Nissan Fairlady Z Sukses Jadi Bintang di GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 20:00 WIB
Nissan resmi geser Makoto Uchida dari kursi CEO dan digantikan oleh Ivan Espinosa mulai 1 April 2025
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Nissan akhirnya memutuskan untuk mengganti Makoto Uchida dari jabatannya sebagai Chief Executive Officer setelah gagal melakukan merger dengan Honda. Pabrikan asal Jepang itu akan mengangkat Ivan Espinosa, Chief Planning Officer sebagai penggantinya.
Penggantian pun rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat. Dilansir dari Associated Press, ia bakal resmi duduk sebagai CEO pada 1 April 2025.
Espinosa sendiri bukanlah orang baru buat Nissan pasalnya ia sudah bergabung dengan perusahaan sejak 2003. Ia cukup banyak mengembangkan karirnya di kawasan Meksiko dan Asia Tenggara.
“Saya percaya bahwa Nissan memiliki potensi jauh lebih besar dibanding apa yang kita lihat saat ini. Perusahaan pasti akan bangkit kembali” ungkapnya pada media (11/03).
Namun ia menolak untuk memberi tanggapan apakah akan mencoba melakukan perundingan ulang dengan Honda atau tidak. Espinosa mengungkap masih membutuhkan waktu guna memikirkan beragam strategi buat perusahaan di masa depan.
Selain Uchida, jajaran direksi Nissan juga mengalami banyak perubahan. Langkah strategis tersebut diharapkan bisa memberi angin segar pada perusahaan yang tengah dalam tekanan.
Perlu diketahui bahwa sebelumnya Nissan berencana untuk melakukan merger dengan Honda. Langkah itu dipercaya dapat menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan.
Namun kesepakatan itu batal di tengah jalan karena Honda ingin menjadikan Nissan sebagai anak perusahaan. Padahal di awal perjanjian, keduanya akan menjadi dua entitas dengan hak suara yang sama.
Makoto Uchida menilai bahwa kesepakatan tersebut tidak menguntungkan buat perusahaan yang sedang ia pimpin. Oleh sebab itu ia pun membatalkan rencana merger.
Situasi itu tentu sangat buruk mengingat perusahaan kemungkinan bakal mengalami kerugian bersih sebesar $536 juta atau setara Rp 8,7 triliun untuk tahun fiskal yang berakhir pada bulan Maret.
Meski demikian, Nissan sebenarnya masih memiliki beberapa cara untuk menyelamatkan diri dari kebangkrutan. Salah satunya adalah dengan menggandeng Foxconn, sebuah perusahaan teknologi asal Taiwan.
Tak hanya itu, Nissan juga sudah melakukan beragam cara lain termasuk memecat 9.000 karyawannya di seluruh dunia. Sehingga diharapkan beban perusahaan bisa lebih ringan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 Agustus 2026, 20:00 WIB
16 Juni 2026, 10:00 WIB
02 Juni 2026, 09:00 WIB
20 Mei 2026, 13:55 WIB
10 April 2026, 15:04 WIB
Terkini
14 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa mengurai kemacetan panjang di sejumlah jalan protokol Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta masih berlaku
14 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik untuk Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
14 September 2026, 05:48 WIB
Kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak informasi lengkap SIM keliling Jakarta hari ini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan