Wholesales Motor Baru April 2026, Tumbuh 16 Persen Dari Bulan Lalu
12 Mei 2026, 19:21 WIB
Renault bakal temui Nissan terkait merger dengan Honda dan meminta untuk meningkatkan nilai saham dari sebelumnya
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Para eksekutif Renault akan melakukan perjalanan ke Jepang untuk bertemu para petinggi Nissan. Pertemuan tersebut dilakukan karena perusahaan asal Prancis itu ingin memaksimalkan nilai saham yang mereka miliki atas Nissan.
Langkah tersebut diambil setelah adanya rencana merger Nissan dengan Honda yang berpotensi menghasilkan perusahaan otomotif terbesar ketiga di dunia. Kapasitas produksi global mereka diperkirakan mencapai 7,4 juta kendaraan per tahun.
Perlu diketahui bahwa Renault memiliki 36 persen Nissan dan telah menyatakan terbuka untuk melakukan merger.
Dilansir dari Reuters, sebagai pemegang saham Renault mendesak Nissan agar menegosiasikan premi lebih tinggi.
Pasalnya dalam merger Honda dikabarkan bakal mengambil alih perusahaan.
Sayangnya hingga berita ini dibuat, Renault tutup mulut terkait itu tersebut. Demikian pula Nissan dan Honda yang menolak berkomentar.
Sebelumnya diberitakan bahwa Nissan dan Honda sepakat untuk menandatangani nota kesepahaman melakukan merger.
Nantinya mereka akan bernaung dalam satu perusahaan induk di bawah kepemimpinan Honda. Namun masing-masing perusahaan tetap mempertahankan prinsip dan mereknya masing-masing.
Adanya merger membuat mereka akan berbagi platform serta teknologi. Dengan demikian pengembangan kendaraan bisa berlangsung lebih cepat dan efisien.
Meski demikian, Honda mengungkap bahwa kesepakatan masih bisa berubah di masa depan. Bahkan bukan tidak mungkin batal di tengah jalan.
“Saat ini ada beberapa hal yang harus dipelajari. Terus terang, kemungkinan rencana batal tidaklah nol,” ungkap Toshihiro Mibe Presiden Honda dilansir APNews beberapa waktu lalu.
Belakangan Honda bahkan meminta Nissan membeli kembali saham yang dimiliki Renault. Hal ini karena pabrikan berlogo H tersebut khawatir terhadap potensi pengaruh Renault pada rencana merger.
Meski sempat tertarik ikut merger, Mitsubishi Motors dikabarkan membatalkan niatnya. Mereka menilai bahwa bergabung dengan merger berpotensi membuatnya kesulitan untuk memberi pengaruh terhadap sebuah keputusan manajemen di perusahaan induk.
Situasi itu terjadi karena ukuran kepemilikan saham relatif kecil sehingga tidak leluasa dalam mengembangkan pasar sesuai keinginan.
Pabrikan berlogo tiga berlian itu pun kabarnya lebih memilih mempertahankan strukturnya saat ini dan fokus pada perluasan pangsa pasarnya di Asia Tenggara.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Mei 2026, 19:21 WIB
28 April 2026, 15:00 WIB
16 April 2026, 16:15 WIB
12 April 2026, 07:00 WIB
09 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta