Gaikindo Tanggapi Kesulitan Neta Bertahan di Pasar RI
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Perusahaan induk Neta dikabarkan telah memasuki proses pengajuan kebangkrutan akibat kondisi keuangan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Zhejiang Hozon New Energy Automobile, perusahaan induk dari Neta resmi menjani proses pengajuan kebangkrutan. Situasi tersebut sebenarnya tidak terlalu mengejutkan karena beberapa waktu belakangan isunya cukup ramai dibicarakan.
Dilansir dari Reuters, Shanghai Yuxing Advertising selaku kreditor perusahaan telah mengajukan petisi kebangkurtan terhadap Hozon. Pasalnya biaya pameran baik di dalam maupun luar negeri belum dibayarkan.
Sejumlah diler di Shanghai pun dilaporkan telah tutup sehingga membuat situasi mereka semakin rumit. Pasalnya perusahaan tidak bisa menjual kendaraannya secara optimal dibanding sebelumnya.
Isu bangkrutnya Neta memang cukup ramai dibahas dalam beberapa waktu ini. Perusahaan dikabarkan mengalami tekanan sehingga harus melakukan restrukturisasi agar bisa bertahan dan berada dalam pengawasan pengadilan.
Para tenaga kerja mengklaim belum menerima gaji sejak November 2024 lalu. Waktunya bertepatan dengan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Tercatat ada 2.900 karyawan dirumahkan di berbagai departemen. Angka itu mencakup hampir separuh dari total tenaga kerja mereka.
Sementara itu di Indonesia, Neta juga mengalami tekanan. Hal ini terlihat dari ditutupnya diler pertama mereka yang berada di kawasan Kelapa Gading.
Meski demikian perusahaan mengklaim keputusan tersebut diambil atas kesepakatan bersama dan tetap mengedepanka kepentingan serta kesinambungan layanan purna jual.
“Keputusan bisnis ini tidak mempengaruhi komitmen Neta Auto Indonesia dalam mendukung pertumbuhan industri kendaraan elektrifikasi di Tanah Air,” kata Frietz Frederick, Brand PR and Digital Senior Manager Neta Auto Indonesia saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Sementara untuk penjualan Neta di Indonesia pun tidak bisa dikatakan baik. Berdasarkan data Gaikindo, pabrikan asal Cina itu hanya menjual sekitar 50 unit per bulan.
Pada Mei 2025 misalnya, hanya ada 51 unit yang berhasil dikirimkan ke pelanggan. Jumlah itu sudah naik 1 unit dibanding sebelumnya yaitu 50 unit.
Sementara untuk total kendaraan yang telah mereka lepas pada periode Januari hingga Mei 2025 adlaah 256 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Februari 2026, 11:00 WIB
23 Januari 2026, 10:00 WIB
22 Januari 2026, 21:00 WIB
15 Januari 2026, 08:00 WIB
14 Januari 2026, 09:00 WIB
Terkini
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik
15 September 2026, 13:00 WIB
Mobil listrik menyumbangkan wholesales tertingginya tahun ini di Agustus, PHEV naik sementara hybrid turun
15 September 2026, 09:00 WIB
Menurut laporan terbaru, kapal-kapal anyar BYD akan mulai dikirim dari galangan mulai 2027 sampai 2029
15 September 2026, 07:00 WIB
Harga mulai Rp 1,1 miliar, GWM Wey G9 bisa dipesan oleh konsumen dan akan dikirim bertahap pada November
15 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian berusaha untuk mempermudah urusan para pengendara, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
15 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi berbeda hari ini, simak persyaratan dan biaya yang dibutuhkan
15 September 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta masih menajdi andalan untuk memecah kebuntuan terutama di jam-jam relatif padat