UFilm Resmi Jadi Kaca Film OEM Mobil Listrik Jaecoo J5
14 Februari 2026, 12:00 WIB
Tidak hanya melakukan PHK, Nissan batalkan rencana pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Jepang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur otomotif asal Jepang, Nissan terus mengalami tantangan. Di tengah ketatnya persaingan mobil listrik, Nissan justru membatalkan pembangunan pabrik baterai EV (Electric Vehicle) di Jepang.
Perlu diketahui, awalnya Nissan memiliki rencana untuk melakukan pengembangan baterai mobil listrik secara mandiri guna menekan harga produksi di masa mendatang.
Baterai yang bakal diproduksi seharusnya merupakan LFP (Lithium Ferro Phosphate) untuk nantinya disematkan ke lini kendaraan listrik Nissan pada tahun fiskal 2028.
Fasilitas perakitan baterai EV Nissan adalah bagian dari investasi Nissan sebesar 1 miliar USD.
Ditambah lagi pemerintah Jepang dikabarkan bakal memberikan dana tambahan sampai 384 juta USD guna membantu menjaga persediaan domestik Nissan.
Sebelum pembatalan rencana pembangunan pabrik baterai EV, Nissan juga telah menutup fasilitas produksi di Wuhu, Cina karena anjloknya penjualan di negeri tirai bambu.
Bukan jadi hal mengejutkan, apalagi jika mengingat Nissan mencatatkan kerugian bersih 750 miliar yen (Rp 84 triliun) selama tahun fiskal 2024 atau periode April 2024 sampai Maret 2025.
Sementara itu di Indonesia, Nissan mengikuti langkah pabrikan Jepang lain yang masih lebih fokus pada penjualan mobil hybrid atau HEV (Hybrid Electric Vehicle).
Isu kebangkrutan di Jepang dan pasar global sempat ditepis oleh perwakilan Nissan Indonesia.
“Saya rasa pasar Indonesia tidak (terdampak) ya. Karena ordering (unit) kita sudah fix sekarang,” kata Caca Tobing, National Sales Head PT NMDI (Nissan Motor Distributor Indonesia) di Senayan beberapa waktu lalu.
Penjualan mereka sejauh ini diklaim baik, dengan MPV (Multi Purpose Vehicle) teranyar Serena e-Power sebagai salah satu kontributor terbesar.
“Kontribusinya (penjualan Nissan Serena e-Power) bisa 50 persen. Makanya menurut kita, e-Power itu jawaban dari kebutuhan pelanggan Indonesia,” tegas Caca.
Hingga saat ini, pihak Nissan belum menunjukkan ketertarikan buat menghadirkan mobil listrik baru. Satu-satunya EV dari Nissan adalah Leaf.
Produk lain yang disinyalir hadir ke Tanah Air dalam waktu dekat ini adalah generasi terbaru dari X-Trail e-Power, menambah opsi mobil hybrid bagi konsumen dalam negeri.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
14 Februari 2026, 07:00 WIB
13 Februari 2026, 19:22 WIB
13 Februari 2026, 17:55 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja