10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Seperti Toyota, Suzuki tidak cuma fokus ke mobil listrik untuk memenuhi kebutuhan pasar di masa depan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Suzuki memastikan bahwa pihaknya tidak hanya akan fokus mengembangkan kendaraan listrik untuk kendaraan masa depan. Menurut mereka teknologi ramah lingkungan lain juga seharusnya menjadi perhatian.
Dengan demikian masyarakat bisa lebih mudah memilih mana yang paling cocok sesuai kebutuhannya.
“Kami tidak berkonsentrasi pada kendaraan listrik saja tapi menggabungkan beberapa cara seperti dengan bahan bakar biogas di India. Kami ingin agar pengembangan bisa tetap berjalan paralel,” ungkap Toshihiro Suzuki, President Suzuki Motor Corporation dilansir Autocar (04/11).
Menurut Suzuki pasar yang berupaya untuk mencapai netralitas karbon akan tetap membutuhkan mobil bermesin pembakaran. Oleh sebab itu pihaknya bakal hadir di banyak segmen guna memenuhi permintaan.
“Dari sudut pandang Suzuki, mobil listrik bukan satu-satunya solusi. Kami melihat bahwa masih banyak cara lain seperti hybrid hingga biogas di India bisa jadi pilihan,” tambahnya kemudian.
Terlebih saat ini pasar mobil listrik mengalami perlambatan dan ketatnya persaingan dari merek China.
“Saat ini kami berada dalam situasi yang sulit karena penjualan mobil listrik sedang melambat. Sementara Battery Electric Vehicle dengan harga terjangkau asal China sudah banyak di pasaran,” tambah Suzuki.
Cara ini pun sebenarnya mirip dengan apa yang dilakukan oleh Toyota melalui Multi Pathway Strategy. Mereka lebih memilih untuk mengembangkan kendaraan ramah lingkungan melalui beragam cara mulai dari listrik, hybrid hingga PHEV.
Mereka bahkan menilai bahwa mobil listrik hanya akan menguasai 30 persen dari pasar mobil global. Sisanya diisi oleh beragam jenis kendaraan lain termasuk Hybrid.
“Pelangganlah yang harus mengambil keputusan, bukan peraturan atau politik,” ungkap Akio Toyoda, Chairman Toyota beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, dirinya juga mengungkap bahwa ada risiko terjadinya pengangguran besar-besaran bila mobil listrik menjadi satu-satunya fokus perusahaan di masa depan.
"Ada 5,5 juta orang terlibat dalam industri otomotif Jepang dan sebagian telah mengembangkan mesin untuk waktu yang lama. Jika kendaraan listrik menjadi satu-satunya pilihan maka pekerjaan mereka akan hilang,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika