ASEAN NCAP Buka Peluang Uji Tabrak di Indonesia
15 September 2025, 07:00 WIB
Skandal uji tabrak Daihatsu meluas dan kini menimpa Gran Max sehingga izinnya dicabut karena tak sesuai aturan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Skandal uji tabrak Daihatsu rupanya belum berakhir. Bahkan investigasi Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang menemukan masih ada model yang bermasalah termasuk Gran Max.
Oleh karena itu mereka pun melakukan uji tabrak pada Daihatsu Gran Max untuk melihat performa fitur-fitur keselamatan. Hasil pengujian rupanya tidak sebaik harapan.
Masalah tersebut pun dinilai serius sehingga Vehicle Type Approval (sejenis Uji Tipe Kendaraan) dicabut untuk tiga model sekaligus. Produk itu adalah Daihatsu Gran Max, Toyota Town Ace dan Mazda Bongo.
Perusahaan pun telah menerima perintah melakukan reformasi terhadap struktur perusahaan guna menghindari pelanggaran serupa.
“Daihatsu sadar betapa gawatnya situasi ini karena telah mengkhianati kepercayaan seluruh pemangku kepentingan termasuk pelanggan. Sekali lagi kami menyampaikan permintaan maaf tulus atas ketidaknyamanan besar yang ditimbulkan,” tulis Daihatsu dalam keterangan resmi (16/02).
Perusahaan pun akan melakukan peninjauan kembali seluruh prosedur sertifikasi dan menggelar perubahan besar. Semua dilaksanakan dengan dukungan dari Toyota Motor Corporation sekali induk perusahaan.
Daihatsu juga akan menyusun langkah untuk mencegah terulangnya situasi serupa. Mereka siap melapor pada pemerintah tiap satu dan tiga bulanan mengenai penerapannya.
“Adanya tambahan penyimpangan prosedur yang ditemukan, kami telah melakukan verifikasi teknis serta memastikan bahwa kinerja keselamatan maupun lingkungan memenuhi standar hukum. Daihatsu juga mengambil tindakan diperlukan seperti melakukan pengujian dengan otoritas sertifikasi,” tegas Daihatsu.
Sebelumnya diberitakan bahwa skandal uji tabrak Daihatsu melibatkan puluhan ribu unit kendaraan karena manipulasi sudah dilakukan sejak 30 tahun lalu. Potensi kerugiannya pun mencapai 100 miliar yen atau setara Rp10.9 triliun.
Meski merupakan skandal besar tetapi situasi tersebut tidak berdampak pada model-model di Indonesia. Astra Daihatsu Motor selaku APM menegaskan bahwa seluruh produk yang mereka jual di dalam negeri sudah sesuai ketentuan pemerintah.
“Kami sudah memastikan pada principal bahwa semua kendaraan Daihatsu yang diproduksi, didistribusi dan dipasarkan di Indonesia tidak memiliki masalah kualitas maupun keselamatan,” tegas Sri Agung Handayani, Corporate Planning and Communication Director PT ADM.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 September 2025, 07:00 WIB
12 September 2025, 15:00 WIB
30 April 2025, 18:00 WIB
23 Desember 2024, 07:00 WIB
14 Februari 2024, 16:04 WIB
Terkini
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Penjualan mobil di Indonesia mengalami pemulihan di periode Juli 2026, tercatat 77.412 unit secara retail
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Sejauh ini, kebakaran EV yang terjadi di Indonesia bukan disebabkan oleh baterai dan masih dapat dipadamkan
12 Agustus 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 i-DM resmi diluncurkan dalam ajang GIIAS 2026, SUV satu ini dipasarkan dengan banderol Rp 699 juta
12 Agustus 2026, 06:16 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta yang dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi A dan C
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dihadirkan untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang