Neta Bakal Rumahkan 400 Pekerja Karena Penjualan Turun di Thailand

Neta bakal rumahkan 400 pekerja di Thailand karena penjualan turun signifikan dibanding hasil tahun lalu

Neta Bakal Rumahkan 400 Pekerja Karena Penjualan Turun di Thailand
Adi Hidayat
  • Oleh Adi Hidayat

  • Jum'at, 27 Desember 2024 | 21:00 WIB

KatadataOTO – Neta bakal merumahkan 400 pekerja di Thailand karena penjualan mereka mengalami penurunan hingga 45,8 persen persen dibanding tahun lalu. Restrukturisasi dilakukan untuk membuat perusahaan tetap bertahan.

Dilansir dari The Nation, 400 pekerja tersebut merupakan karyawan dari Neta Auto Thailand dan Bangchan General Assembly yang memproduksi kendaraan.

Pada periode Januari hingga November 2024, Neta Auto Thailand hanya mampu menjual 6.534 unit. Padahal mereka telah menjual tiga model sekaligus yaitu Neta V, V-II dan X.

Perusahaan pun dikabarkan mengalami kerugian bersih sebesar 1,8 miliar Bath atau sekitar Rp 859,2 miliar di 2023. Padahal di tahun sebelumnya mereka berhasil mendapat laba 80,77 juta Baht atau Rp 38,5 miliar.

Skor Tes Tabrak Neta V Jeblok, Dapat Bintang Nol
Photo : ASEAN NCAP

Sejak didirikan pada 2019 hingga 2023 perusahaan telah memperoleh total pendapatan sebesar 7,78 miliar Baht atau Rp 3,71 triliun.

Sementara total kerugian yang sudah ditanggung adalah 1,72 miliar Baht. Jumlah itu setara Rp 821 miliar.

Tekanan sebenarnya tidak hanya datang dari Thailand tetapi juga perusahaan induk mereka yaitu Hozon Auto. Mereka dikabarkan mengalami masalah keuangan kakibat adanya penurunan penjualan.

Perusahaan yang berkantor pusat di Shanghai tersebut bahkan menghentikan produksi di pabrik Zhejiang dan memangkas jumlah karyawan.

Sementara itu di Indonesia, penjualan retail Neta sebenarnya juga tidak bisa dikatakan istimewa. Sepanjang Januari hingga November 2024 penjualan pabrikan asal China tersebut sudah mencapai 535 unit.

Penjualan tertingginya terjadi pada November 2024 dengan catatan mencapai 110 unit. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa mereka sempat tidak melepas satu unit pun ke pelanggan di Mei.

Hasil itu membuat mereka duduk di posisi 29 pabrikan terlaris di Indonesia.

Neta
Photo : KatadataOTO

Neta Auto Indonesia pun menegaskan bakal tetap agresif di Indonesia dengan meluncurkan dua model baru tahun depan. Mereka optimis tetap kompetitif di tengah ketatnya persaingan.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian di 2024 dan menjadi bukti dari komitmen juga kerja keras tim. Pada 2025, kami akan memperluas jangkauan serta meningkatkan layanan kami untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” ungkap Peter Huang, Director PT Neta Auto Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.


Terkini

mobil
Penjualan Mobil

Penjualan Mobil Maret 2026 Turun 14,8 Persen Imbas Libur Lebaran

Libur lebaran disebut menjadi salah satu alasan jebloknya penjualan mobil baru di RI pada periode Maret 2026

mobil
BYD Seal

Kelanjutan Kasus BYD Seal Akbar Faizal, Berakhir Damai

Kini akbar Faizal dan diler telah berkomunikasi guna melakukan perbaikan pada BYD Seal yang alamii kerusakan

news
Mitsubishi Fuso

Pengujian B50 Mitsubishi Fuso Tembus 40 Ribu Km, Mesin Masih Aman

Setelah proses road test selesai, Mitsubishi Fuso akan melihat dampak penggunaan B50 untuk kendaraan mereka

mobil
Jaecoo J5 EV

20 Mobil Terlaris Maret 2026, Jaecoo J5 EV Kuasai Posisi Teratas

Jaecoo J5 EV berhasil menjadi mobil terlaris Maret 2026 dengan mencatatkan angka wholesales sebesar 2.959 unit

mobil
Chery

Chery Sebut Kolaborasi Antar Merek Bantu Percepat Ekspansi

Menurut Chery, kerja sama antar merek untuk ekspansi global akan menjadi tren baru di kalangan manufaktur

mobil
BYD

Double Cabin Baru BYD Siap Meluncur, Berjenis PHEV

BYD diketahui sedang melakukan uji jalan sebuah double cabin baru versi terjangkau untuk pasar di dalam negeri

news
SIM Keliling Bandung

Lokasi SIM Keliling Bandung 14 April 2026, Beroperasi Sejak Pagi

Pemilik mobil dan motor bisa memanfaatkan SIM keliling Bandung hari ini untuk mengurus dokumen berkendara

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 14 April 2026, Simak Daftar Jalannya

Ganjil genap Jakarta diterapkan di puluhan ruas jalan utama yang kerap terjadi kemacetan tiap harinya