Rekomendasi Solar Mitsubishi Fuso Euro4 yang Pas

Rekomendasi solar Mitsubishi Fuso untuk produk-produk yang telah mengantungi standar Euro4 baik Canter maupun Fighter

Rekomendasi Solar Mitsubishi Fuso Euro4 yang Pas

TRENOTO – Mitsubishi Fuso Indonesia menghadirkan puluhan unit terbaru yang sudah mengantungi standar emisi Euro4. Langkah ini dilakukan guna menyambut rencana Pemerintah yang memberlakukan standarisasi emisi gas buang Euro4.

Berbagai ubahan disematkan pada seluruh varian Fuso Canter dan Fighter X rakitan Indonesia. Mesin-mesin kendaraan Mitsubishi Fuso Euro4 telah dibekali dengan teknologi Exhaust Gas Recirculation, Positive Crankcase Ventilation hingga Diesel Catalyst Muffler.

Ketiga teknologi di atas diyakini bisa menurunkan tingkat emisi gas buang kendaraan. Sehingga apa yang dihasilkan dari mesin kendaraan, lebih bersahabat dengan alam sekitarnya.

“Kami berkomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan dukungan layanan kepada pelanggan di seluruh Indonesia,” ucap Nobukazu Tanaka, Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) di sela-sela sesi Media test drive di BSD, (25/03).

Dengan bertambahnya teknologi yang diusung mesin Euro4 dari seluruh model mereka, tentunya akan berimbas pada penggunaan ‘minuman’ atau solar bagi mesin diesel Fuso.

Terkait hal ini pihak tersebut di atas mengklaim bahwa penggunaan solar untuk produk-produk Euro4 buatannya harus berkualitas. Rekomendasi solar Mitsubishi Fuso Euro4 harus diperhatikan jika menginginkan unitnya tetap awet.

Photo : istimewa

“Untuk kendaraan dengan teknologi Euro4 disarankan untuk menggunakan bahan bakar yang kandungan sulfur maksimal atau lebih kecil dari 50 ppm. Saat ini bahan bakar yang dibutuhkan ada di Indonesia dan bisa mendukung kendaraan kita,” ucap Aji Jaya, Vice President of Sales & Marketing Division of KTB di tempat yang sama.

Ia menambahkan bahwa mesin Fuso model Fighter selam 3 tahun belakangan sudah menggunakan teknologi Common Rail. Inovasi tersebut ditambah filter diyakini bisa menahan bahan berbahaya yang masuk beriringan solar.

“Pada Fighter Euro2, kendaraan kita ditambahkan dengan filter-filter yang bisa mengeliminasi bahan berisiko. Pada produk Euro4 terdapat 3 filter untuk menyaring atau memaksimalkan kualitas bahan bakar,” jelasnya kemudian.

Filter-fiter yang disematkan produk Fuso Euro4 akan menjadi garda terdepan untuk menyaring kotoran pada solar tidak berkualitas. Adapun yang dilakukan KTB merupakan upaya antisipasi penggunaan bahan bakar oleh para penggunanya.

Artinya semakin buruk kualitas solar yang dimasukkan pada produk-produk Fuso Euro4 akan bersarang pada bagian filter. Sehingga durasi penggantian filter logikanya akan menjadi lebih singkat.

Lebih jauh dikatakan bahwa Fuso dengan standar Euro4 bisa menggunakan bahan bakar biodiesel. Pihak manufaktur kendaraan niaga asal Jepang ini dikatakan sudah melakukan serangkaian persiapan.

“Kita melakukan improvement lain yang bisa mengakomodir biodiesel fuel. Kita improve part seperti pipa, dan fuel tank yang bisa beradaptasi dengan biodiesel,” ungkap Bayu Aprizal, General Manager of Product Strategy KTB.


Terkini

mobil
Pentingnya stimulus di segmen otomotif

Otomotif Indonesia Butuh Stimulus, Bukan Sekadar Insentif

Insentif bersifat stimulus dipercaya lebih efektif dibandingkan kebijakan yang cenderung bersifat disposable consumption

mobil
Denza

Prediksi Mobil Baru Denza di Indonesia Tahun Ini

Denza siap membawa model baru lintas segmen untuk melengkapi line up-nya di Indonesia, diyakini Z9 dan D9L

mobil
Honda Super One

Mobil Listrik Honda Super One Resmi Dijual, Harga Rp 2,3 Miliar

Setelah melantai di Singapore Motor Show, Honda Super One kemungkinan besar segera mengaspal di Indonesia

mobil
Krida Toyota

Pabrikan Cina Mulai Gerus Dominasi Toyota dan VW di Pasar Global

Pabrikan mobil Cina berpotensi tumbuh signifikan hingga 2030 dan mengganggu dominasi Toyota dan VW di pasar global

mobil
Merek mobil terlaris

20 Merek Mobil Terlaris pada 2025, Toyota dan Daihatsu Teratas

Toyota terus menunjukan dominasinya, terutama dalam hal merek mobil terlaris usai mencatatkan 258.268 unit

mobil
Mobil bekas di bawah Rp 100 juta

3 Pilihan Mobil Bekas di Bawah Rp 100 Juta Awal 2026

Mobil bekas di bawah Rp 100 juta di awal 2026 bisa menjadi pilihan menarik untuk dijadikan andalan bermobilitas

mobil
Raffi Ahmad

Koleksi Mobil Terbaru Raffi Ahmad, Ada BAIC BJ40 Plus

Raffi Ahmad terpantau memiliki kendaraan baru di garasinya termasuk BAIC BJ40 Plus dan Toyota Starlet

mobil
Hyundai Creta

Varian Baru Meluncur, Diskon Hyundai Creta Tembus Rp 45 Juta

Diskon Hyundai Creta tembus Rp 45 juta berlaku khusus unit lansiran 2025, tipe Prime jadi Rp 300 jutaan