Hino Pastikan Digitalisasi Inspeksi Praktis, Cepat dan Efisien
08 Agustus 2026, 16:14 WIB
Pemerintah Jepang cabut sertifikasi mesin Hino setelah diketahui bahwa data emisi yang dilaporkan adalah palsu
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pemerintah Jepang melalui Kementerian Transportasi mencabut sertifikasi mesin Hino setelah diketahui data emisi dipalsukan. Pencabutan juga diberikan pada kendaraan produksi Toyota dan Isuzu yang menggunakan mesin dari Hino.
Pencabutan sertifikasi tentunya akan berpengaruh terhadap produksi kendaraan Hino khususnya di Jepang. Bahkan, sekitar 35 persen atau 22.000 kendaraan dari total penjualan domestik diperkirakan akan ditangguhkan.
Beberapa waktu lalu beredar kabar bahwa Hino Motors telah menyerahkan data emisi dan penghematan bahan bakar palsu kepada otoritas transportasi setempat. Hal tersebut dilakukan karena mesin yang digunakan sejatinya tidak sesuai standar Jepang.
Kecurangan pun ternyata sudah berlangsung lama yaitu sejak 2016. Perusahaan pun dikabarkan telah menjual sedikitnya 115.526 kendaraan dengan menggunakan mesin bermasalah.
Hino pun dikabarkan telah melakukan penyelidikan internal terkait kasus ini dengan memanfaatkan pihak ketiga. Mereka menyoroti adanya budaya yang salah pada perusahaan sehingga menyebabkan kasus pemalsuan data.
Sebenarnya skandal emisi kendaraan bukanlah pertama kali terjadi untuk pabrikan otomotif asal Jepang. Sejumlah produsen kendaraan lain juga pernah melakukan hal serupa yang tentunya mencoreng brand otomotif asal Jepang secara keseluruhan.
Pada 2017 misalnya, Toray Industries Inc mengatakan bahwa anak perusahaannya, Toray Hybrid Cord Inc yang memproduksi bahan penguat ban dan sejenisnya telah memalsukan data. Tak tanggung-tanggung, data palsu tersebut digunakan selama 8 tahun.
Selain itu Mitsubishi Motors Corp juga mengaku bahwa pada 2016 telah menggunakan data palsu. Mereka menyebutkan bahwa data yang digunakan selama ini telah dibuat sedemikian rupa agar terlihat lebih hemat bahan bakar,
Demikian pula Suzuki Motor Corp, Mazda Motor Corp dan Yamaha Motor Co yang melakukan kecurangan di 2018. Disebutkan bahwa mereka melakukan inspeksi ekonomi bahan bakar tidak tepat.
Banyaknya kecurangan oleh perusahaan otomotif pun mendapat perhatian khusus dari pemerintah Jepang. Mereka menyebutkan bahwa kecurangan tersebut akan membuat berkurangnya kepercayaan terhadap produk-produk Jepang.
“Perilaku itu menghancurkan kepercayaan pelanggan dan menabur keraguan ke dalam akar proses sertifikasi,” tegas Kementerian Transportasi dalam siaran persnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
08 Agustus 2026, 16:14 WIB
05 Agustus 2026, 10:00 WIB
01 Agustus 2026, 20:00 WIB
02 Maret 2026, 11:00 WIB
28 Februari 2026, 11:00 WIB
Terkini
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan