Honda Sebut EV Murah Belum Bisa Gantikan Peran LCGC
22 September 2026, 13:00 WIB
Renault bakal temui Nissan terkait merger dengan Honda dan meminta untuk meningkatkan nilai saham dari sebelumnya
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Para eksekutif Renault akan melakukan perjalanan ke Jepang untuk bertemu para petinggi Nissan. Pertemuan tersebut dilakukan karena perusahaan asal Prancis itu ingin memaksimalkan nilai saham yang mereka miliki atas Nissan.
Langkah tersebut diambil setelah adanya rencana merger Nissan dengan Honda yang berpotensi menghasilkan perusahaan otomotif terbesar ketiga di dunia. Kapasitas produksi global mereka diperkirakan mencapai 7,4 juta kendaraan per tahun.
Perlu diketahui bahwa Renault memiliki 36 persen Nissan dan telah menyatakan terbuka untuk melakukan merger.
Dilansir dari Reuters, sebagai pemegang saham Renault mendesak Nissan agar menegosiasikan premi lebih tinggi.
Pasalnya dalam merger Honda dikabarkan bakal mengambil alih perusahaan.
Sayangnya hingga berita ini dibuat, Renault tutup mulut terkait itu tersebut. Demikian pula Nissan dan Honda yang menolak berkomentar.
Sebelumnya diberitakan bahwa Nissan dan Honda sepakat untuk menandatangani nota kesepahaman melakukan merger.
Nantinya mereka akan bernaung dalam satu perusahaan induk di bawah kepemimpinan Honda. Namun masing-masing perusahaan tetap mempertahankan prinsip dan mereknya masing-masing.
Adanya merger membuat mereka akan berbagi platform serta teknologi. Dengan demikian pengembangan kendaraan bisa berlangsung lebih cepat dan efisien.
Meski demikian, Honda mengungkap bahwa kesepakatan masih bisa berubah di masa depan. Bahkan bukan tidak mungkin batal di tengah jalan.
“Saat ini ada beberapa hal yang harus dipelajari. Terus terang, kemungkinan rencana batal tidaklah nol,” ungkap Toshihiro Mibe Presiden Honda dilansir APNews beberapa waktu lalu.
Belakangan Honda bahkan meminta Nissan membeli kembali saham yang dimiliki Renault. Hal ini karena pabrikan berlogo H tersebut khawatir terhadap potensi pengaruh Renault pada rencana merger.
Meski sempat tertarik ikut merger, Mitsubishi Motors dikabarkan membatalkan niatnya. Mereka menilai bahwa bergabung dengan merger berpotensi membuatnya kesulitan untuk memberi pengaruh terhadap sebuah keputusan manajemen di perusahaan induk.
Situasi itu terjadi karena ukuran kepemilikan saham relatif kecil sehingga tidak leluasa dalam mengembangkan pasar sesuai keinginan.
Pabrikan berlogo tiga berlian itu pun kabarnya lebih memilih mempertahankan strukturnya saat ini dan fokus pada perluasan pangsa pasarnya di Asia Tenggara.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 13:00 WIB
18 September 2026, 16:50 WIB
12 September 2026, 08:14 WIB
11 September 2026, 12:25 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya
24 September 2026, 06:00 WIB
Jika ingin mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung hari ini
23 September 2026, 22:39 WIB
Pertamina Lubricants dan Telkomsel berkolaborasi untuk menghadirkan Promo Gokil untuk para ojek online