Kemacetan di Puncak Bogor Turun Berkat Larangan Angkot Beroperasi
04 April 2025, 16:00 WIB
Kemacetan di Puncak Bogor menurun setelah adanya larangan angkot untuk beroperasi selama arus balik Lebaran
Skandal pemalsuan data emisi Hino menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan sepanjang 2022
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Skandal pemalsuan data emisi Hino di Jepang menjadi salah satu yang paling banyak mendapat perhatian sepanjang 2022. Pasalnya mereka sudah melakukannya sejak 2003 sehingga melibatkan banyak model.
Hino Motors awalnya hanya mengakui telah melakukan pemalsuan data emisi sejak 2016. Bahkan dalam laporan awal disampaikan mereka hanya memalsukan data emisi empat mesin dan 117.000 kendaraan
Namun setelah penyelidikan lebih lanjut, ternyata pemalsuan sudah berlangsung sekitar 20 tahun dan dilakukan secara sistematis. Laporan pun direvisi hingga melibatkan 26 mesin serta sekitar 567.000 kendaraan.
Pemalsuan dilakukan karena tim yang mengembangkan mesin tidak berhasil memenuhi target. Merasa tertekan atas kegagalan tersebut mereka pun memutuskan untuk melakukan kecurangan.
Hal ini disampaikan oleh Satoshi Ogiso, Presiden Hino pada Agustus 2022. Perusahaan tersebut sebenarnya sudah mengakui perbuatannya sejak Maret 2022.
Setelah pengakuan tersebut sejumlah investigasi dilakukan dan ditemukan banyak penyebab kecurangan terjadi. Salah satunya adalah budaya kerja kurang baik sehingga menyebabkan kurangnya keterlibatan serta solidaritas karyawan.
Para ahli yang melakukan investigasi mengatakan bahwa para pimpinan perusahaan tidak terlibat dengan pekerja di garis depan. Mereka lebih mengutamakan target sehingga mengorbankan prosedur operasi.
Pemalsuan data emisi dianggap telah mencoreng nama Toyota. Pasalnya Hino memang merupakan salah satu anak perusahaan mereka yang fokus di segmen kendaraan niaga di berbagai negara termasuk Indonesia.
Bahkan dikabarkan Akio Toyoda, Presiden Toyota telah mengirimkan pesan kepada Ogiso bahwa tindakan pemalsuan telah menghianati kepercayaan. Bahkan Toyota mengeluarkan Hino dari Commercial Japan Partnership Technologies (CJPT), sebuah kemitraan pengembangan teknologi kendaraan komersial.
"Partisipasi Hino akan menyebabkan ketidaknyamanan bagi pemangku kepentingan dan kami memutuskan bahwa pantas mengeluarkan mereka dari CJPT," kata Akio Toyoda
Meski skandal pemalsuan data emisi bersifat global Hino Motors Sales Indonesia memastikan bahwa produk di Tanah Air tidak mengalami hal serupa. Menurut Santiko Wardoyo, COO-Director HMSI seluruh unitnya sudah lolos dari Kementerian Perhubungan Darat serta memiliki Surat Uji Tipe.
Selain itu unit yang dijual di Indonesia ketika kasus mencuat baru memasuki gas buang Euro 4. Hal ini diklaim berbeda dengan mesin di Jepang karena standar emisinya lebih ketat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
Terkini
04 April 2025, 16:00 WIB
Kemacetan di Puncak Bogor menurun setelah adanya larangan angkot untuk beroperasi selama arus balik Lebaran
04 April 2025, 14:00 WIB
Jasa Marga mencatat bahwa sudah ada 455.994 balik ke Jabotabek sehingga rekayasa lalu lintas sudah harus disiapkan
04 April 2025, 12:00 WIB
Penting bagi pemudik pengguna mobil listrik untuk selalu melakukan pengecekan ke bengkel sebelum perjalanan
04 April 2025, 10:00 WIB
Kakorlantas Polri memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 bakal dimulai pada Sabtu (05/04) sampai Senin
04 April 2025, 08:00 WIB
Kondisinya semakin membaik, Jorge Martin bersiap kembali berlaga membela Aprilia di MotoGP Qatar 2025
04 April 2025, 06:00 WIB
Versi terbaru dari Hyundai Ioniq 6 resmi dirilis di negara asalnya, varian N Line hadir menambah pilihan
03 April 2025, 19:00 WIB
Pertamina memberikan diskon Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex selama masa arus balik Lebaran 2025
03 April 2025, 17:34 WIB
Astra Daihatsu Motor membantah kabar yang menyebut merek dan logo mereka bakal beralih menggunakan Toyota