Gaikindo Akui Pasar Mobil Baru Indonesia Keok dari Malaysia
19 Desember 2025, 09:00 WIB
Nissan disebut tengah menyiapkan opsi pensiun dini kepada karyawan mereka yang berada di Amerika Serikat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Krisis finansial yang dialami oleh Nissan masih juga belum terselesaikan. Beberapa cara tengah mereka tempuh.
Salah satunya adalah dengan mengurangi jumlah karyawan manufaktur asal Jepang tersebut yang ada di seluruh dunia.
Menyitat Kyodo News pada Jumat (30/05), Nissan disebut menawarkan opsi pensiun dini kepada para pekerja di pabrik mereka di Amerika Serikat (AS).
“Hal itu karena produsen mobil ini sedang kesulitan serta ingin mempercepat upaya memperbaiki situasi,” tulis Kyodo.
Kendati demikian, Nissan belum mengungkapkan rincian mengenai kebijakan tersebut. Seperti jumlah karyawan serta syarat untuk pensiun dini.
Namun, keputusan satu ini dikabarkan diperuntukan kepada para pekerja yang berada di departemen administrasi maupun pabrik perakitan kendaraan.
“Program ini merupakan bagian dari upaya perampingan Nissan yang diungkap awal bulan lalu,” lanjut mereka.
Memang sebelumnya jenama asal Negeri Sakura itu diisukan mau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada ribuan karyawan.
Kemudian juga berencana menutup tujuh pabrik yang ada di sejumlah lokasi di dunia, sehingga bisa melancarkan usaha mereka bangkit dari krisis keuangan.
“Di dalam negeri (Jepang), Nissan juga akan menawarkan pensiun dini kepada staf administrasi pada musim panas ini,” tutur media daring tersebut.
Dengan begitu, maka jumlah tenaga kerja yang ada dapat dimaksimalkan demi mempertahankan lini bisnis mereka.
Di sisi lain, sejumlah langkah turut ditempuh Nissan guna menyelesaikan krisis keuangan sedang terjadi, semisal menerbitkan obligasi atau surat utang.
Lalu menjual aset perusahaan yang ada, sehingga diharapkan mereka bisa mendapatkan dana segar sebanyak 1 triliun yen atau sekitar Rp 113,1 triliun.
Sebuah sumber mengatakan rencana penggalangan dana di atas telah diberitahu kepada direktur oleh para pejabat eksekutif.
Sebelumnya Nissan diisukan telah membuka kemungkinan untuk menjual kantor pusat mereka di Yokohama, Jepang.
Dikabarkan kantor pusat tersebut sudah masuk ke dalam aset yang akan mereka jual hingga Maret 2026.
Meski begitu, langkah di atas dirasa tidak mudah, mengingat lokasi itu sudah menjadi kantor pusat Nissan sejak relokasi dari Tokyo di 2009 serta dekat dengan Stasiun Yokohama yang sibuk.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Desember 2025, 09:00 WIB
12 Desember 2025, 17:38 WIB
25 November 2025, 21:00 WIB
25 November 2025, 11:00 WIB
20 November 2025, 16:28 WIB
Terkini
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560
29 Desember 2025, 15:00 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
29 Desember 2025, 13:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan
29 Desember 2025, 11:00 WIB
Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025