20 Mobil Terlaris 2025, BYD Ganggu Dominasi Pabrikan Jepang
15 Januari 2026, 11:00 WIB
Tumbuhnya pasar mobil Vietnam membuat penjualan mobil Asia Tenggara kuartal I naik tipis dibanding tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan kendaraan di Asia Tenggara pada kuartal pertama 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 2 persen dibanding periode serupa tahun lalu. Peningkatan ini bisa tercapai karena Vietnam dan Filipina berhasil mencatatkan pertumbuhan.
Bahkan pasar kendaraan Vietnam berhasil tumbuh 51 persen dibanding kuartal pertama di 2024. Kuatnya permintaan pasar terhadap VinFast disebut-sebut menjadi kunci pencapaian tersebut.
Tak tanggung-tanggung, perusahaan mobil listrik itu berhasil melepas 35.000 unit pada Januari hingga Maret 2025. Naik signifikan dibanding periode serupa tahun lalu yang Cuma 9.000 unit.
Pabrikan itu bahkan sudah menguasai 31 persen dari total pasar kendaraan negara tersebut. Jumlah itu mungkin bisa lebih tinggi di akhir tahun nanti.
Sementara penjualan kendaraan Filipina di kuartal pertama 2025 juga tumbuh 9 persen. Dilansir dari Just Auto, banyaknya permintaan terhadap mobil listrik dengan harga terjangkau asal Cina dipercaya menjadi kunci dari tingginya pasar.
Catatan positif dari kedua negara itu tidak bisa diikuti oleh beberapa negara lain di Asia Tenggara. Thailand misalnya, penjualannya merosot 7 persen. Industri otomotif di negeri Gajah Putih memang tengah mengalami tekanan sejak tahun lalu.
Sementara penjualan mobil di Indonesia juga mengalami tekanan di kuartal I 2025. Wholesales pada Januari hingga Maret 2025 hanya sebesar 205.160 unit atau melemah 4,7 persen.
Toyota masih menjadi pabrikan terbesar dengan penjualan sebesar 68.955 unit disusul Daihatsu yang melepas 34.999 unit dan Honda 22.336 unit.
Penjualan di Malaysia juga penuh dinamika. Setelah di Januari 2025 penjualannya turun 24 persen dibanding periode serupa tahun lalu, mereka berhasil melakukan perbaikan di dua bulan berikutnya.
Hadirnya mobil-mobil baru asal Cina seperti BYD Sealion 7 dan M6, Denza D9 hingga Jacoo J7 digadang-gadang berhasil memberi perbaikan signifikan.
Pasar yang terus bergerak ini membuat banyak analis memperkirakan pasar otomotif di Asia Tenggara akan mencapai 3,11 juta unit di 2025. Jumlah itu turun dibanding pencapaian di 2-24 yang sebesar 3,12 juta unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Januari 2026, 11:00 WIB
14 Januari 2026, 15:00 WIB
14 Januari 2026, 12:00 WIB
14 Januari 2026, 11:00 WIB
11 Januari 2026, 15:00 WIB
Terkini
15 Januari 2026, 21:34 WIB
BYD hadirkan Sirkuit All-Terrain untuk membuktikan ketangguhan teknologi kendaraan listrik yang mereka kembangkan
15 Januari 2026, 19:00 WIB
FIM menetapkan aturan baru terkait prosedur menyalakan motor pasca kecelakaan di tengah balapan MotoGP
15 Januari 2026, 17:00 WIB
Valentino Rossi percaya Desmosedici milik Ducati masih akan kompetitif usai peraturan MotoGP 2027 dijalankan
15 Januari 2026, 16:00 WIB
Insiden mobil listrik terbakar tidak semata-mata disebabkan oleh baterai, berikut analisa EVSafe Indonesia
15 Januari 2026, 15:00 WIB
Menurut informasi yang dihimpun, Toyota Innova Zenix paling murah dipasarkan dengan banderol Rp 437,3 jutaan
15 Januari 2026, 14:00 WIB
Harga Hyundai Ioniq 5 langsung terkerek tinggi dibandingkan tahun lalu, sehingga bisa memberatkan konsumen
15 Januari 2026, 13:00 WIB
MG Motor Indonesia menggelar program penawaran menarik untuk konsumen setia di Tanah Air di awal 2026
15 Januari 2026, 12:00 WIB
Airlangga mengaku tengah melakukan evaluasi insentif otomotif untuk di 2026 agar industri bisa tetap berjalan