Nissan Fairlady Z Sukses Jadi Bintang di GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 20:00 WIB
Nissan dikabarkan tengah dilanda badai PHK, mereka berencana merumahkan sampai 20 ribu karyawan secara global
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Badai PHK (Pemutusaan Hubungan Kerja) tidak hanya terjadi pada industri di Indonesia saja. Namun turut dialami oleh Nissan, produsen mobil asal Jepang.
Mengutip laporan NHK World Japan, Selasa (13/05) Nissan berencana melakukan pemecatan lebih dari 10 ribu pekerja di seluruh dunia.
Dengan angka di atas, maka jumlah karyawan Nissan yang akan dirumahkan mencapai 20 ribu orang atau sekitar 15 persen dari total tenaga kerja Nissan secara global.
"Sebuah sumber mengatakan perusahaan berencana melakukan pemutusan hubungan kerja tambahan karena penjualan unit telah menurun lebih dari yang diprediksi," tulis media asal Jepang tersebut.
Lebih jauh disebutkan kalau Nissan mencatatkan kerugian bersih sebesar 750 miliar yen atau setara Rp 84 triliun.
Jumlah tersebut berlangsung selama tahun fiskal 2024 atau sepanjang 1 April 2024 hingga 31 Maret 2025.
Padahal pada awal Maret lalu, kerugiaan Nissan diperkirakan hanya sekitar 80 miliar yen atau setara Rp 8,97 triliun.
Akan tetapi kondisi perusahaan semakin memburuk. Sehingga terpaksa untuk memangkas jumlah karyawan mereka.
"Selain itu mereka akan membatalkan rencana untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Kota Kitakyushu, Jepang bagian barat," lanjut media satu ini.
Tak berhenti sampai di situ, kondisi Nissan yang kian memburuk membuat mereka juga berencana menutup tiga fasilitas produksi di Thailand serta negara lain.
"Perusahaan diperkirakan akan mengumumkan rencana baru tersebut pada konferensi pers untuk merilis hasil bisnis pada Selasa," tegas media Jepang itu.
Sekadar mengingatkan, Nissan memang sedang berjuang melawan kondisi keuangan yang memburuk selama beberapa waktu.
Apalagi di tengah gempuran manufaktur asal Cina yang semakin membanjiri pasar otomotif di sejumlah negara.
Perlu diketahui, Nissan telah menempuh sejumlah langkah untuk mempertahankan kelangsungan perusahaan dalam dunia binis.
Seperti contoh dengan melakukan pembicaraan bersama Honda terkait merger. Hanya saja diskusi tersebut tidak menemukan titik terang.
Penyebabnya, Honda mau menjadikan Nissan sebuah subsidiari alih-alih perusahaan rekanan.
Lalu Nissan Motor Corporation dan Renault Group mengungkap bahwa mereka tengah melakukan restrukturisasi aliansi.
Hal ini dilakukan untuk menghindari kebangkrutan serta mempertahankan aliansi.
Nissan bahkan telah menyepakati menjual 51 persen sahamnya di Renault Nissan Automotive India Private Ltd (RNAIPL) pada Renault.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Agustus 2026, 20:00 WIB
16 Juni 2026, 10:00 WIB
02 Juni 2026, 09:00 WIB
29 Mei 2026, 07:00 WIB
20 Mei 2026, 13:55 WIB
Terkini
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah dalam pengurusan dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C dengan syarat belum lewat tenggat waktu
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mencegah kebuntuan pada jalan protokol terutama jam sibuk
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Penjualan mobil di Indonesia mengalami pemulihan di periode Juli 2026, tercatat 77.412 unit secara retail
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Sejauh ini, kebakaran EV yang terjadi di Indonesia bukan disebabkan oleh baterai dan masih dapat dipadamkan