Penjualan Mobil Mei 2026 Turun, Konsumen Tunda Pembelian
10 Juni 2026, 13:00 WIB
Renault dan Nissan tanda tangangi kesepakatan baru terkait Aliansi yang dibuat lebih seimbang dari sebelumnya
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Renault dan Nissan resmi meluncurkan kembali Aliansi mereka dengan beragam penyesuaian. Keduanya sepakat untuk mengatur ulang kemitraan yang telah berjalan selama 24 tahun.
Pada Februari lalu Renault, Nissan dan Mitsubishi mengumumkan melakukan kesepakatan ulang terkait alinasi. Mereka akan duduk di posisi yang setara setelah Renault melepas dominasinya.
“Setelah memperoleh semua persetujuan peraturan yang diperlukan, kesepakatan baru Aliansi antara Renault dan Nissan mulai berlaku hari ini (08/11),” pernyataan bersama perusahaan tersebut.
Jean-Dominique Senard selaku ketua Aliansi mengatakan bahwa langkah ini sangat penting bagi ketiga perusahaan.
“Kami meletakkan landasan bagi kemitraan baru yang adil, jangka panjang, efektif serta menciptakan nilai manfaat setiap anggota Aliansi dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Dikutip dari AFP, dalam kesepakatan baru tersebut Renault akan mengurangi kepemilikiannya di Nissan dari 43.4 persen menjadi hanya 15 persen. Jumlah ini sama besarnya dengan kepemilikan Nissan di Renault.
Kemudian Nissan juga akan menginvestasikan uang sebesar 600 juta Euro ke perusahaan kendaraan listrik Renault yaitu Ampere. Sementara Mitsubishi nantinya menggelontorkan dana sebesar 200 juta Euro.
“Berdasarkan kesetaraan ini, Nissan akan terus memanfaatkan kompetensi inti kami dan lebih gesit untuk menjajaki peluang pertumbuhan lebih lanjut yang mendukung strategi bisnis,” tegas Makoto Uchida, CEO Nissan.
Perlu diketahui bahwa kemitraan Renault Nissan dimulai pada 1999. Ketika itu pabrikan asal Perancis menyelamatkan Nissan dari kebangkrutan.
Kemudian Mitsubishi Motors bergabung pada 2016 dengan Nissan membeli 34 persen saham dari rivalnya itu. Walau terkesan berjalan baik tetapi sebenarnya ada beberapa kali gesekan terjadi.
Pertama adalah di 2015 ketika pemerintah Perancis meningkatkan kepemilikannya di Renault. Jumlah itu kemudian dikurangi dan dicapai kesepakatan untuk membatasi kemampuan pemerintah campur tangan dalam urusan Aliansi.
Kemudian ketegangan kembali terjadi pada 2018 dengan ditangkapnya Carlos Ghosn, CEO Renault dan Nissan di Jepang. Ia pun sempat dipenjara di Jepang selama beberapa lama namun berhasil melarikan diri ke Lebanon pada 2019.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Juni 2026, 13:00 WIB
05 Juni 2026, 14:06 WIB
26 Mei 2026, 20:30 WIB
18 Mei 2026, 19:17 WIB
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Terkini
02 Juli 2026, 23:16 WIB
Gresini Racing mengusung Joan Mir dan Daniel Holgado untuk menghadapi persaingan era baru MotoGP 2027
02 Juli 2026, 20:00 WIB
Changan Deepal S05 REEV dan EV masih akan berstatus impor utuh dari Thailand, baru akan CKD apabila laris
02 Juli 2026, 19:03 WIB
Buat kaum urban, Hyundai New Creta diklaim cocok untuk menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari di perkotaan
02 Juli 2026, 16:19 WIB
All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan
02 Juli 2026, 13:55 WIB
Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km
02 Juli 2026, 09:00 WIB
Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima
02 Juli 2026, 07:01 WIB
Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan
02 Juli 2026, 06:20 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan