Dengar Keluhan, Chery Siap Evaluasi Sistem Ketersediaan Suku Cadang
27 November 2025, 21:00 WIB
Suzuki menegaskan bahwa suku cadang mobil lawas akan tetap diproduksi meskipun sudah tidak lagi dipasarkan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Suzuki Indonesia memberikan ketenangan kepada konsumen karena suku cadang mobil lawas buatannya masih tetap diproduksi. Pasalnya PT Suzuki Indomobil Sales ternyata masih memproduksi sparepart untuk kendaraan tua seperti Suzuki Carry ST100 1988.
Selama ini, selalu ada kekhawatiran bahwa kendaraan tua akan sulit mendapatkan sparepart berkualitas. Pasalnya, setelah sebuah kendaraan dihentikan produksinya maka pabrikan hanya memiliki kewajiban untuk menyediakan sparepart selama 10 tahun ke depan.
Kondisi tersebut tentu akan sangat merugikan karena dengan ketiadaan sparepart akan membuat perawatan kendaraan menjadi semakin sulit. Akibatnya, konsumen akan mengalami kerugian karena terpaksa membeli sparepart imitasi.
Namun PT SIS rupanya berpandangan lain. Pasalnya mereka masih terus menyediakan sparepart meski kendaraan tersebut sudah tidak diproduksi lebih dari 20 tahun.
“Berdasarkan aturan dari Pemerintah, maka kami memiliki kewajiban untuk menyediakan sparepart selama 10 tahun dari kendaraan berhenti diproduksi. Tapi kenyataannya kami bahkan tetap memproduksi oil filter dari Suzuki Carry ST100 1988 karena permintaannya masih ada. Kami tetap jual karena harus meningkatkan pendapatan,” ungkap Dessy Karmilasari, Domestic Spareparts Sales Section Head PT SIS.
Setelah di 2020 PT SIS mengalami pukulan akibat covid-19, kini kinerja bengkel dan servis mulai kembali bangkit. Seiring dengan menurunnya angka penderita covid-19, aktivitas masyarakat kembali normal meskipun tetap dibatasi dengan protokol kesehatan.
“Banyak kendaraan yang lama tidak terpakai sehingga harus melalui screening service terlebih dahulu sebelum digunakan kembali. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi masalah ketika digunakan,” ungkap Hariadi, Service Asst. to Dept. Head PT SIS.
Tak tanggung-tanggung, sedikitnya ada 770.985 mobil yang melakukan pemeriksaan di total 234 bengkel resmi Suzuki. Dari jumlah tersebut, 60 persen diantaranya masuk ke kategori sedang. Sementara untuk kategori ringan sebanyak 39 persen dan sisanya masuk ke katogori berat.
Besarnya permintaan perawatan ini diharapkan bisa terus meningkat ke depannya. Terlebih pada 2022 diharapkan mobilitas masyarakat sudah semakin normal sehingga perfoma perawatan kendaraan juga akan semakin baik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 November 2025, 21:00 WIB
18 September 2025, 11:00 WIB
26 Agustus 2025, 18:00 WIB
31 Mei 2025, 08:50 WIB
20 Mei 2025, 11:00 WIB
Terkini
28 November 2025, 14:00 WIB
Ganjil genap Puncak masih menjadi andalan pihak kepolisian dalam menangani kepadatan yang terjadi di kawasan wisata
28 November 2025, 13:00 WIB
Mobil listrk Hyundai Ioniq 5 dikenakan potongan harga Rp 200 jutaan selama GJAW 2025, berlaku di pameran
28 November 2025, 12:00 WIB
BYD Atto 1 berpeluang jadi mobil listrik pertama yang diproduksi di pabrik di kawasan Subang, Jawa Barat
28 November 2025, 11:00 WIB
Daihatsu berharap Penjualan mobil baru bisa membaik pada sisa tahun ini dan pada 2026 terus melonjak
28 November 2025, 10:00 WIB
Sejak dibuka pada Jumat (21/11), pengunjung yang datang ke GJAW 2025 sepertinya jauh dari harapan banyak pihak
28 November 2025, 09:00 WIB
Tenaga penjual kesulitan meraup SPK selama perhelatan GJAW 2025, meskipun banyak penawaran diberikan
28 November 2025, 08:00 WIB
Chery jadikan pengembangan teknologi untuk merebut pasar di Tanah Air sehingga harga bisa jadi lebih terjangkau
28 November 2025, 07:00 WIB
Malaysia berhasil merebut posisi pasar mobil terbesar di Asia Tenggara pada Oktober 2025, unggul dibanding Indonesia