Honda Prospect Motor Tunjuk Bos Baru Demi Kerek Penjualan
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Nissan disebut tengah menyiapkan opsi pensiun dini kepada karyawan mereka yang berada di Amerika Serikat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Krisis finansial yang dialami oleh Nissan masih juga belum terselesaikan. Beberapa cara tengah mereka tempuh.
Salah satunya adalah dengan mengurangi jumlah karyawan manufaktur asal Jepang tersebut yang ada di seluruh dunia.
Menyitat Kyodo News pada Jumat (30/05), Nissan disebut menawarkan opsi pensiun dini kepada para pekerja di pabrik mereka di Amerika Serikat (AS).
“Hal itu karena produsen mobil ini sedang kesulitan serta ingin mempercepat upaya memperbaiki situasi,” tulis Kyodo.
Kendati demikian, Nissan belum mengungkapkan rincian mengenai kebijakan tersebut. Seperti jumlah karyawan serta syarat untuk pensiun dini.
Namun, keputusan satu ini dikabarkan diperuntukan kepada para pekerja yang berada di departemen administrasi maupun pabrik perakitan kendaraan.
“Program ini merupakan bagian dari upaya perampingan Nissan yang diungkap awal bulan lalu,” lanjut mereka.
Memang sebelumnya jenama asal Negeri Sakura itu diisukan mau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada ribuan karyawan.
Kemudian juga berencana menutup tujuh pabrik yang ada di sejumlah lokasi di dunia, sehingga bisa melancarkan usaha mereka bangkit dari krisis keuangan.
“Di dalam negeri (Jepang), Nissan juga akan menawarkan pensiun dini kepada staf administrasi pada musim panas ini,” tutur media daring tersebut.
Dengan begitu, maka jumlah tenaga kerja yang ada dapat dimaksimalkan demi mempertahankan lini bisnis mereka.
Di sisi lain, sejumlah langkah turut ditempuh Nissan guna menyelesaikan krisis keuangan sedang terjadi, semisal menerbitkan obligasi atau surat utang.
Lalu menjual aset perusahaan yang ada, sehingga diharapkan mereka bisa mendapatkan dana segar sebanyak 1 triliun yen atau sekitar Rp 113,1 triliun.
Sebuah sumber mengatakan rencana penggalangan dana di atas telah diberitahu kepada direktur oleh para pejabat eksekutif.
Sebelumnya Nissan diisukan telah membuka kemungkinan untuk menjual kantor pusat mereka di Yokohama, Jepang.
Dikabarkan kantor pusat tersebut sudah masuk ke dalam aset yang akan mereka jual hingga Maret 2026.
Meski begitu, langkah di atas dirasa tidak mudah, mengingat lokasi itu sudah menjadi kantor pusat Nissan sejak relokasi dari Tokyo di 2009 serta dekat dengan Stasiun Yokohama yang sibuk.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Maret 2026, 20:43 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
26 Maret 2026, 11:00 WIB
09 Maret 2026, 07:14 WIB
05 Maret 2026, 16:00 WIB
Terkini
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
02 April 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku kartu bisa dilakukan lebih praktis di SIM keliling Jakarta, berikut lokasinya
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil