iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Disinyalir meluncur pada GIIAS 2024, ini perbedaan BYD M6 dengan E6 yang dipakai buat taksi listrik Bluebird
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Merek otomotif China seperti BYD (Build Your Dreams) mulai melihat besarnya potensi MPV (Multi Purpose Vehicle) di pasar Indonesia. Karena jenis kendaraan itu sesuai kebutuhan konsumen.
Saat ini juga belum ada mobil listrik yang mengisi segmen MPV, baru ada di hybrid diisi oleh Toyota Kijang Innova Zenix HEV.
Sedangkan opsi kendaraan listrik murni dengan konfigurasi lebih dari enam penumpang masih sedikit, seperti SUV (Sport Utility Vehicle) Kia EV9, dilego Rp 1,9 miliar.
Menurut Eagle Zhao, President Director BYD Motor Indonesia pihaknya tengah melakukan beragam tes produk dan model sesuai kebutuhan. MPV diketahui jadi tipe yang digemari di industri otomotif.
“Mohon bersabar beri kami waktu untuk mengumumkan secara resmi mengenai M6,” ungkap Eagle di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Untuk diketahui BYD M6 sempat tertangkap kamera tengah dites jalan dan dibalut kamuflase di wilayah Jawa Barat. Sekilas model ini mirip dengan E6 yang sekarang dipakai Bluebird sebagai armada taksi listrik.
Sebagai informasi bahwa BYD E6 tidak didatangkan oleh pihak BYD Motor Indonesia. Bluebird berkoordinasi langsung dengan prinsipal untuk menghadirkan e6 sebagai kendaraan komersial.
Ada sejumlah perbedaan di antara keduanya. Paling kentara adalah lambang dipakaikan di fascia.
Di E6 emblemnya dari BYD Motor Company, sama seperti digunakan pada lini kendaraan komersial BYD lain seperti bus listrik K9 armada Transjakarta, diimpor utuh dari China.
Sementara logo di M6 sama seperti yang disematkan pada kendaraan penumpang lain yakni BYD Dolphin, Atto 3 maupun Seal.
Meski sepintas terlihat serupa, BYD M6 merupakan pembaruan E6 dan diklaim memiliki kabin lebih lapang dan konfigurasi jok tiga baris. Sedangkan E6 berkapasitas 5-seater dua baris.
BYD membekali M6 dengan Blade Battery berkapasitas 71,8 kWh, suguhkan jarak tempuh 500 km (metode penghitungan NEDC), tidak beda jauh dari yang digunakan E6 (415 km-520 km).
Tanda kehadiran MPV bertenaga listrik dari BYD semakin kuat. Pada gelaran IIMS 2024 di Februari, merek Tiongkok ini juga sempat memamerkan MPV hasil Joint Venture dengan Daimler yakni Denza D9.
Saat itu minat pengunjung terlihat sangat tinggi. Terlihat antrean pengunjung di booth mengular karena ingin melihat lebih dekat eksterior dan kabin MPV mewah calon pesaing Toyota Alphard itu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda