Pasar Mobil Hybrid Juli 2026 di Indonesia: PHEV dan HEV Kompak Turun
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Auto2000 menilai kalau penjualan mobil di Indonesia perlu stimulus agar minat masyarakat kembali bertumbuh
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kinerja penjualan mobil di Tanah Air sepanjang Januari sampai Juli 2024 belum maksimal. Bahkan bisa dibilang cukup lesu atau melemah.
Menurut data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) hanya ada 484.235 unit kendaraan roda empat yang dikirim dari pabrik diler alias Wholesales.
Jumlah di atas terkoreksi 17,5 persen dibanding periode serupa tahun lalu. Pasalnya di 2023 mencatatkan angka 586.931 unit mobil.
Sedangkan penjualan mobil secara retail tidak jauh berbeda. Sepanjang Januari sampai Juli 2024 membukukan 508.050 unit.
Bila dirinci lagi, anjlok sekitar 12,2 persen dibandingkan pada 2023. Sebab tahun lalu menorehkan angka sampai 578.891 unit.
Berangkat dari fakta di atas, banyak pihak menilai kalau sektor otomotif memerlukan stimulus. Seperti dilontarkan oleh diler Toyota, yakni Auto2000
“Memang kita pikir (penjualan mobil di Indonesia) masih perlu dorongan,” ujar Jaka Kardana, Sales Program and Marcom Dept Head Auto2000 di Bekasi beberapa waktu lalu.
Lebih jauh Jaka mengaku kalau mereka memang menyiapkan sejumlah program buat menstimulus pembelian konsumen dalam beberapa waktu belakangan.
Jaka mengatakan kalau hal ini cukup penting dilakukan. Harapannya bisa meningkatkan penjualan produk-produk dari Toyota.
“Seperti di awal tahun ini kita ada Serbu (Serba Untung) dan undian di Mei 2024. Jadi memang kita coba buat program-program yang intinya untuk mendorong Market,” tegas Jaka.
Jaka pun menuturkan berbagai upaya tersebut dinilai cukup membuahkan hasil manis. Sehingga Auto2000 berniat melahirkan berbagai program menaik lainnya.
Dengan begitu penjualan mobil di Tanah Air bisa kembali bergairah. Apalagi setelah digelarnya Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2024.
Sebelumnya Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo tidak memungkiri kalau sektor otomotif membutuhkan sejumlah dorongan. Ia pun meminta ke pemerintah buat mengucurkan insentif PPnBM DTP (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah).
Kukuh menilai kalau insentif PPnBM DTP terbukti efektif diterapkan seperti ketika pandemi Covid-19. Sebab saat itu mampu meningkatkan penjualan mobil dalam waktu singkat.
“Hanya dalam waktu tidak sampai satu tahun langsung balik ke 800 ribu unit. Lalu tembus angka satu juta pada tahun berikutnya,” ucap Kukuh.
Sehingga Gaikindo berharap pemerintah kembali mengucurkan bantuan tersebut. Jadi mendongkrak pasar kendaraan roda empat di Tanah Air tahun ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
Terkini
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini (21/08) kembali diandalkan untuk bisa memecah kebuntuan di jalanan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Layanan kepolisian tidak dikendurkan jelang akhir pekan, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
BAIC mengaku memiliki rencana membangun pabrik mandiri, namun sekarang sedang fokus meningkatkan penjualan
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
Freelander 8 tengah menjadi perbincangan para pencinta otomotif, bahkan berhasil mencatatkan 10 ribu pemesanan
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
Penjualan Daihatsu di Indonesia terus menunjukkan tren positif, mencapai angka tertingginya di Juli 2026
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
Sejumlah merek mobil Cina tuai hasil positif di GIIAS 2026, BYD bukukan SPK terbanyak lebih dari 4.000 SPK
20 Agustus 2026, 11:00 WIB
IEE Series 2026 diharapkan menjadi wadah diskusi dan pertemuan pihak industri, usung tema keberlanjutan