Ada 45 Motor dan Mobil yang Bisa Dicoba di GIIAS Semarang 2026
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
Auto2000 menilai kalau penjualan mobil di Indonesia perlu stimulus agar minat masyarakat kembali bertumbuh
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kinerja penjualan mobil di Tanah Air sepanjang Januari sampai Juli 2024 belum maksimal. Bahkan bisa dibilang cukup lesu atau melemah.
Menurut data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) hanya ada 484.235 unit kendaraan roda empat yang dikirim dari pabrik diler alias Wholesales.
Jumlah di atas terkoreksi 17,5 persen dibanding periode serupa tahun lalu. Pasalnya di 2023 mencatatkan angka 586.931 unit mobil.
Sedangkan penjualan mobil secara retail tidak jauh berbeda. Sepanjang Januari sampai Juli 2024 membukukan 508.050 unit.
Bila dirinci lagi, anjlok sekitar 12,2 persen dibandingkan pada 2023. Sebab tahun lalu menorehkan angka sampai 578.891 unit.
Berangkat dari fakta di atas, banyak pihak menilai kalau sektor otomotif memerlukan stimulus. Seperti dilontarkan oleh diler Toyota, yakni Auto2000
“Memang kita pikir (penjualan mobil di Indonesia) masih perlu dorongan,” ujar Jaka Kardana, Sales Program and Marcom Dept Head Auto2000 di Bekasi beberapa waktu lalu.
Lebih jauh Jaka mengaku kalau mereka memang menyiapkan sejumlah program buat menstimulus pembelian konsumen dalam beberapa waktu belakangan.
Jaka mengatakan kalau hal ini cukup penting dilakukan. Harapannya bisa meningkatkan penjualan produk-produk dari Toyota.
“Seperti di awal tahun ini kita ada Serbu (Serba Untung) dan undian di Mei 2024. Jadi memang kita coba buat program-program yang intinya untuk mendorong Market,” tegas Jaka.
Jaka pun menuturkan berbagai upaya tersebut dinilai cukup membuahkan hasil manis. Sehingga Auto2000 berniat melahirkan berbagai program menaik lainnya.
Dengan begitu penjualan mobil di Tanah Air bisa kembali bergairah. Apalagi setelah digelarnya Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2024.
Sebelumnya Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo tidak memungkiri kalau sektor otomotif membutuhkan sejumlah dorongan. Ia pun meminta ke pemerintah buat mengucurkan insentif PPnBM DTP (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah).
Kukuh menilai kalau insentif PPnBM DTP terbukti efektif diterapkan seperti ketika pandemi Covid-19. Sebab saat itu mampu meningkatkan penjualan mobil dalam waktu singkat.
“Hanya dalam waktu tidak sampai satu tahun langsung balik ke 800 ribu unit. Lalu tembus angka satu juta pada tahun berikutnya,” ucap Kukuh.
Sehingga Gaikindo berharap pemerintah kembali mengucurkan bantuan tersebut. Jadi mendongkrak pasar kendaraan roda empat di Tanah Air tahun ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
27 September 2026, 09:55 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
21 September 2026, 15:43 WIB
11 September 2026, 16:01 WIB
Terkini
05 Oktober 2026, 07:00 WIB
Cargloss terleihat menempel di helm dua pembalap Indonesia yang go International yakni Mario Aji dan Veda Ega
05 Oktober 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah mengurus dokumen berkendara, Anda bisa mengunjungi SIM keliling Bandung yang beroperasi
05 Oktober 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta terbukti mampu mengatur arus lalu lintas lebih teratur khususnya pada jam-jam sibuk
04 Oktober 2026, 22:30 WIB
Mitsubishi New Xforce ditawarkan sebagai opsi kendaraan praktis, khususnya untuk pembeli SUV pertama
04 Oktober 2026, 13:12 WIB
Marc Marquez berhasil keluar sebagai pemenang di balapan utama MotoGP Jepang 2026 usai mengalahkan Martinator
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
BAW merupakan produsen mobil yang berada di bawah Shandong Weiqiao Pioneering Group yang memiliki lini bisnis
03 Oktober 2026, 20:34 WIB
Jeep Wrangler Goldilocks dijual terbatas di Indonesia, sebab hanya tersedia dua unit saja pada tahun ini
03 Oktober 2026, 15:50 WIB
Lepas Asco Fatmawati siap melayani kebutuhan masyarakat di Ibu Kota akan kendaraan yang ramah lingkungan