BYD Atto 2 Sudah Masuk di Indonesia, Segera Dipasarkan
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Toyota bZ3X merupakan hasil kolaborasi dengan pemerintah China, menjadikannya EV dengan harga kompetitif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Toyota bZ3X belum lama ini diluncurkan di China sebagai hasil kolaborasi bersama merek nasional Tiongkok yakni GAC, menambah opsi EV (Electric Vehicle) seri bZ atau Beyond Zero.
Konsep diusung berbeda dari bZ4X, sekilas posturnya mirip mobil listrik GAC Aion V yang sudah dipasarkan di Indonesia. Dimensinya 4.600 mm x 1.875 mm x 1.645 mm.
Menariknya, mobil listrik satu ini jadi buruan di sana karena ditawarkan dengan harga kompetitif. Tipe terendahnya dijual 109.800 yuan atau sekitar Rp 236 jutaan, sementara varian teratas 159.800 yuan (Rp 359,4 jutaan).
Harga kompetitif bisa terwujud berkat tingginya penggunaan komponen lokal bZ3X. Sebagai perbandingan, Toyota bZ4X dilego Rp 1,19 miliar on the road Jakarta dan masih diimpor CBU (Completely Built Up).
Mengingat bZ3X merupakan hasil kolaborasi bersama pemerintah China, belum diketahui jika model ini bakal dijual di negara lain.
Menanggapi kehadiran bZ3X di negeri tirai bambu, pihak Toyota mengungkapkan yang bisa dipertimbangkan adalah peluang kerja sama dengan pihak lain di dalam negeri agar menghasilkan produk sesuai kebutuhan konsumen.
“Kita kan ada kolaborasi Toyota dan Daihatsu. Di India ada Toyota dan Suzuki, di China BYD dengan GAC,” kata Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) di Jakarta, Selasa (18/03).
Dia menegaskan Toyota tidak menutup kemungkinan ada potensi kolaborasi antara merek berlambang T itu dengan pemerintah maupun BUMN (Badan Usaha Milik Negara).
“Nanti kita coba petakan bersama. Intinya apa yang bisa kita perbuat, kita perbuat. Tetapi jangan lupa tidak hanya kerja sama untuk dalam negeri, tetapi juga global,” kata dia.
Guna memenuhi kebutuhan konsumen, Toyota akan memanfaatkan segala kesempatan, baik itu regional maupun global bersama pihak-pihak dari luar.
Bicara peluang bZ3X dijual di Indonesia, ia menegaskan produk tersebut menggunakan supply chain di China. Sehingga baiknya tidak diimpor utuh 100 persen.
“Kita harus pikirkan itu, juga pelajari konsumen kita. belum tentu apa yang terjadi di China sukses di sini,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Pasar mobil listrik kembali kedatangan produk baru, kali ini new Danza D9 dan Z9 GT diluncurkan di Tanah Air