Wuling Eksion Dijual Mulai Rp 389 juta, Tantang Destinator
22 April 2026, 19:38 WIB
Airlangga menerangkan bahwa kehadiran Chery, BYD hingga Hyundai membawa dampak positif bagi industri otomotif
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Saat ini banyak pabrikan mobil yang meniagakan produknya di Indonesia. Mulai dari Chery, BYD hingga VinFast.
Kehadiran mereka membawa dampak positif bagi negara. Sebab semua produsen itu menanamkan uang di Tanah Air.
Apalagi setelah pemerintah mengucurkan insentif bagi sektor otomotif. Jumlahnya mencapai Rp 7 triliun dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Stimulus tersebut ternyata cukup menggoda BYD dan kawan-kawan berinvestasi. Mereka mendirikan fasilitas produksi di berbagai lokasi.
"Chery berinvestasi sebesar Rp 5,2 triliun. Mereka sudah memiliki dua hingga tiga merek sampai dengan 2030," kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian saat Pembukaan Rapimnas Kadin dikutip dari video YouTube Kadin Indonesia.
Kemudian Airlangga menjabarkan kalau BYD telah berinvestasi sampai Rp 11,2 triliun.
Uang tersebut digunakan untuk mendirikan pabrik di Subang. Dengan kapasitas produksi sampai 150 ribu unit per tahun.
Sementara Wuling turut berinvestasi di Indonesia. Jenama asal Cina itu menggelontorkan dana Rp 9,3 triliun.
Lalu dilanjutkan dengan mendirikan pabrik baterai. Jadi mereka kembali mengeluarkan uang Rp 7,5 triliun.
Sebagai informasi, Wuling memiliki pabrik seluas 60 hektare di Cikarang, Jawa Barat.
"VinFast dari Vietnam juga sudah berinvestasi Rp 3,7 triliun dengan kapasitas produksi 50 ribu unit per tahun," lanjut Airlangga.
Hyundai tidak mau kalah menanamkan uang di Indonesia. Pabrikan asal Korea itu berinvestasi sampai Rp 20 triliun.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menerangkan kalau seluruhnya digabung, maka total investasi Chery sampai BYD mencapai Rp 56,9 triliun.
Tentu capaian di atas terbilang positif. Sebab dapat berkontribusi dalam membangun industri otomotif.
Tidak ketinggalan dapat menyerap banyak tenaga kerja. Otomatis jumlah pengangguran di Tanah Air bakal berkurang.
Sekadar mengingatkan, pemerintah tidak melanjutkan bantuan untuk industri otomotif pada 2026.
Mengacu Peraturan Menteri Investasi Nomor 6/2023 juncto Nomor 1/2024, batas waktu pemanfaatan insentif dan skema importasi mobil listrik berakhir pada 31 Desember 2025.
Selanjutnya berdasarkan peta jalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027 para produsen mobil listrik diwajibkan memenuhi komitmen produksi lokal dengan rasio satu banding satu.
Mereka harus memproduksi unit dengan spesifikasi teknis, mencakup daya motor listrik dan kapasitas baterai minimal setara atau lebih besar.
Apabila mereka tidak mampu memenuhi ketentuan produksi lokal itu, pemerintah berhak mengeksekusi bank garansi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 April 2026, 19:38 WIB
22 April 2026, 15:00 WIB
21 April 2026, 20:00 WIB
20 April 2026, 07:00 WIB
19 April 2026, 13:00 WIB
Terkini
23 April 2026, 11:00 WIB
Toyota Veloz HEV menjadi mobil hybrid dengan capaian wholesales terbanyak di Maret 2026, disusul Innova Zenix
23 April 2026, 09:00 WIB
Changan Group baru saja menetapkan strategi untuk bisa meningkatkan penjualan secara global dalam 10 tahun
23 April 2026, 07:00 WIB
Changan Deepal S05 bakal menjadi pelopor kendaraan berjenis REEV pertama di Indonesia dalam waktu dekat
23 April 2026, 06:00 WIB
ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan untuk mengurai kemacetan di sejumlah jalan protokol Ibu Kota
23 April 2026, 06:00 WIB
Beroperasi seperti biasa, ada lima alternatif lokasi SIM keliling Jakarta yang dapat dimanfaatkan hari ini
23 April 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung di dua lokasi berbeda hari ini agar lebih mudah ditemukan
22 April 2026, 21:03 WIB
MotoGP Spanyol 2026 dapat jadi momentum untuk Marc Marquez mengejar ketertinggalan dari Bezzecchi dan Martin
22 April 2026, 19:38 WIB
Wuling Eksion secara resmi dijual dengan harga mulai Rp 389 juta untuk varian EV untuk wilayah DKI Jakarta