Adira Expo Kembali Digelar di Jakarta, Tebar Banyak Promo
18 Mei 2026, 19:17 WIB
Mengalami penipuan dari oknum sales Honda, calon konsumen Brio RS mengalami kerugian hingga Rp47 juta
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Penipuan terhadap calon konsumen mobil kembali terjadi. Kejadian kali ini membuat korban mengalami kerugian hingga Rp47 juta dan melibatkan oknum sales Honda MT Haryono.
Dalam wawancara korban kepada TrenOto, calon konsumen dengan inisial YS tersebut mengatakan dirinya ingin membeli Honda Brio RS pada awal Februari 2022.
Melalui situs jual beli online, YS mendapat nomor telepon seorang sales Honda bernama Ruhan. Usai berbincang melalui telepon, keduanya janjian bertemu di diler resmi Honda MT Haryono, Jakarta.
"Saya tiba di diler resmi Honda MT Haryono, lalu masuk ke showroom dan bertemu Ruhan. Dia berpakaian lengkap sales Honda, termasuk memakai ID card dan memberikan kartu namanya. Dia menemani saya keliling showroom untuk melihat unit Brio," kata YS.
Tak hanya satu sales, korban juga bertemu supervisor bernama Dedi. Hal tersebut membuat dirinya yakin bila sales yang menemani dirinya merupakan tenaga penjual resmi perusahaan mobil pabrikan Jepang tersebut.
"Saat saya melihat unit Brio, Ruhan memanggil Dedi Ashadi. Di saat itu Ruhan mengatakan bahwa Dedi adalah supervisornya," ujarnya.
Setelah satu jam melihat unit yang akan dibeli, YS akhirnya setuju membeli Honda Brio RS dengan diskon Rp10 juta. Selain unit mobil, Ia juga menambah beberapa aksesori kendaraan agar terlihat lebih sporti.
"Ruhan menawari saya untuk upgrade sparepart supaya menjadi Brio tipe RS karena yang saya beli Brio tipe E (kelas di bawah RS) dengan harga upgrade sparepart Rp7 juta. Hal ini sudah mendapat persetujuan Dedi selaku supervisor," tuturnya.
Sebagai tanda pembelian, sales meminta YS untuk melakukan pembayaran booking fee sebesar Rp10 juta. Namun, transaksi yang berlangsung pada hari Minggu tak bisa dilakukan karena kasir resmi diler tutup.
Melihat hal ini, sales akhirnya menawarkan pembayaran dengan transfer ke rekening Dedi selaku supervisor. Korban setuju dengan iming-iming uang akan disetor saat kasir telah buka.
"Saya percaya dengan cara itu karena semua ini terjadi di dalam diler resmi Honda MT Haryono dengan karyawan sales Ruhan dan Dedi yang ada di TKP. Saya transfer ke rekening Dedi. Setelah transfer Rp10 juta, Ruhan meminta KTP dan NPWP saya untuk didata dan dia mengisi SPK di depan saya," tegasnya.
Tak hanya sekali, YS juga melakukan pengiriman uang sebesar Rp30 juta ke rekening berbeda. Dalam kesempatan tersebut, sales menyebut bila pembayaran ini dilakukan untuk mendatangkan sparepart yang telah dipesan.
"Kemudian Ruhan mengatakan melalui WA untuk melakukan transfer Rp30 juta ke rekening Dede Yusup sebagai Sparepart Manager. Ia mengatakan uang ini untuk lobi bagian sparepart agar segera datang karena saya minta Kamis unit dikirim dan sebagian disetor ke Samsat untuk urusan request nopol genap," jelasnya.
Setelah melakukan transfer YS masih mendapatkan kwitansi dari pihak terkait, sehingga tak ada kecurigaan dirinya telah menjadi korban penipuan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Mei 2026, 19:17 WIB
30 Maret 2026, 20:43 WIB
30 Maret 2026, 14:00 WIB
26 Maret 2026, 17:00 WIB
16 Maret 2026, 17:08 WIB
Terkini
25 Mei 2026, 11:00 WIB
Berkaca dari data pembeli Prelude, loyalis Honda disebut memiliki peran penting dalam mendongkrak penjualan
25 Mei 2026, 09:00 WIB
Teknologi REEV yang bakal masuk di Indonesia dalam waktu dekat dan memiliki beberapa keunggulan yang menarik
25 Mei 2026, 07:00 WIB
Banyak yang menganggap masalah pada mobil bisa diperbaiki sendiri, namun jika dipaksakan akan menjadi masalah
25 Mei 2026, 06:01 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta, ada di lima lokasi berbeda
25 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian kembali menghadirkan SIM keliling Bandung untuk melayani para pengendara motor maupun mobil
25 Mei 2026, 06:00 WIB
Jelang libur Idul Adha 2026, skema Ganjil Genap Jakarta masih tetap berlaku untuk meminimalisir kepadatan
24 Mei 2026, 20:00 WIB
iCar V23 resmi dipasarkan di Tanah Air dengan banderol Rp 389,9 Juta dan menjadi SUV bertenaga listrik paling terjangkau
24 Mei 2026, 19:00 WIB
16 ribu unit mobil listrik Jaecoo J5 EV terkirim ke konsumen sejak awal peluncurannya jelang akhir 2025