 WIB
Kolaborasi Motul dan Von Dutch diramaikan komunitas sepeda motor bergaya otentik dan klasik yang berkelas
10 Agustus 2026, 12:01 WIB
UD Trucks kembali menggelar ajang kompetensi para pengemudi truck berskala nasional EMC 2026 beberapa waktu lalu
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Meskipun penjualannya sudah terbilang baik, Gaikindo menilai insentif mobil hybrid masih tetap diperlukan
10 Agustus 2026, 08:31 WIB
DFSK E5 Plus Punya Tawaran Fitur dan Teknologi Yang Lengkap dan Siap Tantang SUV PHEV Sekelasnya di Tanah Air
10 Agustus 2026, 06:37 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas dari kepolisian yang dapat dimanfaatkan masyarakat hari ini
10 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa memecah kebuntuan khususnya di jam-jam sibuk Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta bisa menjadi solusi
09 Agustus 2026, 20:36 WIB
Berlangsung sengit dan banyak pembalap gagal menaklukkan Sirkuit Silverstone, ini jalannya MotoGP Inggris 2026
09 Agustus 2026, 19:15 WIB
Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian mengunjungi booth Jetour di GIIAS 2026 untuk melihat berbagai inovasi