Nissan Fairlady Z Sukses Jadi Bintang di GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 20:00 WIB
Renault dan Nissan akhirnya kembali bertemu untuk membahas perkembangan aliansi mereka serta pengembangan mobil listrik
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Renault dan Nissan menyampaikan bahwa mereka tengah membicarakan masa depan aliansi. Pembicaraaan tersebut termasuk kemungkinan investasi Nissan pada Renault dalam mengembangkan kendaraan listrik.
Hal ini tentunya menarik karena keduanya sudah berencana mengembangkan mobil listrik dalam 5 tahun mendatang. Bahkan Nissan telah siap meluncurkan Ariya Crossover yang merupakan kendaraan listrik kedua mereka setelah Leaf di Amerika Serikat.
Pembicaraan tersebut tentunya menjanjikan perbaikan aliansi antara keduanya sejak ditangkapnya Carlos Ghosn beberapa tahun lalu. Negosiasi diperkirakan terjadi pada awal November dengan harapan Renault akan memberi perkembangan terhadap mobil listrik barunya berkode ‘Ampere’.
Dalam pembicaraan ini Luca De Meo, CEO Renault dikabarkan sudah berada di Jepang selama akhir pekan lalu. Sementara Makoto Uchida, CEO Nissan kini tengah menjadi pusat perbincangan karena hendak memperbarui persyaratan aliansi dan investasi.
Renault sendiri sebenarnya ingin agar Nissan menjadi investor untuk divisi mobil listrik yang tengah mereka bangun. Tujuannya adalah memisahkan antara perusahaan kendaraan berteknologi konvensional dan listrik.
Namun itu semua tentunya tidak akan gratis diberikan oleh Nissan. Pasalnya pabrikan asal Jepang tersebut ingin Renault mengurangi kepemilikan saham mereka.
Seperti yang diketahui bahwa dominasi Renault atas aliansi telah menjadi pusat pertengkaran. Nissan ingin agar Renault setidaknya mengurangi sahamnya hingga 15 persen agar keduanya memiliki kedudukan sama kuat.
Dan bagi Nissan langkah tersebut dapat menjadi kesempatan mengatur ulang struktur yang selama ini dianggap tidak seimbang. Terlebih perkembangan kendaraan antara kedua perusahaan telah berkembang semakin maju dibanding awal aliansi terbentuk.
Nissan bahkan dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mengumpulkan dana guna membeli kembali saham yang dipegang pabrikan asal Perancis. Ini tentu menunjukkan keseriusan mereka dalam meningkatkan daya tawar.
Seiji Sugiura, Senior Analis Tokai Tokyo Research Institute pun mengatakan bahwa Nissan akan dengan mudah untuk melakukan buyback.
“Menurut saya investor kebanyakan investor Jepang lebih suka Nissan beroperasi sebagai perusahaan terpisah. Jika mereka hendak melakukannya, maka sekarang adalah waktu yang tepat,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Agustus 2026, 20:00 WIB
16 Juni 2026, 10:00 WIB
02 Juni 2026, 09:00 WIB
20 Mei 2026, 13:55 WIB
12 Februari 2026, 15:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota