Harga Mobil Listrik Wuling Januari 2026, Naik Tanpa Insentif
19 Januari 2026, 18:00 WIB
Airlangga menerangkan bahwa kehadiran Chery, BYD hingga Hyundai membawa dampak positif bagi industri otomotif
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Saat ini banyak pabrikan mobil yang meniagakan produknya di Indonesia. Mulai dari Chery, BYD hingga VinFast.
Kehadiran mereka membawa dampak positif bagi negara. Sebab semua produsen itu menanamkan uang di Tanah Air.
Apalagi setelah pemerintah mengucurkan insentif bagi sektor otomotif. Jumlahnya mencapai Rp 7 triliun dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Stimulus tersebut ternyata cukup menggoda BYD dan kawan-kawan berinvestasi. Mereka mendirikan fasilitas produksi di berbagai lokasi.
"Chery berinvestasi sebesar Rp 5,2 triliun. Mereka sudah memiliki dua hingga tiga merek sampai dengan 2030," kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian saat Pembukaan Rapimnas Kadin dikutip dari video YouTube Kadin Indonesia.
Kemudian Airlangga menjabarkan kalau BYD telah berinvestasi sampai Rp 11,2 triliun.
Uang tersebut digunakan untuk mendirikan pabrik di Subang. Dengan kapasitas produksi sampai 150 ribu unit per tahun.
Sementara Wuling turut berinvestasi di Indonesia. Jenama asal Cina itu menggelontorkan dana Rp 9,3 triliun.
Lalu dilanjutkan dengan mendirikan pabrik baterai. Jadi mereka kembali mengeluarkan uang Rp 7,5 triliun.
Sebagai informasi, Wuling memiliki pabrik seluas 60 hektare di Cikarang, Jawa Barat.
"VinFast dari Vietnam juga sudah berinvestasi Rp 3,7 triliun dengan kapasitas produksi 50 ribu unit per tahun," lanjut Airlangga.
Hyundai tidak mau kalah menanamkan uang di Indonesia. Pabrikan asal Korea itu berinvestasi sampai Rp 20 triliun.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menerangkan kalau seluruhnya digabung, maka total investasi Chery sampai BYD mencapai Rp 56,9 triliun.
Tentu capaian di atas terbilang positif. Sebab dapat berkontribusi dalam membangun industri otomotif.
Tidak ketinggalan dapat menyerap banyak tenaga kerja. Otomatis jumlah pengangguran di Tanah Air bakal berkurang.
Sekadar mengingatkan, pemerintah tidak melanjutkan bantuan untuk industri otomotif pada 2026.
Mengacu Peraturan Menteri Investasi Nomor 6/2023 juncto Nomor 1/2024, batas waktu pemanfaatan insentif dan skema importasi mobil listrik berakhir pada 31 Desember 2025.
Selanjutnya berdasarkan peta jalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027 para produsen mobil listrik diwajibkan memenuhi komitmen produksi lokal dengan rasio satu banding satu.
Mereka harus memproduksi unit dengan spesifikasi teknis, mencakup daya motor listrik dan kapasitas baterai minimal setara atau lebih besar.
Apabila mereka tidak mampu memenuhi ketentuan produksi lokal itu, pemerintah berhak mengeksekusi bank garansi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Januari 2026, 18:00 WIB
19 Januari 2026, 12:33 WIB
19 Januari 2026, 07:00 WIB
18 Januari 2026, 07:00 WIB
17 Januari 2026, 17:00 WIB
Terkini
20 Januari 2026, 09:00 WIB
Kebakaran mobil listrik sering berawal dari human error, salah satunya proses pengisian daya yang tidak tepat
20 Januari 2026, 08:00 WIB
Ada berbagai upaya yang bisa dipilih pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM di Tanah Air
20 Januari 2026, 07:00 WIB
Honda UC3 jadi salah satu kandidat motor listrik baru di Indonesia, saat ini baru ditawarkan di Thailand
20 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 20 Januari 2026 digelar pada puluhan ruas jalan untuk atasi kemacetan di Ibu Kota
20 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara motor dan mobil, SIM keliling Bandung kembali dihadirkan di Kota Kembang
20 Januari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan khusus untuk SIM A dan C saja dengan biaya yang bervariasi
19 Januari 2026, 20:00 WIB
Ducati Desmosedici GP26 tampil menawan dengan nuansa merah dan putih matte, siap debut di MotoGP 2026
19 Januari 2026, 19:00 WIB
Demi menjawab kebutuhan konsumen, TAM baru saja memberikan penyegaran pada Toyota Raize pada beberapa bagian