Ekspor Mobil CBU Bantu Maksimalkan Kapasitas Produksi di RI
27 Februari 2026, 07:00 WIB
Penjualan mobil di 2025 diproyeksi sulit tembus satu juta unit, salah satunya karena harga kendaraan yang terus naik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) telah menetapkan target penjualan mobil 2025 di 850 ribu unit, dengan peluang koreksi ke 750 ribu unit atau naik ke 900 ribu unit.
Ada banyak hal disinyalir bakal memperlambat angka penjualan mobil 2025. Misalnya, kenaikan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan implementasi opsen PKB serta BBNKB di sejumlah daerah.
Melihat kondisi tersebut, pengamat menilai bahwa penjualan kendaraan roda empat sepanjang tahun ini masih belum bisa tembus satu juta unit. Meskipun sudah ada bantuan diberikan pemerintah seperti insentif mobil hybrid.
“Penilaian dari Gaikindo juga ya bahwa harga mobil cenderung meningkat, otomatis kalau tidak ada dorongan cepat dari sisi belanja masyarakat seperti spending atau pendapatan, tentu saya pikir agak cukup berat mencapai satu juta unit,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank saat ditemui di JIExpo Kemayoran beberapa waktu lalu.
Untuk itu dia menegaskan proyeksi penjualan kendaraan roda empat buat sementara ini masih akan di bawah 900 ribu unit karena beberapa faktor.
Kemudian untuk penjualan di luar pulau Jawa, wilayah yang mengandalkan komoditas seperti Sumatera dan Kalimantan bakal terpengaruh apabila harga komoditas di pasar global turun.
Berbagai situasi inilah kemudian diprediksi dapat menghambat kenaikan penjualan mobil 2025. Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh manufaktur adalah mempertahankan harga jual agar tetap berada di rentang kemampuan atau daya beli masyarakat.
“Dan yang kita tunggu juga adalah bagaimana arah dari suku bunga. Itu juga penting,” tegas Josua.
Suku bunga ini berperan penting dalam transaksi pembelian kendaraan dilakukan secara kredit. Apabila stabil diharapkan dapat mempermudah konsumen membeli mobil baru.
Senada dengan pendapat pengamat, Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian RI menilai perlu ada penurunan banderol kendaraan roda empat buat mendongkrak penjualan.
“Kami berharap ada kebijakan-kebijakan baru, misal bukan arahan (seperti) sacrifice margin atau menurunkan harga jual kendaraan,” kata Menperin di sela peresmian pabrik Daihatsu di Karawang, Jawa Barat, Kamis (27/2).
Dia menilai bahwa daya beli masyarakat yang menurun masih jadi salah satu faktor lesunya penjualan mobil di Indonesia.
Sehingga adanya penurunan harga mobil diharapkan dapat kembali menggairahkan pasar otomotif dan memenuhi target penjualan, paling tidak sampai di 850 ribu unit atau di atas capaian tahun lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Februari 2026, 07:00 WIB
26 Februari 2026, 13:00 WIB
26 Februari 2026, 12:59 WIB
25 Februari 2026, 10:00 WIB
25 Februari 2026, 09:00 WIB
Terkini
27 Februari 2026, 16:06 WIB
Isuzu berhasil mempertahankan kinerja mereka sepanjang tahun lalu meski banyak rintangan yang menghadang
27 Februari 2026, 14:00 WIB
Ganjil genap Puncak kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan khususnya di jalur utama
27 Februari 2026, 12:00 WIB
Dishub DIY memperkirakan ada 8 juta mobilitas saat arus mudik Lebaran 2026 sehingga mereka siapkan rekayasa lalu lintas
27 Februari 2026, 11:00 WIB
Jaecoo siapkan 14 bengkel siaga saat arus mudik Lebaran 2026 yang bakal segera berlangsung di Tanah Air
27 Februari 2026, 09:00 WIB
SUV Ladder Frame seperti Mitsubishi Pajero Sport bisa diandalkan untuk menempuh berbagai medan menanatang
27 Februari 2026, 08:00 WIB
AHM bersedia memenuhi permintaan atau kebutuhan motor baru jika ada permintaan dari Agrinas Pangan Nusantara
27 Februari 2026, 07:00 WIB
Ekspor mobil CBU di Indonesia pada 2025 mengoptimalkan kemampuan produksi di RI yakni 2,59 juta unit per tahun
27 Februari 2026, 06:00 WIB
Jelang akhir pekan, masyarakat tetap bisa mengakses fasilitas SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini