EV Menjamur, Nyawa Industri Komponen Masih 20 Tahun Lagi
21 September 2026, 11:16 WIB
Pemerintah klaim industri kendaraan listrik terus tumbuh meski penjualan mobil secara umum mengalami tekanan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski pasar otomotif di Indonesia mengalami tekanan cukup besar di 2024 tetapi Kementerian Perindustrian mengklaim industri kendaraan listrik terus tumbuh. Ini bisa dilihat dari banyaknya perusahaan global yang tertarik berinvestasi.
Pertumbuhan itu disebut karena pemerintah memberikan beragam kemudahan dalam berinvestasi. Sehingga perusahaan pun tertarik buat masuk ke Tanah Air dan memproduksi kendaraan secara lokal.
“Kita sudah menyaksikan ada banyak produk-produk lokal yang sebenarnya sudah diproduksi di Indonesia. Walaupun beberapa bagian masih diimpor tapi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sudah cukup tinggi karena ada beberapa sudah mendekati 40 persen,” ujar Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian dalam siaran pers (02/12).
Ia mengungkap bahwa pemerintah telah melakukan perubahan target nilai TKDN. Sebelumnya minimum 40 persen sampai tahun 2023 diperpanjang jadi hingga 2026.
Kemudian dari minimum 60 persen di 2029 jadi setidaknya 80 persen pada 2030 dan seterusnya.
“Kita ingin semua produsen otomotif bisa membangun pabrik di Indonesia karena punya dampak sosial dan ekonomi tinggi termasuk penyerapan lapangan pekerjaan,” tuturnya.
Kemudahan itu diberikan karena pemerintah sadar bahwa pabrik otomotif di Indonesia memiliki rantai pasok yang didukung industri kecil dan menengah. Akibatnya ada banyak tenaga kerja terlibat sehingga perlu mendapat perhatian.
Selain itu, melihat penetrasi pasar mobil maupun motor listrik dalam dua tahun terakhir, Wamenperin menilai pasar otomotif akan dikuasai oleh kendaraan motor listrik dalam waktu sekitar lima tahun.
“Karena itu, kita juga harus mulai menyusun langkah transisi dari industri berbahan fosil kemudian elektrik atau kombinasi keduanya. Ini yang perlu betul-betul dipikirkan pemerintah sebagai regulator agar industri tidak mengalami kontraksi,” kata Faisol.
Hal senada pun diungkap Rachmat Kaimuddin, Ketua Satgas Transisi Energi Nasional yang menyebut bahwa beberapa negara tetangga sudah menyiapkan peralihan menuju mobil listrik. Sehingga, kemungkinan pasar otomotif dikuasai oleh EV adalah sebuah keniscayaan.
“Jadi statistik yang saya selalu bawa adalah puncak penjualan kendaraan konvensional itu di tahun 2017. Sejak itu penjualan mobil konvensional di dunia sudah turun jadi langkah transisi pasti harus kita tempuh,” tegas Rachmat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
21 September 2026, 21:00 WIB
Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026
21 September 2026, 19:00 WIB
Hyundai dan Shell resmi melanjutkan kerja sama di Indonesia, untuk memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan
21 September 2026, 15:43 WIB
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji kemampuan SUV mewah Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV di Gumuk Pasir
21 September 2026, 11:16 WIB
Tingginya jumlah mobil bensin yang beredar, bisa membuat industri komponen bisa terus bertahan cukup lama
21 September 2026, 06:00 WIB
Agar lebih nyaman dalam berkendara di jalan-jalan protokol Ibu Kota, patuhi aturan Ganjil Genap Jakarta
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua lokasi berbeda, agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
20 September 2026, 21:41 WIB
Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia