Penjualan Mobil Agustus 2026 Sentuh Angka Tertinggi Tahun Ini
11 September 2026, 16:01 WIB
Renault dan Nissan tanda tangangi kesepakatan baru terkait Aliansi yang dibuat lebih seimbang dari sebelumnya
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Renault dan Nissan resmi meluncurkan kembali Aliansi mereka dengan beragam penyesuaian. Keduanya sepakat untuk mengatur ulang kemitraan yang telah berjalan selama 24 tahun.
Pada Februari lalu Renault, Nissan dan Mitsubishi mengumumkan melakukan kesepakatan ulang terkait alinasi. Mereka akan duduk di posisi yang setara setelah Renault melepas dominasinya.
“Setelah memperoleh semua persetujuan peraturan yang diperlukan, kesepakatan baru Aliansi antara Renault dan Nissan mulai berlaku hari ini (08/11),” pernyataan bersama perusahaan tersebut.
Jean-Dominique Senard selaku ketua Aliansi mengatakan bahwa langkah ini sangat penting bagi ketiga perusahaan.
“Kami meletakkan landasan bagi kemitraan baru yang adil, jangka panjang, efektif serta menciptakan nilai manfaat setiap anggota Aliansi dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Dikutip dari AFP, dalam kesepakatan baru tersebut Renault akan mengurangi kepemilikiannya di Nissan dari 43.4 persen menjadi hanya 15 persen. Jumlah ini sama besarnya dengan kepemilikan Nissan di Renault.
Kemudian Nissan juga akan menginvestasikan uang sebesar 600 juta Euro ke perusahaan kendaraan listrik Renault yaitu Ampere. Sementara Mitsubishi nantinya menggelontorkan dana sebesar 200 juta Euro.
“Berdasarkan kesetaraan ini, Nissan akan terus memanfaatkan kompetensi inti kami dan lebih gesit untuk menjajaki peluang pertumbuhan lebih lanjut yang mendukung strategi bisnis,” tegas Makoto Uchida, CEO Nissan.
Perlu diketahui bahwa kemitraan Renault Nissan dimulai pada 1999. Ketika itu pabrikan asal Perancis menyelamatkan Nissan dari kebangkrutan.
Kemudian Mitsubishi Motors bergabung pada 2016 dengan Nissan membeli 34 persen saham dari rivalnya itu. Walau terkesan berjalan baik tetapi sebenarnya ada beberapa kali gesekan terjadi.
Pertama adalah di 2015 ketika pemerintah Perancis meningkatkan kepemilikannya di Renault. Jumlah itu kemudian dikurangi dan dicapai kesepakatan untuk membatasi kemampuan pemerintah campur tangan dalam urusan Aliansi.
Kemudian ketegangan kembali terjadi pada 2018 dengan ditangkapnya Carlos Ghosn, CEO Renault dan Nissan di Jepang. Ia pun sempat dipenjara di Jepang selama beberapa lama namun berhasil melarikan diri ke Lebanon pada 2019.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 September 2026, 16:01 WIB
08 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
23 Juli 2026, 23:04 WIB
Terkini
19 September 2026, 09:00 WIB
Wuling Starlight M merupakan versi baru dari Darion, ukuran jauh lebih besar dan dapat ubahan eksterior
19 September 2026, 07:00 WIB
AiMOGA yang merupakan perusahaan di bawah naungan Chery Group kembali menunjukkan komitmennya di Tanah Air
18 September 2026, 22:02 WIB
Automechanika 2026 akan digelar di Jakarta, diharapkan bisa gairahkan pasar komponen kendaraan di Indonesia
18 September 2026, 17:00 WIB
Jorge Martin mengaku siap untuk kembali bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP Austria 2026 di akhir pekan
18 September 2026, 16:50 WIB
Penjualan Honda pulih di Agustus 2026, namun masih ada PR besar untuk kembali ke lima besar merek terlaris
18 September 2026, 09:36 WIB
Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota