PLN Ungkap Jumlah Pemakaian SPKLU Saat Libur Lebaran 2026 Naik
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
Skandal pemalsuan data emisi Hino menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan sepanjang 2022
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Skandal pemalsuan data emisi Hino di Jepang menjadi salah satu yang paling banyak mendapat perhatian sepanjang 2022. Pasalnya mereka sudah melakukannya sejak 2003 sehingga melibatkan banyak model.
Hino Motors awalnya hanya mengakui telah melakukan pemalsuan data emisi sejak 2016. Bahkan dalam laporan awal disampaikan mereka hanya memalsukan data emisi empat mesin dan 117.000 kendaraan
Namun setelah penyelidikan lebih lanjut, ternyata pemalsuan sudah berlangsung sekitar 20 tahun dan dilakukan secara sistematis. Laporan pun direvisi hingga melibatkan 26 mesin serta sekitar 567.000 kendaraan.
Pemalsuan dilakukan karena tim yang mengembangkan mesin tidak berhasil memenuhi target. Merasa tertekan atas kegagalan tersebut mereka pun memutuskan untuk melakukan kecurangan.
Hal ini disampaikan oleh Satoshi Ogiso, Presiden Hino pada Agustus 2022. Perusahaan tersebut sebenarnya sudah mengakui perbuatannya sejak Maret 2022.
Setelah pengakuan tersebut sejumlah investigasi dilakukan dan ditemukan banyak penyebab kecurangan terjadi. Salah satunya adalah budaya kerja kurang baik sehingga menyebabkan kurangnya keterlibatan serta solidaritas karyawan.
Para ahli yang melakukan investigasi mengatakan bahwa para pimpinan perusahaan tidak terlibat dengan pekerja di garis depan. Mereka lebih mengutamakan target sehingga mengorbankan prosedur operasi.
Pemalsuan data emisi dianggap telah mencoreng nama Toyota. Pasalnya Hino memang merupakan salah satu anak perusahaan mereka yang fokus di segmen kendaraan niaga di berbagai negara termasuk Indonesia.
Bahkan dikabarkan Akio Toyoda, Presiden Toyota telah mengirimkan pesan kepada Ogiso bahwa tindakan pemalsuan telah menghianati kepercayaan. Bahkan Toyota mengeluarkan Hino dari Commercial Japan Partnership Technologies (CJPT), sebuah kemitraan pengembangan teknologi kendaraan komersial.
"Partisipasi Hino akan menyebabkan ketidaknyamanan bagi pemangku kepentingan dan kami memutuskan bahwa pantas mengeluarkan mereka dari CJPT," kata Akio Toyoda
Meski skandal pemalsuan data emisi bersifat global Hino Motors Sales Indonesia memastikan bahwa produk di Tanah Air tidak mengalami hal serupa. Menurut Santiko Wardoyo, COO-Director HMSI seluruh unitnya sudah lolos dari Kementerian Perhubungan Darat serta memiliki Surat Uji Tipe.
Selain itu unit yang dijual di Indonesia ketika kasus mencuat baru memasuki gas buang Euro 4. Hal ini diklaim berbeda dengan mesin di Jepang karena standar emisinya lebih ketat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
Terkini
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini