Penjualan Mobil Bekas Tumbuh 12 Persen di GIIAS 2026
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
Nissan bakal jual saham mereka di Renault untuk kembangkan produk baru dan bertahan dari kebangkrutan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Beragam cara dilakukan Nissan agar perusahaan tetap bisa bertahan di tengah tekanan. Salah satunya adalah dengan mengurangi kepemilikannya di Renault.
Kedua perusahaan telah sepakat untuk mengurangi kepemilikan saham minimum dari masing-masing perusahaan. Dari sebelumnya sebesar 15 persen menjadi 10 persen.
Dengan menjual saham mereka di Renault maka perusahaan bisa meraih sekitar 100 miliar yen atau sekitar Rp 11,3 triliun. Dana tersebut dapat dipakai perusahaan buat mengembangkan kendaraan baru di tengah kondisi yang menantang saat ini.
“Kami mengurangi kepemilikan silang saham kami untuk berinvestasi dalam pengembangan kendaraan. Namun, belum ada keputusan pasti yang dibuat pada tahap ini," ungkap Ivan Espinosa, CEO Nissan Motor.
Penjualannya bakal menjadi salah satu titik renggangnya kerja sama yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade. Terlebih Renault telah melepas sahamnya di Nissan secara bertahap sejak 2023 lalu.
Langkah tersebut dilakukan saat perombakan aliansi Nissan dan Renault agar kedua perusahaan bisa lebih setara.
Sebelumnya diberitakan bahwa Nissan tengah berupaya mengembalikan kondisi keuangan mereka. Selain melepas saham di Renault, mereka berencana untuk melepas beberapa aset penting termasuk kantor utamanya di yang berada di Yokohama, Jepang.
Bahkan pabrikan asal Jepang itu dikabarkan sudah memasukkan kantor ke dalam aset yang akan dijual hingga Maret 2026.
Meski demikian hal tersebut tidak mudah lokasi itu sudah menjadi kantor pusat sejak relokasi dari Tokyo di 2009. Lokasinya punsangat strategis karena dekat dengan stasiun Yokohama.
Namun properti Nissan ditaksir punya nilai 100 miliar yen. Dana itu tentunya bisa membantu keuangan perusahaan untuk menutup tujuh dari 17 pabrik globalnya.
Tak hanya itu, perusahaan juga telah melakukan beberapa langkah strategis lain termasuk memecat sekitar 20.000 pekerja di seluruh dunia. Jumlah tersebut setara dengan 15 persen dari total tenaga kerja mereka secara global.
Jumlah tercapai selama tahun fiskal 2024 atau sepanjang 1 April 2024 hingga 31 Maret 2025.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
02 Agustus 2026, 20:00 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna