TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci
29 September 2026, 14:39 WIB
Seperti Toyota, Suzuki tidak cuma fokus ke mobil listrik untuk memenuhi kebutuhan pasar di masa depan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Suzuki memastikan bahwa pihaknya tidak hanya akan fokus mengembangkan kendaraan listrik untuk kendaraan masa depan. Menurut mereka teknologi ramah lingkungan lain juga seharusnya menjadi perhatian.
Dengan demikian masyarakat bisa lebih mudah memilih mana yang paling cocok sesuai kebutuhannya.
“Kami tidak berkonsentrasi pada kendaraan listrik saja tapi menggabungkan beberapa cara seperti dengan bahan bakar biogas di India. Kami ingin agar pengembangan bisa tetap berjalan paralel,” ungkap Toshihiro Suzuki, President Suzuki Motor Corporation dilansir Autocar (04/11).
Menurut Suzuki pasar yang berupaya untuk mencapai netralitas karbon akan tetap membutuhkan mobil bermesin pembakaran. Oleh sebab itu pihaknya bakal hadir di banyak segmen guna memenuhi permintaan.
“Dari sudut pandang Suzuki, mobil listrik bukan satu-satunya solusi. Kami melihat bahwa masih banyak cara lain seperti hybrid hingga biogas di India bisa jadi pilihan,” tambahnya kemudian.
Terlebih saat ini pasar mobil listrik mengalami perlambatan dan ketatnya persaingan dari merek China.
“Saat ini kami berada dalam situasi yang sulit karena penjualan mobil listrik sedang melambat. Sementara Battery Electric Vehicle dengan harga terjangkau asal China sudah banyak di pasaran,” tambah Suzuki.
Cara ini pun sebenarnya mirip dengan apa yang dilakukan oleh Toyota melalui Multi Pathway Strategy. Mereka lebih memilih untuk mengembangkan kendaraan ramah lingkungan melalui beragam cara mulai dari listrik, hybrid hingga PHEV.
Mereka bahkan menilai bahwa mobil listrik hanya akan menguasai 30 persen dari pasar mobil global. Sisanya diisi oleh beragam jenis kendaraan lain termasuk Hybrid.
“Pelangganlah yang harus mengambil keputusan, bukan peraturan atau politik,” ungkap Akio Toyoda, Chairman Toyota beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, dirinya juga mengungkap bahwa ada risiko terjadinya pengangguran besar-besaran bila mobil listrik menjadi satu-satunya fokus perusahaan di masa depan.
"Ada 5,5 juta orang terlibat dalam industri otomotif Jepang dan sebagian telah mengembangkan mesin untuk waktu yang lama. Jika kendaraan listrik menjadi satu-satunya pilihan maka pekerjaan mereka akan hilang,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
27 September 2026, 23:38 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
30 September 2026, 07:00 WIB
IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik
30 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta diputuskan masih lanjut sampai akhir tahun, setelah sempat ditinjau beberapa pihak
30 September 2026, 06:00 WIB
Di akhir bulan September, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk melayani masyarakat di Kota Kembang
30 September 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, simak tempat dan jam operasionalnya
29 September 2026, 21:26 WIB
Spacer pada mobil membantu memperbaiki proporsi ban dengan fender, namun pemilik perlu mengenali risikonya
29 September 2026, 16:17 WIB
Thailand jadi negara pertama di ASEAN yang akan menjual Mitsubishi Pajero terbaru, ini kisaran harganya
29 September 2026, 14:39 WIB
Mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, wajib meningkatkan TKDN sampai 80 persen pada 2030 mendatang
29 September 2026, 09:00 WIB
Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan