Kabar Terbaru Akuisisi Pabrik Handal Pondok Ungu Oleh Chery
29 April 2026, 13:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Nissan Motor Corporation dan Renault Group mengungkap bahwa mereka tengah melakukan restrukturisasi aliansi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kebangkrutan serta mempertahankan aliansi.
Nissan bahkan telah menyepakati menjual 51 persen sahamnya di Renault Nissan Automotive India Private Ltd (RNAIPL) pada Renault. Nilai transaksinya pun dikabarkan cukup besar karena mencapai 200 juta euro dan bakal selesai pada akhir kuartal kedua 2025.
Berkat ini maka saham Renault di perusahaan tersebut menjadi 100 persen. Namun Nissan pun akan mendapatkan dana segar yang dibutuhkan agar bisa bertahan.
Meski sepenuhnya dimiliki Renault, Nissan Magnite bakal tetap diproduksi di India. Pabrikan asal Jepang itu juga memastikan bakal terus hadir di India dengan menawarkan beragam produk.
Nissan juga mengungkap bahwa dengan menjual saham mereka di perusahaan Joint Venture bisa menjadi peluang bagus buat Renault dalam memperluas pasarnya. Bahkan pabrikan asal perancis itu bisa mempercepat ekspansinya di India.
Perlu diketahui bahwa pabrik Chennai memiliki kapasitas produksi lebih dari 400.000 unot pertahun. Fasilitas tersebut hadir untuk memproduksi kendaraan berplatform CMF-A serta CMF-A+ yang dikembangkan bersama antara Nissan dan Renault.
Selain itu pabrik itu juga dibangun buat memproduksi platform CMF-B pada tahun 2026 bersama dengan empat model baru.
“Nissan berkomitmen menjaga nilai dan manfaat dari kemitraan strategis dalam Aliansi sambil menerapkan langkah pemulihan guna meningkatkan efisiensi. Tujuan kami adalah menciptakan model bisnis yang lebih gesit serta efektif
sehingga bisa merespons cepat perubahan kondisi pasar juga menghemat uang untuk investasi masa depan,” ungkap Ivan Espinosa, Presiden & CEO Nissan dilansir Global Data.
Perlu diketahui bahwa Nissan mengalami masalah keuangan serius sehingga perlu melakukan beragam tindakan agresif untuk menyelamatkan perusahaan. Salah satunya adalah melakukan kerjasama dengan Honda beberapa waktu lalu.
Sayangnya kesepakatan mereka batal sehingga Nissan harus mencari cara lain untuk mendapatkan dana seger. Pasalnya bila tidak maka perusahaan terancam gulung tikar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 April 2026, 13:00 WIB
30 Maret 2026, 11:00 WIB
23 Februari 2026, 12:00 WIB
12 Februari 2026, 15:00 WIB
06 Februari 2026, 21:58 WIB
Terkini
18 Mei 2026, 19:19 WIB
BYD jadi merek mobil Cina dengan penjualan terbanyak di Indonesia pada April 2026 disusul Jaecoo dan Wuling
18 Mei 2026, 19:17 WIB
Adira Expo Tebar Promo diklaim mampu menjawab kebutuhan para konsumen, terkhusus soal mobil dan motor baru
18 Mei 2026, 13:00 WIB
Penjualan Jetour secara retail stabil dan mengalami kenaikan sejak awal 2026, totalnya tembus 822 unit
18 Mei 2026, 11:21 WIB
Marco Bezzecchi berhasil mengumpulkan 142 poin pada puncak klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Catalunya
18 Mei 2026, 06:06 WIB
Skema Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku mulai dari ini setelah libur panjang untuk sedikit mengurai kemacetan
18 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua tempat berbeda agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish