Nissan Fairlady Z Sukses Jadi Bintang di GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 20:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Nissan Motor Corporation dan Renault Group mengungkap bahwa mereka tengah melakukan restrukturisasi aliansi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kebangkrutan serta mempertahankan aliansi.
Nissan bahkan telah menyepakati menjual 51 persen sahamnya di Renault Nissan Automotive India Private Ltd (RNAIPL) pada Renault. Nilai transaksinya pun dikabarkan cukup besar karena mencapai 200 juta euro dan bakal selesai pada akhir kuartal kedua 2025.
Berkat ini maka saham Renault di perusahaan tersebut menjadi 100 persen. Namun Nissan pun akan mendapatkan dana segar yang dibutuhkan agar bisa bertahan.
Meski sepenuhnya dimiliki Renault, Nissan Magnite bakal tetap diproduksi di India. Pabrikan asal Jepang itu juga memastikan bakal terus hadir di India dengan menawarkan beragam produk.
Nissan juga mengungkap bahwa dengan menjual saham mereka di perusahaan Joint Venture bisa menjadi peluang bagus buat Renault dalam memperluas pasarnya. Bahkan pabrikan asal perancis itu bisa mempercepat ekspansinya di India.
Perlu diketahui bahwa pabrik Chennai memiliki kapasitas produksi lebih dari 400.000 unot pertahun. Fasilitas tersebut hadir untuk memproduksi kendaraan berplatform CMF-A serta CMF-A+ yang dikembangkan bersama antara Nissan dan Renault.
Selain itu pabrik itu juga dibangun buat memproduksi platform CMF-B pada tahun 2026 bersama dengan empat model baru.
“Nissan berkomitmen menjaga nilai dan manfaat dari kemitraan strategis dalam Aliansi sambil menerapkan langkah pemulihan guna meningkatkan efisiensi. Tujuan kami adalah menciptakan model bisnis yang lebih gesit serta efektif
sehingga bisa merespons cepat perubahan kondisi pasar juga menghemat uang untuk investasi masa depan,” ungkap Ivan Espinosa, Presiden & CEO Nissan dilansir Global Data.
Perlu diketahui bahwa Nissan mengalami masalah keuangan serius sehingga perlu melakukan beragam tindakan agresif untuk menyelamatkan perusahaan. Salah satunya adalah melakukan kerjasama dengan Honda beberapa waktu lalu.
Sayangnya kesepakatan mereka batal sehingga Nissan harus mencari cara lain untuk mendapatkan dana seger. Pasalnya bila tidak maka perusahaan terancam gulung tikar.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 Agustus 2026, 20:00 WIB
16 Juni 2026, 10:00 WIB
02 Juni 2026, 09:00 WIB
20 Mei 2026, 13:55 WIB
29 April 2026, 13:00 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E