Seperti Toyota, Suzuki Tidak Cuma Fokus ke Mobil Listrik

Seperti Toyota, Suzuki tidak cuma fokus ke mobil listrik untuk memenuhi kebutuhan pasar di masa depan

Seperti Toyota, Suzuki Tidak Cuma Fokus ke Mobil Listrik
Adi Hidayat

KatadataOTO – Suzuki memastikan bahwa pihaknya tidak hanya akan fokus mengembangkan kendaraan listrik untuk kendaraan masa depan. Menurut mereka teknologi ramah lingkungan lain juga seharusnya menjadi perhatian.

Dengan demikian masyarakat bisa lebih mudah memilih mana yang paling cocok sesuai kebutuhannya.

“Kami tidak berkonsentrasi pada kendaraan listrik saja tapi menggabungkan beberapa cara seperti dengan bahan bakar biogas di India. Kami ingin agar pengembangan bisa tetap berjalan paralel,” ungkap Toshihiro Suzuki, President Suzuki Motor Corporation dilansir Autocar (04/11).

Menurut Suzuki pasar yang berupaya untuk mencapai netralitas karbon akan tetap membutuhkan mobil bermesin pembakaran. Oleh sebab itu pihaknya bakal hadir di banyak segmen guna memenuhi permintaan.

Suzuki e Vitara
Photo : Global Suzuki

“Dari sudut pandang Suzuki, mobil listrik bukan satu-satunya solusi. Kami melihat bahwa masih banyak cara lain seperti hybrid hingga biogas di India bisa jadi pilihan,” tambahnya kemudian.

Terlebih saat ini pasar mobil listrik mengalami perlambatan dan ketatnya persaingan dari merek China.

“Saat ini kami berada dalam situasi yang sulit karena penjualan mobil listrik sedang melambat. Sementara Battery Electric Vehicle dengan harga terjangkau asal China sudah banyak di pasaran,” tambah Suzuki.

Menyerupai Toyota

Cara ini pun sebenarnya mirip dengan apa yang dilakukan oleh Toyota melalui Multi Pathway Strategy. Mereka lebih memilih untuk mengembangkan kendaraan ramah lingkungan melalui beragam cara mulai dari listrik, hybrid hingga PHEV.

Mereka bahkan menilai bahwa mobil listrik hanya akan menguasai 30 persen dari pasar mobil global. Sisanya diisi oleh beragam jenis kendaraan lain termasuk Hybrid.

“Pelangganlah yang harus mengambil keputusan, bukan peraturan atau politik,” ungkap Akio Toyoda, Chairman Toyota beberapa waktu lalu.

Akio Toyoda
Photo : Reuters

Tak hanya itu, dirinya juga mengungkap bahwa ada risiko terjadinya pengangguran besar-besaran bila mobil listrik menjadi satu-satunya fokus perusahaan di masa depan.

"Ada 5,5 juta orang terlibat dalam industri otomotif Jepang dan sebagian telah mengembangkan mesin untuk waktu yang lama. Jika kendaraan listrik menjadi satu-satunya pilihan maka pekerjaan mereka akan hilang,” tegasnya.


Terkini

modifikasi
IMX 2026

IMX 2026 Jadi Gairah Baru Dunia Modifikasi, Ada Banyak Kejutan

IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 30 September 2026 Masih Lanjut

Ganjil Genap Jakarta diputuskan masih lanjut sampai akhir tahun, setelah sempat ditinjau beberapa pihak

news
SIM Keliling Bandung

Jangan Salah Lokasi SIM Keliling Bandung di Akhir September 2026

Di akhir bulan September, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk melayani masyarakat di Kota Kembang

news
SIM Keliling Jakarta

SIM Keliling Jakarta Beroperasi Hari Ini, Rabu 30 September 2026

Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, simak tempat dan jam operasionalnya

modifikasi
Spacer Mobil

Plus Minus Pakai Spacer untuk Mobil, Ketahui Risikonya

Spacer pada mobil membantu memperbaiki proporsi ban dengan fender, namun pemilik perlu mengenali risikonya

mobil
Mitsubishi Pajero

Mitsubishi Pajero Debut ASEAN di Oktober, Thailand Negara Pertama

Thailand jadi negara pertama di ASEAN yang akan menjual Mitsubishi Pajero terbaru, ini kisaran harganya

mobil
Mobil Listrik

TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci

Mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, wajib meningkatkan TKDN sampai 80 persen pada 2030 mendatang

motor
Wahana Hadirkan Bengkel AHASS Siaga dan Diskon Selama Mudik

Cara Diler Honda Mudahkan Akses Servis Motor buat Konsumen

Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan