3 Merek Mobil Cina Ini Mulai Geser Popularitas Jepang di Inggris
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Auto2000 menilai kalau penjualan mobil di Indonesia perlu stimulus agar minat masyarakat kembali bertumbuh
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kinerja penjualan mobil di Tanah Air sepanjang Januari sampai Juli 2024 belum maksimal. Bahkan bisa dibilang cukup lesu atau melemah.
Menurut data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) hanya ada 484.235 unit kendaraan roda empat yang dikirim dari pabrik diler alias Wholesales.
Jumlah di atas terkoreksi 17,5 persen dibanding periode serupa tahun lalu. Pasalnya di 2023 mencatatkan angka 586.931 unit mobil.
Sedangkan penjualan mobil secara retail tidak jauh berbeda. Sepanjang Januari sampai Juli 2024 membukukan 508.050 unit.
Bila dirinci lagi, anjlok sekitar 12,2 persen dibandingkan pada 2023. Sebab tahun lalu menorehkan angka sampai 578.891 unit.
Berangkat dari fakta di atas, banyak pihak menilai kalau sektor otomotif memerlukan stimulus. Seperti dilontarkan oleh diler Toyota, yakni Auto2000
“Memang kita pikir (penjualan mobil di Indonesia) masih perlu dorongan,” ujar Jaka Kardana, Sales Program and Marcom Dept Head Auto2000 di Bekasi beberapa waktu lalu.
Lebih jauh Jaka mengaku kalau mereka memang menyiapkan sejumlah program buat menstimulus pembelian konsumen dalam beberapa waktu belakangan.
Jaka mengatakan kalau hal ini cukup penting dilakukan. Harapannya bisa meningkatkan penjualan produk-produk dari Toyota.
“Seperti di awal tahun ini kita ada Serbu (Serba Untung) dan undian di Mei 2024. Jadi memang kita coba buat program-program yang intinya untuk mendorong Market,” tegas Jaka.
Jaka pun menuturkan berbagai upaya tersebut dinilai cukup membuahkan hasil manis. Sehingga Auto2000 berniat melahirkan berbagai program menaik lainnya.
Dengan begitu penjualan mobil di Tanah Air bisa kembali bergairah. Apalagi setelah digelarnya Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2024.
Sebelumnya Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo tidak memungkiri kalau sektor otomotif membutuhkan sejumlah dorongan. Ia pun meminta ke pemerintah buat mengucurkan insentif PPnBM DTP (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah).
Kukuh menilai kalau insentif PPnBM DTP terbukti efektif diterapkan seperti ketika pandemi Covid-19. Sebab saat itu mampu meningkatkan penjualan mobil dalam waktu singkat.
“Hanya dalam waktu tidak sampai satu tahun langsung balik ke 800 ribu unit. Lalu tembus angka satu juta pada tahun berikutnya,” ucap Kukuh.
Sehingga Gaikindo berharap pemerintah kembali mengucurkan bantuan tersebut. Jadi mendongkrak pasar kendaraan roda empat di Tanah Air tahun ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 14:16 WIB
02 Januari 2026, 07:00 WIB
01 Januari 2026, 09:00 WIB
30 Desember 2025, 12:00 WIB
30 Desember 2025, 08:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 17:00 WIB
Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini
02 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri
02 Januari 2026, 15:00 WIB
Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025
02 Januari 2026, 13:38 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026
02 Januari 2026, 12:00 WIB
Harga mobil listrik di Indonesia bervariasi mulai Rp 100 juta sampai Rp 1 miliar ke atas, berikut daftarnya
02 Januari 2026, 11:00 WIB
Meski masih terdapat 22 seri di tahun ini, namun ada beberapa ubahan signifikan pada jadwal MotoGP 2026
02 Januari 2026, 10:00 WIB
Geely berniat membawa mobil bermesin konvensional ke Indonesia, diyakini merupakan Monjaro dan Okavango