Bocoran Harga Leapmotor B10, Siap Meluncur di GIIAS 2026
18 Juni 2026, 17:29 WIB
Toyota bZ3X merupakan hasil kolaborasi dengan pemerintah China, menjadikannya EV dengan harga kompetitif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Toyota bZ3X belum lama ini diluncurkan di China sebagai hasil kolaborasi bersama merek nasional Tiongkok yakni GAC, menambah opsi EV (Electric Vehicle) seri bZ atau Beyond Zero.
Konsep diusung berbeda dari bZ4X, sekilas posturnya mirip mobil listrik GAC Aion V yang sudah dipasarkan di Indonesia. Dimensinya 4.600 mm x 1.875 mm x 1.645 mm.
Menariknya, mobil listrik satu ini jadi buruan di sana karena ditawarkan dengan harga kompetitif. Tipe terendahnya dijual 109.800 yuan atau sekitar Rp 236 jutaan, sementara varian teratas 159.800 yuan (Rp 359,4 jutaan).
Harga kompetitif bisa terwujud berkat tingginya penggunaan komponen lokal bZ3X. Sebagai perbandingan, Toyota bZ4X dilego Rp 1,19 miliar on the road Jakarta dan masih diimpor CBU (Completely Built Up).
Mengingat bZ3X merupakan hasil kolaborasi bersama pemerintah China, belum diketahui jika model ini bakal dijual di negara lain.
Menanggapi kehadiran bZ3X di negeri tirai bambu, pihak Toyota mengungkapkan yang bisa dipertimbangkan adalah peluang kerja sama dengan pihak lain di dalam negeri agar menghasilkan produk sesuai kebutuhan konsumen.
“Kita kan ada kolaborasi Toyota dan Daihatsu. Di India ada Toyota dan Suzuki, di China BYD dengan GAC,” kata Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) di Jakarta, Selasa (18/03).
Dia menegaskan Toyota tidak menutup kemungkinan ada potensi kolaborasi antara merek berlambang T itu dengan pemerintah maupun BUMN (Badan Usaha Milik Negara).
“Nanti kita coba petakan bersama. Intinya apa yang bisa kita perbuat, kita perbuat. Tetapi jangan lupa tidak hanya kerja sama untuk dalam negeri, tetapi juga global,” kata dia.
Guna memenuhi kebutuhan konsumen, Toyota akan memanfaatkan segala kesempatan, baik itu regional maupun global bersama pihak-pihak dari luar.
Bicara peluang bZ3X dijual di Indonesia, ia menegaskan produk tersebut menggunakan supply chain di China. Sehingga baiknya tidak diimpor utuh 100 persen.
“Kita harus pikirkan itu, juga pelajari konsumen kita. belum tentu apa yang terjadi di China sukses di sini,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
18 Juni 2026, 17:29 WIB
18 Juni 2026, 09:00 WIB
17 Juni 2026, 07:00 WIB
16 Juni 2026, 08:02 WIB
12 Juni 2026, 15:00 WIB
Terkini
18 Juni 2026, 17:29 WIB
Harga Leapmotor B10 tampaknya tidak akan jauh berbeda dari kompetitor seperti Geely EX5, simak kisarannya
18 Juni 2026, 11:00 WIB
Ducati Corse mendelegasikan Marc Marquez untuk menjalankan pengujian di Sirkuit Brno sebelum seri Ceko
18 Juni 2026, 09:00 WIB
Geely EX2 hadir menawarkan fitur yang komplit sebagai mobil listrik kompak, sehingga relevan bagi aktivitas
18 Juni 2026, 07:00 WIB
Implementasi Biodiesel B50 dinilai bisa menghemat devisa negara sampai Rp 157 triliun sepanjang tahun ini
18 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersedia di lima tempat berbeda sekitar Ibukota, simak informasi lengkapnya di sini
18 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta tetap menjadi andalan dalam memecah kebuntuan lalu lintas terutama di jam sibuk
18 Juni 2026, 06:00 WIB
Buat Anda yang ingin mendatangi SIM keliling Bandung hari ini, wajib memperhatikan jadwal maupun lokasinya
17 Juni 2026, 18:37 WIB
Pada Juni 2026 beberapa pabrikan melakukan penyesuaian harga motor matic murah, seperti dialami oleh Yamaha