Diskon Nissan Serena di GIIAS 2026 Capai Rp 40 Juta
12 Februari 2026, 15:00 WIB
Nissan disebut tengah menyiapkan opsi pensiun dini kepada karyawan mereka yang berada di Amerika Serikat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Krisis finansial yang dialami oleh Nissan masih juga belum terselesaikan. Beberapa cara tengah mereka tempuh.
Salah satunya adalah dengan mengurangi jumlah karyawan manufaktur asal Jepang tersebut yang ada di seluruh dunia.
Menyitat Kyodo News pada Jumat (30/05), Nissan disebut menawarkan opsi pensiun dini kepada para pekerja di pabrik mereka di Amerika Serikat (AS).
“Hal itu karena produsen mobil ini sedang kesulitan serta ingin mempercepat upaya memperbaiki situasi,” tulis Kyodo.
Kendati demikian, Nissan belum mengungkapkan rincian mengenai kebijakan tersebut. Seperti jumlah karyawan serta syarat untuk pensiun dini.
Namun, keputusan satu ini dikabarkan diperuntukan kepada para pekerja yang berada di departemen administrasi maupun pabrik perakitan kendaraan.
“Program ini merupakan bagian dari upaya perampingan Nissan yang diungkap awal bulan lalu,” lanjut mereka.
Memang sebelumnya jenama asal Negeri Sakura itu diisukan mau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada ribuan karyawan.
Kemudian juga berencana menutup tujuh pabrik yang ada di sejumlah lokasi di dunia, sehingga bisa melancarkan usaha mereka bangkit dari krisis keuangan.
“Di dalam negeri (Jepang), Nissan juga akan menawarkan pensiun dini kepada staf administrasi pada musim panas ini,” tutur media daring tersebut.
Dengan begitu, maka jumlah tenaga kerja yang ada dapat dimaksimalkan demi mempertahankan lini bisnis mereka.
Di sisi lain, sejumlah langkah turut ditempuh Nissan guna menyelesaikan krisis keuangan sedang terjadi, semisal menerbitkan obligasi atau surat utang.
Lalu menjual aset perusahaan yang ada, sehingga diharapkan mereka bisa mendapatkan dana segar sebanyak 1 triliun yen atau sekitar Rp 113,1 triliun.
Sebuah sumber mengatakan rencana penggalangan dana di atas telah diberitahu kepada direktur oleh para pejabat eksekutif.
Sebelumnya Nissan diisukan telah membuka kemungkinan untuk menjual kantor pusat mereka di Yokohama, Jepang.
Dikabarkan kantor pusat tersebut sudah masuk ke dalam aset yang akan mereka jual hingga Maret 2026.
Meski begitu, langkah di atas dirasa tidak mudah, mengingat lokasi itu sudah menjadi kantor pusat Nissan sejak relokasi dari Tokyo di 2009 serta dekat dengan Stasiun Yokohama yang sibuk.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Februari 2026, 15:00 WIB
09 Februari 2026, 20:00 WIB
06 Februari 2026, 21:58 WIB
20 Januari 2026, 08:00 WIB
19 Januari 2026, 08:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan