Suzuki Dukung Perkembangan Elektrifikasi di Indonesia Timur
30 Oktober 2026, 09:00 WIB
Suzuki Ignis disuntik mati demi memperkuat segmen elektrifikasi yang sekarang gencar didorong perusahaan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Suzuki Ignis disuntik mati setelah diluncurkan pertama kali pada April 2017. Hal ini terlihat dari dihapusnya model tersebut dari situs resmi Suzuki Indonesia.
Keputusan tersebut tentu diambil dengan beragam alasan dan pertimbangan. Salah satunya adalah strategi perusahaan yang harus menyesuaikan kondisi di dalam negeri.
“Iya, Suzuki Ignis sudah dihentikan penjualannya dari pasar Indonesia. Hal ini sesuai dengan rencana korporasi kami yang secara bertahap akan lebih fokus ke produk elektrifikasi seperti XL7 Hybrid dan Ertiga Hybrid,” ungkap 4W Marketing Director PT SIS, Harold Donnel kepada KatadataOTO siang hari tadi.
Ia pun menambahkan bahwa keputusan untuk menghentikan penjualan mobil tersebut bisa menguntungkan Indonesia. Pasalnya mereka bakal mengutamakan produk dalam negeri sebagai tulang punggung perjualan.
“Kami juga memperkuat keberadaan model-model buatan dalam negeri,” tambahnya kemudian.
Meski demikian dirinya menolak menjawab apakah model lain yang dibuat di India dan dijual di Indonesia seperti Grand Vitara serta S-Presso bakal mengalami kejadian serupa.
Perlu diketahui bahwa Suzuki Ignis pertama kali meluncur pada April 2017 dan mendapat respon positif dari masyarakat. Kemudian pabrikan asal Jepang tersebut melakukan penyegaran di awal 2020 namun kondisinya cukup menantang mengingat adanya pandemi Covid-19.
Suzuki menghadirkan Ignis dengan beragam keunggulan menarik khususnya buat generasi muda. Mulai dari dimensinya yang mungil hingga fitur-fitur kekininan telah dipasang guna memberi pengalaman berbeda.
Adapun fitur yang disematkan dalam kendaraan meliputi push start/stop button, keyless entry, tilt steering, steering wheel with switch audio control and bluetooth phone connection, Digital AC Auto Climate with heater, roof rail, LED Projector Headlamp, DRL (Day Running Light), Touchscreen Headunit, Parking Sensor hingga Ground Clearance 180 mm.
Mobil ini menggunakan mesin K12M berkapasitas 1.197 cc dan mampu menghasilkan tenaga sebesar 81 hp serta torsi 113 Nm. Jantung pacu tersebut sudah terbukti mampu menjawab kebutuhan berkendara di berbagai kota besar di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Oktober 2026, 09:00 WIB
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
Terkini
07 November 2026, 07:00 WIB
Honda CBR1000RR-R Fireblade 2027 disebut mendapat sentuhan ubahan 75 Persen Komponen dari pendahulunya dan tawarkan Tipe HRC Works
07 November 2026, 06:40 WIB
Jorge Martin berambisi untuk merusak kesempatan emas Marquez meraih gelar juara dunia di MotoGP Qatar 2026
06 November 2026, 18:04 WIB
Berkat podiumnya di Sepang, Malaysia, Veda Ega optimistis bisa kembali menyumbangkan hasil positif di Qatar
06 November 2026, 15:00 WIB
Variasi model kian bertambah dan harga kompetitif, tren penjualan mobil hybrid masih akan meningkat di 2026
06 November 2026, 13:00 WIB
Lima model mobil listrik Wuling diklaim berhasil memenuhi regulasi TKDN 60 persen yang berlaku tahun depan
06 November 2026, 11:00 WIB
Kehadiran Jaecoo J7 SHS SIVP tampak semakin dekat, tawarkan kemudahan mencari parkir di area kantor dan mal
06 November 2026, 09:00 WIB
Jaecoo Indonesia telah melakukan investigasi pada J5 EV yang mengalami patah as di Jakarta Pusat, Rabu (04/11)
06 November 2026, 07:00 WIB
Hyundai Neira diklaim menjadi salah satu mobil listrik yang dikembangkan khusus pasar dan konsumen Indonesia