BYD Flash Charging Diluncurkan, Ngecas EV Hanya Lima Menit
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
Paket waralaba SPKLU dari PLN ditawarkan dengan harga kompetitif untuk menarik para investor lokal membuka usaha
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Perusahaan Listrik Negara atau PLN menawarkan bisnis waralaba stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Dibukanya kesempatan untuk masyarakat umum membuka SPKLU diharapkan bisa mempercepat ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.
Ada beberapa pilihan paket waralaba SPKLU yang bisa dipilih yaitu Medium Charging, Fast Charging hingga Ultra Fast Charging. Menariknya lagi, dana investasinya cukup kompetitif karena hanya butuh Rp342 juta per unit.
Perbedaan diantara ketiga paket tersebut adalah daya yang didapatkan. Untuk Paket Medium Charging, investor berhak untuk mendapatkan fasilitas pengisian ulang arus searah dengan kapasitas sekitar 25 kW.
Kemudian untuk paket Fast Charging maka kapasitas yang didapatkan bisa mencapai 50 kW. Sedangkan paket Ultra Fast Charging menjadi pilhan paling menarik karena fasilitasnya cukup untuk memenuhi arus berkapasitas lebih dari 100 kW.
Investor SPKLU juga dibebaskan untuk memilih shelter outdoor maupun indoor. Mereka juga dijamin pasokan tenaga listriknya serta pemeliharaan SPKLU.
Gregorius Adi Trianto, Executive Vice President Komunikasi Korporat PLN mengatakan bahwa pihaknya memang tengah berupaya untuk mempercepat pembangunan SPKLU. Oleh karena mereka membuka kesempatan kerjasama untuk masyarakat luas.
Ia pun menambahkan bahwa selain menyiapkan dana, pemilik SPKLU juga harus menyiapkan lahan seluas 42 meter persegi. Persyaratan tersebut pun kini sudah diminati oleh puluhan investor yang tersebar di berbagai wilayah.
Pemerintah Indonesia telah berkomitmen mengurangi emisi karbon di masa depan. Salah satunya adalah mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air, termasuk dengan membangun infrastruktur pendukung seperti SPKLU.
Komitmen tersebut pun ternyata dijawab positif oleh sejumlah pabrikan kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Hal ini terlihat dengan semakin banyaknya pabrikan yang menjual mobil dan motor listrik.
Sebagai contoh saat ini Hyundai dan Wuling telah merakit mobil listrik andalan mereka langsung di Tanah Air. Dirakitnya model listrik di Tanah Air bertujuan untuk menekan biaya sehingga harga penawaran bisa menjadi lebih kompetitif.
Sementara untuk sepeda motor listrik variannya kini sudah semakin banyak. Dengan demikian masyarakat bisa memilih sesuai kebutuhan berkendaranya masing-masing.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
12 Maret 2026, 21:00 WIB
26 Januari 2026, 17:01 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen