Hino Tegaskan Produk Buatan Indonesia Punya Standar Tinggi
22 Januari 2026, 12:00 WIB
Pemerintah Jepang cabut sertifikasi mesin Hino setelah diketahui bahwa data emisi yang dilaporkan adalah palsu
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pemerintah Jepang melalui Kementerian Transportasi mencabut sertifikasi mesin Hino setelah diketahui data emisi dipalsukan. Pencabutan juga diberikan pada kendaraan produksi Toyota dan Isuzu yang menggunakan mesin dari Hino.
Pencabutan sertifikasi tentunya akan berpengaruh terhadap produksi kendaraan Hino khususnya di Jepang. Bahkan, sekitar 35 persen atau 22.000 kendaraan dari total penjualan domestik diperkirakan akan ditangguhkan.
Beberapa waktu lalu beredar kabar bahwa Hino Motors telah menyerahkan data emisi dan penghematan bahan bakar palsu kepada otoritas transportasi setempat. Hal tersebut dilakukan karena mesin yang digunakan sejatinya tidak sesuai standar Jepang.
Kecurangan pun ternyata sudah berlangsung lama yaitu sejak 2016. Perusahaan pun dikabarkan telah menjual sedikitnya 115.526 kendaraan dengan menggunakan mesin bermasalah.
Hino pun dikabarkan telah melakukan penyelidikan internal terkait kasus ini dengan memanfaatkan pihak ketiga. Mereka menyoroti adanya budaya yang salah pada perusahaan sehingga menyebabkan kasus pemalsuan data.
Sebenarnya skandal emisi kendaraan bukanlah pertama kali terjadi untuk pabrikan otomotif asal Jepang. Sejumlah produsen kendaraan lain juga pernah melakukan hal serupa yang tentunya mencoreng brand otomotif asal Jepang secara keseluruhan.
Pada 2017 misalnya, Toray Industries Inc mengatakan bahwa anak perusahaannya, Toray Hybrid Cord Inc yang memproduksi bahan penguat ban dan sejenisnya telah memalsukan data. Tak tanggung-tanggung, data palsu tersebut digunakan selama 8 tahun.
Selain itu Mitsubishi Motors Corp juga mengaku bahwa pada 2016 telah menggunakan data palsu. Mereka menyebutkan bahwa data yang digunakan selama ini telah dibuat sedemikian rupa agar terlihat lebih hemat bahan bakar,
Demikian pula Suzuki Motor Corp, Mazda Motor Corp dan Yamaha Motor Co yang melakukan kecurangan di 2018. Disebutkan bahwa mereka melakukan inspeksi ekonomi bahan bakar tidak tepat.
Banyaknya kecurangan oleh perusahaan otomotif pun mendapat perhatian khusus dari pemerintah Jepang. Mereka menyebutkan bahwa kecurangan tersebut akan membuat berkurangnya kepercayaan terhadap produk-produk Jepang.
“Perilaku itu menghancurkan kepercayaan pelanggan dan menabur keraguan ke dalam akar proses sertifikasi,” tegas Kementerian Transportasi dalam siaran persnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 Januari 2026, 12:00 WIB
22 Januari 2026, 11:00 WIB
23 Desember 2025, 09:00 WIB
28 Oktober 2025, 19:00 WIB
11 September 2025, 09:00 WIB
Terkini
22 Februari 2026, 15:00 WIB
Francesco Bagnaia tengah santer dihubungkan dengan Aprilia Racing pada MotoGP 2027 untuk menggantikan Martin
22 Februari 2026, 13:00 WIB
Honda mengungkapkan Brio Satya S CVT jadi salah satu kontributor utama di pameran otomotif IIMS 2026
22 Februari 2026, 11:00 WIB
Jumlah pemudik saat Lebaran 2026 diprediksi mengalami penurunan cukup besar bila dibandingkan tahun lalu
22 Februari 2026, 09:00 WIB
Sule, artis dan pelawak Tanah Air memiliki sederet koleksi mobil dan diketahui merupakan penyuka Jeep
22 Februari 2026, 07:00 WIB
Mobil Amerika mendapat karpet merah setelah Perjanjian Perdagangan Timbal Balik di setujui dua negara
21 Februari 2026, 21:00 WIB
Isuzu merupakan salah satu produsen kendaraan niaga yang sudah merakit lokal truk dan mobil pikap di RI
21 Februari 2026, 19:00 WIB
Pemerintah telah menyiapkan 10 tol fungsional untuk beroperasi saat mudik Lebaran 2026 agar mengurangi kemacetan
21 Februari 2026, 17:00 WIB
Michelin mengingatkan masyarakat yang hendak mudik ke kampung halaman agar memperhatikan kondisi ban kendaraan