Pasar Kendaraan Listrik Indonesia Diperkirakan Naik Pesat di 2030

Pasar kendaraan listrik Indonesia diperkirakan tumbuh besar hingga menyentuh nilai Rp30 triliun pada 2030

Pasar Kendaraan Listrik Indonesia Diperkirakan Naik Pesat di 2030
Adi Hidayat

TRENOTO – Pasar kendaraan listrik Indonesia diperkirakan meningkat pesat di 2030. Maximize Market Research menyebut bahwa pada periode tersebut diperkirakan pasar akan mencapai USD2.02 miliar atau setara Rp30 triliun.

Dalam laporannya disampaikan bahwa pada 2020 saja nilai pasar kendaraan listrik telah mencapai USD533.19 juta atau sekitar Rp7.93 triliun. Jumlah tersebut tentunya bisa terus tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) 20.96 persen hingga 2029.

Ada banyak faktor pendukung terjadinya kenaikan nilai termasuk tren alat transportasi di masa depan. Hal tersebut diperkirakan mendorong perkembangan pasar kendaraan listrik Tanah Air.

Photo : Wuling

Tak hanya itu, sumber daya alam yang penting bagi ekosistem electric vehicle pun memiliki peran penting. Kemudian peta jalan pemerintah untuk kendaraan listrik, rencana memiliki armada bus listrik hingga jaringan stasiun pengisian juga menjadi faktor pendorong.

Insentif dari pemerintah yang sudah dilakukan belakangan diklaim berhasil menarik minat pelanggan. Sehingga pabrikan juga ikut tertarik untuk melakukan investasi di segmen tersebut.

Penjualan electric vehicle pun diyakini akan mencapai 250.000 unit di 2030. Jumlah ini setara 16 persen dari total penjualan mobil.

Baca juga : Gaikindo Pasang Target Tinggi Buat Penjualan Kendaraan Listrik

Kemudian permintaan terhadap sepeda motor listrik juga diperkirakan tumbuh lebih besar dibanding mobil. Pasalnya akan ada 1.9 juta unit yang terjual atau 30 persen dari total penjualan kendaraan roda dua.

Dilansir dari Katadata.co.id, jumlah penjualan electric vehicle sejalan dengan tren yang belakangan ini terjadi. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada 2020 terdapat hanya 121 unit mobil listrik terjual.

Photo : TrenOto

Namun ketika Mei 2021, angkanya naik hampir 70 persen mencapai 395 unit BEV. Padahal jumlah itu belum termasuk dengan mobil berteknologi transisi seperti hybrid dan plug-in hybrid (PHEV).

Kemudian Gakindo juga mencatatkan bahwa volume wholesales mobil listrik di Desember 2022 pun telah mencapai 2.404 unit. Jumlah tersebut adalah yang tertinggi sepanjang tahun lalu dan bila ditotal, volume penjualan EV sepanjang tahun lalu adalah 10.327 unit.


Terkini

mobil
Hyundai

Hyundai Ajak Empat Orang Nonton Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat

Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April

mobil
Sung Kang, Maxdecal

Maxdecal Gandeng Sung Kang Bawa Indonesia ke Panggung Global

Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial

motor
Omoway

Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan

Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia

mobil
BYD Atto 1

BYD Atto 1 Versi Baru Meluncur, Ada Tambahan LiDAR

Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru

mobil
Chery QQ

Belum Rilis, Chery QQ 3 EV Bisa Dipesan Dengan Modal Rp 5 Juta

Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta

mobil
Changan REEV

Changan Optimistis Mobil REEV Diminati di Daerah

Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta

komunitas
Suzuki

Burgman Fun Rally 2026 Jadi Wadah Kumpul Komunitas Motor Suzuki

Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka

komunitas
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026

Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 Jelajah Pintu Gerbang Sumatera

Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung