Penjualan Mobil Bekas Tumbuh 12 Persen di GIIAS 2026
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
Nissan dikabarkan bakal jual kantor pusat mereka di Yokohama untuk mendapatkan dana segar dan selamatkan perusahaan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Tekanan keuangan pada Nissan masih terus berlanjut. Pabrikan asal Jepang tersebut pun dikabarkan telah membuka kemungkinan untuk menjual kantor pusat mereka yang berada di Yokohama, Jepang.
Bahkan Nissan dikabarkan sudah memasukkan kantor ke dalam aset yang akan mereka jual hingga Maret 2026. Dilansir dari Carscoops, langkah tersebut dinilai bisa membuat perusahaan bisa bertahan lebih lama.
Meski demikian hal tersebut tentunya tidak mudah. Pasalnya lokasi itu sudah menjadi kantor pusat Nissan sejak relokasi dari Tokyo di 2009 dan sangat strategis karena dekat dengan stasiun Yokohama yang sibuk.
Properti diperkirakan memiliki nilai lebih dari 100 miliar yen atau setara Rp 11,3 triliun. Dana itu tentunya bisa membantu keuangan perusahaan untuk menutup tujuh dari 17 pabrik globalnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Nissan tengah dalam masalah keuangan yang cukup parah. Terutara setelah merger dengan Honda mengalami kegagalan.
Meski demikian Toyota justruk sempat diisukan membuka komunikasi dengan Nissan. Perusahaan otomotif terbesar itu dikabarkan berencana untuk membentuk aliansi.
Sayangnya sampai berita ini dibuat belum ada informasi lanjutan terkait kabar tersebut. Akan tetapi Ivan Espinosa, CEO Nissan mengatakan bahwa mereka terbuka pada segala peluang kerja sama.
Namun prioritas utama mereka sekarang adalah menstabilkan kondisi keuangan perusahaan terlebih dahulu.
Demi mengurangi pengeluaran, Nissan pun telah melakukan beberapa langkah strategis. Termasuk diantaranya memecat 10.000 pekerja di seluruh dunia.
Dengan ini maka Nissan kemungkinan bakal melakukan PHK pada 20.000 orang atau sekitar 15 persen dari total tenaga kerja mereka secara global. Jumlah tercapai selama tahun fiskal 2024 atau sepanjang 1 April 2024 hingga 31 Maret 2025.
Selain itu Nissan juga membatalkan pembangunan pabrik baterai EV (Electric Vehicle) di Jepang. Mereka bahkan telah menutup fasilitas produksi di Wuhu, Cina karena anjloknya penjualan di negeri tirai bambu.
Semua langkah yang dilakukan diharapkan bisa menyelamatkan perusahaan setelah mengalami kerugian 750 miliar yen atau sekitar Rp 84 triliun selama tahun fiskal 2024.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
02 Agustus 2026, 20:00 WIB
23 Juli 2026, 23:04 WIB
23 Juli 2026, 09:00 WIB
Terkini
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Mobil hybrid menjadi salah satu opsi transisi elektrifikasi yang menuai respons positif dari masyarakat
31 Agustus 2026, 07:00 WIB
Setidaknya ada 100 model mobil baru dihadirkan Hyundai sampai 2030, termasuk kendaraan energi terbarukan
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Kepolisian terus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir Agustus, layanan SIM keliling Jakarta kembali beroperasi di lima lokasi strategis hari ini
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurai kemacetan parah terutama di sejumlah jalan protokol, Ganjil Genap Jakarta masih andalan
30 Agustus 2026, 20:14 WIB
Marc Marquez berhasil keluar sebagai jawara di MotoGP Aragon 2026 dan menambah catatan apik di Motorland
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
BAIC T1 menawarkan rasa berkendara yang nyaman serta lincah ketik diajak untuk perjalanan ke luar kota
29 Agustus 2026, 21:08 WIB
Marc Marquez kembali unjuk performa di Sprint Race MotoGP Aragon 2026, naik podium bersama Alex Marquez