Sudah Terdaftar, Suzuki Tanggapi Kehadiran e Sky di RI
25 September 2026, 17:23 WIB
Tidak hanya melakukan PHK, Nissan batalkan rencana pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Jepang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur otomotif asal Jepang, Nissan terus mengalami tantangan. Di tengah ketatnya persaingan mobil listrik, Nissan justru membatalkan pembangunan pabrik baterai EV (Electric Vehicle) di Jepang.
Perlu diketahui, awalnya Nissan memiliki rencana untuk melakukan pengembangan baterai mobil listrik secara mandiri guna menekan harga produksi di masa mendatang.
Baterai yang bakal diproduksi seharusnya merupakan LFP (Lithium Ferro Phosphate) untuk nantinya disematkan ke lini kendaraan listrik Nissan pada tahun fiskal 2028.
Fasilitas perakitan baterai EV Nissan adalah bagian dari investasi Nissan sebesar 1 miliar USD.
Ditambah lagi pemerintah Jepang dikabarkan bakal memberikan dana tambahan sampai 384 juta USD guna membantu menjaga persediaan domestik Nissan.
Sebelum pembatalan rencana pembangunan pabrik baterai EV, Nissan juga telah menutup fasilitas produksi di Wuhu, Cina karena anjloknya penjualan di negeri tirai bambu.
Bukan jadi hal mengejutkan, apalagi jika mengingat Nissan mencatatkan kerugian bersih 750 miliar yen (Rp 84 triliun) selama tahun fiskal 2024 atau periode April 2024 sampai Maret 2025.
Sementara itu di Indonesia, Nissan mengikuti langkah pabrikan Jepang lain yang masih lebih fokus pada penjualan mobil hybrid atau HEV (Hybrid Electric Vehicle).
Isu kebangkrutan di Jepang dan pasar global sempat ditepis oleh perwakilan Nissan Indonesia.
“Saya rasa pasar Indonesia tidak (terdampak) ya. Karena ordering (unit) kita sudah fix sekarang,” kata Caca Tobing, National Sales Head PT NMDI (Nissan Motor Distributor Indonesia) di Senayan beberapa waktu lalu.
Penjualan mereka sejauh ini diklaim baik, dengan MPV (Multi Purpose Vehicle) teranyar Serena e-Power sebagai salah satu kontributor terbesar.
“Kontribusinya (penjualan Nissan Serena e-Power) bisa 50 persen. Makanya menurut kita, e-Power itu jawaban dari kebutuhan pelanggan Indonesia,” tegas Caca.
Hingga saat ini, pihak Nissan belum menunjukkan ketertarikan buat menghadirkan mobil listrik baru. Satu-satunya EV dari Nissan adalah Leaf.
Produk lain yang disinyalir hadir ke Tanah Air dalam waktu dekat ini adalah generasi terbaru dari X-Trail e-Power, menambah opsi mobil hybrid bagi konsumen dalam negeri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif