BYD Berhasil Mendorong Penjualan Mobil Listrik Nasional
14 Februari 2026, 10:30 WIB
Target penjualan mobil direvisi bila peningkatan penjualan terus terjadi pada bulan-bulan berikutnya
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Penyelenggaraan GIIAS 2022 pada Agustus diyakini dapat mempercepat pemulihan industri otomotif Tanah Air setelah terpukul oleh pandemi Covid-19. Keyakinan ini muncul karena penjualan kendaraan Januari-April 2022 telah membaik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kebijakan pemerintah dalam memberikan pelonggaran untuk kegiatan aktivitas masyarakat, telah memicu pergerakan ekonomi dan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB). Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 diprediksi dapat mencapai 5.17 persen.
Tentunya faktor-faktor tersebut diharapkan bisa memberi dampak positif terhadap perekonomian dan permintaan terhadap kendaraan khususnya mobil meningkat. Oleh karenanya, pameran otomotif seperti GIIAS bisa menjadi salah satu pendorong.
“Catatan pencapaian industri otomotif Indonesia yang membaik harus terus didorong, salah satu upaya kami adalah lewat penyelenggaraan GIIAS. Pameran ini akan menjadi momen positif sehingga harus dimanfaatkan secara optimal,” ungkap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo.
Hal senada juga disampaikan oleh Rizwan Alamsjah, Ketua III sekaligus Ketua Penyelenggara pameran Gaikindo. Ia mengungkapkan bahwa telah terjadi peningkatan penjualan kendaraan dan diperkirakan masih terus terus tumbuh.
Tercatat penjualan mobil di Indonesia pada Januari-April telah mencapai 320 ribu unit. Jumlah ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu hanya 257 ribu unit.
Peningkatan terjadi karena adanya program PPnBM DTP 100 persen dari pemerintah untuk beberapa jenis kendaraan. Langkah tersebut pun berhasil membuat menarik masyarakat untuk melakukan pembelian mobil.
Sayangnya program terhenti pada akhir Maret 2022. Akibatnya, masyarakat pun lebih memilih untuk menunda melakukan pembelian dan menyebabkan penjualan di April mengalami sedikit koreksi.
“Akhir April naik 30 persen dibanding periode yang sama di 2021. Memang terjadi sedikit penurunan pada April karena banyaknya jumlah hari libur tetapi penurunannya tidak signifikan,” terangnya.
Ia pun optimis bahwa target penjualan mobil sebanyak 900 ribu unit bisa tercapai hingga akhir tahun. Bahkan bukan tidak mungkin jumlah itu direvisi menjadi lebih tinggi dibanding sebelumnya.
“Target tahun ini adalah 900.000 unit namun ada kemungkinan direvisi menjadi lebih dari jumlah tersebut,” pungkas Rizwan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Februari 2026, 10:30 WIB
12 Februari 2026, 12:00 WIB
11 Februari 2026, 19:00 WIB
10 Februari 2026, 18:00 WIB
10 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan