Total Transaksi IMX 2026 Naik, Tembus Rp 21 Miliar
02 November 2026, 20:23 WIB
Toyota Camry berhenti produksi di Jepang, penjualan rendah dan pabrikan ingin fokus pada SUV dan crossover
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Toyota Camry berhenti produksi di Jepang karena beberapa alasan. Setelah 43 tahun mengaspal, Toyota Motor akan fokus memasarkan model ini di negara lain yang masih menunjukkan animo terhadap Camry.
Pihak pabrikan juga sebelumnya telah menginformasikan hal tersebut pada diler-diler di Jepang bahwa Camry tidak diproduksi lagi untuk konsumen Jepang pada akhir tahun, namun masih karena tetap diekspor.
Pembaruan new Camry yang berada tengah dalam tahap pengembangan, akan tetap dijual ke pasar global nantinya dengan total hingga 100 negara. Hanya saja belum diketahui rinci negara mana saja yang tetap akan mendapat jatah sedan ini.
Bisa dipastikan model ini akan tetap dijual di Amerika Serikat. Camry menempati posisi mobil paling banyak terjual di negeri Paman Sam selama 15 tahun berturut-turut sejak 2001.
Konsumen AS saat ini memang tengah menunjukkan ketertarikan pada SUV dan crossover. Namun Camry dan kompetitornya Honda Accord diprediksi akan tetap mencatatkan penjualan baik.
Selain AS, konsumen China juga bisa tenang karena Camry dianggap sebagai salah satu kendaraan penting di negara tersebut. Secara keseluruhan Camry memiliki prospek baik di Asia Tenggara, dengan penjualan hingga 600.000 sepanjang 2022 secara global.
Sepanjang 2022, dilaporkan hanya ada sekitar 6.000 Camry yang terjual di Jepang. Hal ini juga dipengaruhi oleh krisis cip semikonduktor, yang berdampak pada hampir semua produsen otomotif di dunia.
Sejak debutnya di Jepang pada 1980, Toyota telah menjual sekitar 1.3 juta Camry. Secara domestik keuntungan retailnya bernilai US$26.400 sampai US$35.450.
Model ini dijual di lebih dari 100 negara. Toyota memberikan desain baru pada mobil ini dan merilis generasi kesepuluhnya pada 2017.
Camry paling populer di AS dengan total penjualan hingga 13 juta. Alasan mengapa sedan ini jadi favorit yakni keandalannya, mudah dioperasikan dan kabin yang nyaman.
Meski begitu pada 2017 RAV4 sempat merebut gelar Camry sebagai kendaraan terlaris Toyota. Tahun tersebut memang waktu di mana SUV (sport utility vehicle) mulai digemari konsumen.
Di Indonesia sedan ini masih dijual dalam varian mesin bensin maupun hybrid. Banderolnya mulai dari Rp741 jutaan dan berbeda tergantung tipenya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 November 2026, 20:23 WIB
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
Terkini
03 November 2026, 11:00 WIB
Respons konsumen masih tunjukkan tren positif, AISI bidik penjualan motor baru 6,5 juta unit di akhir 2026
03 November 2026, 09:00 WIB
Bapenda DKI Jakarta menggelar pemutihan pajak kendaraan bermotor sejak Senin (02/11) guna meringankan warga
03 November 2026, 07:00 WIB
MG Motor Indonesia menyatakan penjualan SUV 5-seater ZS Hybrid+ masih sesuai dengan perkiraan di peluncuran
02 November 2026, 21:03 WIB
Chery Group terus mengembangkan pasar robot humanoid dan sejenisnya untuk pasar luar Tiongkok yakni AiMOGA
02 November 2026, 20:23 WIB
IMX 2026 baru selesai di gelar beberapa waktu lalu, pameran otomotif ini diramaikan dengan berbagai kegiatan
02 November 2026, 15:54 WIB
Adopsi motor listrik di Indonesia masih belum semasif mobil listrik, AISI ungkap persentasenya masih kecil
02 November 2026, 11:00 WIB
Marc Marquez saat ini tengah memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 usai memenangkan seri Malaysia di Sepang
02 November 2026, 09:00 WIB
Merek mobil Cina mulai menjamur dan mencatatkan penjualan positif di berbagai wilayah, terkininya di eropa