Jawab Kebutuhan Peserta, IIMS 2026 Bakal Hadirkan Banyak Pengembangan
03 Desember 2025, 07:00 WIB
Meski berhasil meningkatkan penjualan kendaraan di Indonesia, relaksasi PPnBM ternyata belum sesuai target
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Relaksasi PPnBM yang dianggarkan Pemerintah ternyata masih tersisa meski program tersebut sudah akan selesai pada akhir tahun 2021. Hal ini diungkapkan oleh Airlangga Hartanto, Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia di sela-sela pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021.
Sejak pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), industri otomotif termasuk yang merasakan dampak terparah. Guna mengatasi hal tersebut, Pemerintah Indonesia pun melakukan inovasi agar industri otomotif bisa bertahan.
“Pemerintah bukan hanya mengarahkan tetapi berkontribusi dengan menganggarkan PPnBM ditanggung Pemerintah sebesar Rp 2.99 triliun. Realisasinya saat ini sudah 1.73 triliun dan sudah dinikmati 6 pabrikan,” terangnya.
Hasil ini pun dinilai sudah cukup berhasil dalam meningkatkan penjualan kendaraan di Indonesia. Bahkan Ia cukup positif bahwa penjualan kendaraan di Indonesia pada 2021 akan bisa mencapai 850.000 unit.
“Tahun kemarin total penjualan kendaraan sekitar 530.000 unit, tahun ini bisa mencapai 850.000. Dan ekspor kendaraan tahun ini juga diperkirakan bisa mencapai 300.000 mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu yang hanya 230.000 unit,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo. Menurutnya, kebijakan relaksasi PPnBM yang sudah dilakukan Pemerintah berhasil untuk mempercepat pemulihan industry otomotif di Indonesia.
“Dengan dukungan Pemerintah melalui relaksasi pajak, industri otomotif telah mencapai pertumbuhan yang positif. Bila dibandingkan antara Januari hingga Oktober 2021 dengan periode yang sama tahun lalu tercatat penjualan kendaraan naik 68 persen,” ungkapnya.
Ia bahkan meminta maaf pada masyarakat karena jumlah produksi kendaraan kendaraan tidak bisa dilakukan secara penuh khususnya saat gelombang kedua Covid-19. Hal ini menyebabkan terjadinya penumpukan antrian pemesanan kendaraan.
Jumlah tersebut pun diharapkan masih terus meningkat mengingat pada akhir tahun. Hal ini karena pada umumnya jumlah penjualan kendaraan justru meningkat dan APM berlomba-lomba untuk memberikan promo menarik pada pelanggan.
Tak hanya itu, kehadiran GIIAS pun diharapkan bisa menjadi pemacu peningkatan jumlah penjualan kendaraan di akhir tahun. Pasalnya dalam ajang tersebut, sejumlah APM meluncurkan mobil-mobil baru yang tentunya akan menarik minat masyarakat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Desember 2025, 07:00 WIB
01 Desember 2025, 20:00 WIB
28 November 2025, 09:00 WIB
27 November 2025, 16:27 WIB
19 November 2025, 10:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 13:38 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026
02 Januari 2026, 12:00 WIB
Harga mobil listrik di Indonesia bervariasi mulai Rp 100 juta sampai Rp 1 miliar ke atas, berikut daftarnya
02 Januari 2026, 11:00 WIB
Meski masih terdapat 22 seri di tahun ini, namun ada beberapa ubahan signifikan pada jadwal MotoGP 2026
02 Januari 2026, 10:00 WIB
Geely berniat membawa mobil bermesin konvensional ke Indonesia, diyakini merupakan Monjaro dan Okavango
02 Januari 2026, 09:00 WIB
Menurut Aismoli ada beberapa faktor pendukung yang membuat pasar motor listrik bisa bergairah di tahun ini
02 Januari 2026, 08:00 WIB
Kepolisian memperkenalkan Mandala Quick Response sebagai program baru untuk atasi kemacetan Jakarta di 2026
02 Januari 2026, 07:00 WIB
Penjualan BYD berhasil alami peningkatan 7,1 persen bila dibandingkan dengan pencapaian mereka di 2024
02 Januari 2026, 06:00 WIB
Ada dispensasi perpanjangan dengan persyaratan tertentu, simak informasi SIM keliling Jakarta hari ini