Aletra Pamerkan L7 di GIIAS 2026, Bidik Segmen MPV EV Keluarga
03 Agustus 2026, 12:00 WIB
BYD telah menerima masukan dari pemerintah Indonesia terkait pembangunan pabrik mereka di Subang, Jawa Barat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Sejumlah pabrik mobil listrik di Indonesia akan segera beroperasi. Salah satunya milik BYD di Subang, Jawa Barat.
Progres pembangunan fasilitas produksi tersebut masih terus berjalan. Bahkan diklaim sudah sesuai rencana dan mendapat banyak dukungan.
“Saat ini konstruksi perkembangan dari pabrik kami masih on track. Masukan dan pendapat dari otoritas terkait, pemerintah Indonesia juga sangat mendukung terhadap perkembangan pabrik kami,” ungkap Eagle Zhao, Presiden Direktur BYD Motor Indonesia di Sentul, Bogor beberapa waktu lalu.
Petinggi BYD tersebut optimistis, pembangunan pabrik mereka bisa dikerjakan secara cepat. Lalu rampung pada akhir tahun ini.
Kemudian fasilitas mereka bisa mulai memproduksi BYD Atto 1, Seal hingga Sealion 7 pada kuartal pertama 2026.
Keputusan ini merupakan komitmen BYD, dalam meningkatkan daya saing dan memperkuat dominasi di pasar Indonesia.
Hal senada turut dilontarkan oleh Luther T. Panjaitan, Head of Public & Government Relations BYD Motor Indonesia. Sayang ia belum dapat membocorkan model pertama yang akan dirakit di Subang.
“Kami memang belum bisa menetapkan model yang akan diproduksi pertama kali. Tetapi prinsip umumnya adalah mobil dengan volume (penjualan) cukup dominan yang signifikan biasanya dipilih untuk diproduksi secara domestik,” tutur Luther.
Luther pun menjabarkan bahwa, ada beberapa produk dengan permintaan tinggi. Semisal BYD Atto 1, M6 dan Sealion 7.
Di sisi lain, update pembangunan fasilitas produksi BYD menjadi angin segar. Tandanya mereka sudah semakin dekat untuk membuat mobil listrik secara lokal.
Sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja. Terutama masyarakat di wilayah Subang, Jawa Barat dan sekitar.
“Kapasitas produksi (pabrik BYD) 150.000 per tahun,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dalam kesempatan terpisah.
Keberadaan pabrik BYD di Tanah Air memang sangat penting. Mengingat penjualan mereka di pasar nasional rata-rata 10 ribu per bulan.
Otomatis kehadiran fasilitas produksi satu ini, dipercaya mampu memenuhi semua permintaan para konsumen.
Jadi patut ditunggu kapan pabrik BYD bisa segera beroperasi. Lalu memproduksi kendaraan roda empat ramah lingkungan.
Selanjutnya memberikan dampak bagi industri otomotif. Kemudian berefek bagi sektor perekonomian di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Agustus 2026, 12:00 WIB
02 Agustus 2026, 07:00 WIB
31 Juli 2026, 12:48 WIB
30 Juli 2026, 16:00 WIB
30 Juli 2026, 15:00 WIB
Terkini
03 Agustus 2026, 16:00 WIB
Lepas akhirnya resmi menyerahkan unit L8 PHEV ke para konsumennya, manfaatkan perhelatan otomotif GIIAS 2026
03 Agustus 2026, 15:00 WIB
Perkuat kehadirannya di RI, Wincos hadirkan tiga produk baru dan lanjutkan kolaborasi dengan Garasi Drift dan HRI
03 Agustus 2026, 14:00 WIB
Ajang pameran otomotif GIIAS 2026 menjadi waktu yang tepat untuk para pemilik mobil-mobil bermerek Suzuki
03 Agustus 2026, 13:00 WIB
Tekiro memamerkan pencapaian terbarunya dengan berhasil memecahkan rekor dunia dalam hal kompetisi mekanik
03 Agustus 2026, 12:00 WIB
Aletra akhirnya membuka selubung produk terbarunya di pasar otomotif Indonesia dan dipasarkan Oktober 2026
03 Agustus 2026, 11:00 WIB
Ford RMA Indonesia merilis model-model terbarunya untuk pasar otomotif Tanah Air, termahal Rp 1,2 miliar
03 Agustus 2026, 10:00 WIB
Konsep desain Suzuki XBee berpeluang diadopsi untuk model-model Suzuki lain yang sudah ada di pasar Indonesia
03 Agustus 2026, 09:00 WIB
Toyota terus berusaha menggoda para pencinta offroad, seperti dengan memberikan penyegaran pada Land Cruiser