Ambisi Bos Chery Saingi Toyota dan Tesla Demi Kuasai Pasar Global
30 April 2026, 15:00 WIB
Tesla siapkan fitur self driving versi terbaru tahun ini, harga Rp200 jutaan setara satu unit Suzuki Ertiga
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Tesla siapkan fitur self driving penuh atau full FSD tahun ini, setelah rencananya terus mundur beberapa tahun belakangan karena sejumlah faktor.
Keputusan ini mungkin dilakukan untuk menghasilkan lebih banyak profit, sehingga dapat mengimbangi kerugian yang terjadi belakangan akibat pemotongan harga sejumlah model Tesla.
Hal ini sebelumnya telah disampaikan oleh Elon Musk, CEO Tesla. Teknologi tersebut berupa software yang akan dinamakan FSD (Full Self Driving).
“Saya ragu mengatakan ini tapi sepertinya akan kita lakukan tahun ini,” ucap Elon dalam sebuah konferensi daring, dikutip Reuters pada Kamis (20/04).
Elon juga menyampaikan bahwa FSD disematkan dengan mempertimbangkan tren dan kebutuhan saat ini. Hanya saja fitur tersebut telah menarik perhatian pihak berwajib dan pembuat kebijakan, menyusul banyaknya kecelakaan yang disebabkan oleh teknologi baru itu.
Menanggapi hal tersebut Tesla mengatakan FSD tetap membutuhkan pengawasan dari pengemudi untuk berfungsi.
Nantinya software tambahan ini akan dijual opsional seharga US$15.000 atau setara Rp220 jutaan dalam kurs rupiah.
Satu fitur tersebut di Tanah Air bisa mendapatkan satu LMPV (Low Multi Purpose Vehicle) Suzuki Anyar trim paling bawah yakni Ertiga GA opsi transmisi manual.
Berdasarkan informasi di situs resmi, dikutip Kamis (20/04) all new Ertiga GA MT dibanderol Rp228.2 juta. Sedangkan trim di atasnya yakni GL MT Rp251.6 juta dan di atasnya ada GL AT seharga Rp262.6 juta.
Tesla bukan jadi satu-satunya yang pernah terlibat kecelakaan akibat fitur self driving, tapi bisa dibilang jadi salah satu yang terbanyak.
Seperti yang pertama kali terjadi pada 24 November 2022, di mana seorang pengemudi Tesla mengaku tengah menggunakan fitur FSD sebelum kemudian mobilnya mengaktifkan ‘left signal’ dan mengaktifkan rem secara otomatis.
Lalu unitnya bergerak ke jalur kiri dan mulai menurunkan lajunya secara perlahan hingga berhenti, mengakibatkan tabrakan beruntun yang fatal.
Data dari NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration) menunjukkan bahwa teknologi tersebut sebelumnya terlibat dalam 273 kecelakaan yang terjadi sepanjang Juli 2021 hingga Juni 2022.
Tesla juga bertanggung jawab atas hampir 70 persen dari 329 kecelakaan yang terjadi saat fitur otonom tersebut tengah diaktifkan. Secara keseluruhan, kecelakaan tersebut menewaskan sebanyak 19 orang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 April 2026, 15:00 WIB
06 April 2026, 18:00 WIB
22 Februari 2026, 07:00 WIB
01 Februari 2026, 09:00 WIB
08 Januari 2026, 18:00 WIB
Terkini
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan
30 September 2026, 07:00 WIB
IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik
30 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta diputuskan masih lanjut sampai akhir tahun, setelah sempat ditinjau beberapa pihak
30 September 2026, 06:00 WIB
Di akhir bulan September, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk melayani masyarakat di Kota Kembang
30 September 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, simak tempat dan jam operasionalnya