Diskon Nissan Serena di GIIAS 2026 Capai Rp 40 Juta
12 Februari 2026, 15:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Nissan Motor Corporation dan Renault Group mengungkap bahwa mereka tengah melakukan restrukturisasi aliansi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kebangkrutan serta mempertahankan aliansi.
Nissan bahkan telah menyepakati menjual 51 persen sahamnya di Renault Nissan Automotive India Private Ltd (RNAIPL) pada Renault. Nilai transaksinya pun dikabarkan cukup besar karena mencapai 200 juta euro dan bakal selesai pada akhir kuartal kedua 2025.
Berkat ini maka saham Renault di perusahaan tersebut menjadi 100 persen. Namun Nissan pun akan mendapatkan dana segar yang dibutuhkan agar bisa bertahan.
Meski sepenuhnya dimiliki Renault, Nissan Magnite bakal tetap diproduksi di India. Pabrikan asal Jepang itu juga memastikan bakal terus hadir di India dengan menawarkan beragam produk.
Nissan juga mengungkap bahwa dengan menjual saham mereka di perusahaan Joint Venture bisa menjadi peluang bagus buat Renault dalam memperluas pasarnya. Bahkan pabrikan asal perancis itu bisa mempercepat ekspansinya di India.
Perlu diketahui bahwa pabrik Chennai memiliki kapasitas produksi lebih dari 400.000 unot pertahun. Fasilitas tersebut hadir untuk memproduksi kendaraan berplatform CMF-A serta CMF-A+ yang dikembangkan bersama antara Nissan dan Renault.
Selain itu pabrik itu juga dibangun buat memproduksi platform CMF-B pada tahun 2026 bersama dengan empat model baru.
“Nissan berkomitmen menjaga nilai dan manfaat dari kemitraan strategis dalam Aliansi sambil menerapkan langkah pemulihan guna meningkatkan efisiensi. Tujuan kami adalah menciptakan model bisnis yang lebih gesit serta efektif
sehingga bisa merespons cepat perubahan kondisi pasar juga menghemat uang untuk investasi masa depan,” ungkap Ivan Espinosa, Presiden & CEO Nissan dilansir Global Data.
Perlu diketahui bahwa Nissan mengalami masalah keuangan serius sehingga perlu melakukan beragam tindakan agresif untuk menyelamatkan perusahaan. Salah satunya adalah melakukan kerjasama dengan Honda beberapa waktu lalu.
Sayangnya kesepakatan mereka batal sehingga Nissan harus mencari cara lain untuk mendapatkan dana seger. Pasalnya bila tidak maka perusahaan terancam gulung tikar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Februari 2026, 15:00 WIB
06 Februari 2026, 21:58 WIB
29 Januari 2026, 20:00 WIB
19 Januari 2026, 12:33 WIB
19 Januari 2026, 11:00 WIB
Terkini
14 Februari 2026, 15:00 WIB
Tiga pemenang kompetisi desain VW ID Buzz yang digelar bersama Kementerian Ekraf telah resmi diumumkan
14 Februari 2026, 13:03 WIB
Peserta test drive unit andalan Suzuki di IIMS 2026 bisa mendapatkan beragam hadiah-hadiah yang menarik
14 Februari 2026, 13:00 WIB
DFSK Super Cab digunakan oleh BNPB sebagai unit water treatment yang ditempatkan di lokasi-lokasi bencana
14 Februari 2026, 12:00 WIB
Kehadiran Denza B5 langsung mencuri perhatian banyak pihak, pencinta otomotif penasaran dengan produk tersebut
14 Februari 2026, 12:00 WIB
Jaecoo J5 EV yang ramai dipesan oleh masyarakat Indonesia telah menunjuk UFilm sebagai pemasok kaca film resmi
14 Februari 2026, 11:00 WIB
Jetour menggandeng beberapa pihak dalam melakukan investigasi terbakarnya T2, seperti Kemenhub dan KNKT
14 Februari 2026, 10:30 WIB
BYD berhasil dorong penjualan mobil listrik nasional dengan mencatatkan angka penjualan sebesar 54.000 unit di 2025
14 Februari 2026, 10:00 WIB
F4 Indonesia siap digelar pada ajang Mandalika Festival of Speed di pertengahan 2026 dengan dua konsep balap