TAF Optimis Momen Lebaran Bisa Gairahkan Penjualan Mobil
26 Februari 2026, 13:00 WIB
Neta bakal rumahkan 400 pekerja di Thailand karena penjualan turun signifikan dibanding hasil tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Neta bakal merumahkan 400 pekerja di Thailand karena penjualan mereka mengalami penurunan hingga 45,8 persen persen dibanding tahun lalu. Restrukturisasi dilakukan untuk membuat perusahaan tetap bertahan.
Dilansir dari The Nation, 400 pekerja tersebut merupakan karyawan dari Neta Auto Thailand dan Bangchan General Assembly yang memproduksi kendaraan.
Pada periode Januari hingga November 2024, Neta Auto Thailand hanya mampu menjual 6.534 unit. Padahal mereka telah menjual tiga model sekaligus yaitu Neta V, V-II dan X.
Perusahaan pun dikabarkan mengalami kerugian bersih sebesar 1,8 miliar Bath atau sekitar Rp 859,2 miliar di 2023. Padahal di tahun sebelumnya mereka berhasil mendapat laba 80,77 juta Baht atau Rp 38,5 miliar.
Sejak didirikan pada 2019 hingga 2023 perusahaan telah memperoleh total pendapatan sebesar 7,78 miliar Baht atau Rp 3,71 triliun.
Sementara total kerugian yang sudah ditanggung adalah 1,72 miliar Baht. Jumlah itu setara Rp 821 miliar.
Tekanan sebenarnya tidak hanya datang dari Thailand tetapi juga perusahaan induk mereka yaitu Hozon Auto. Mereka dikabarkan mengalami masalah keuangan kakibat adanya penurunan penjualan.
Perusahaan yang berkantor pusat di Shanghai tersebut bahkan menghentikan produksi di pabrik Zhejiang dan memangkas jumlah karyawan.
Sementara itu di Indonesia, penjualan retail Neta sebenarnya juga tidak bisa dikatakan istimewa. Sepanjang Januari hingga November 2024 penjualan pabrikan asal China tersebut sudah mencapai 535 unit.
Penjualan tertingginya terjadi pada November 2024 dengan catatan mencapai 110 unit. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa mereka sempat tidak melepas satu unit pun ke pelanggan di Mei.
Hasil itu membuat mereka duduk di posisi 29 pabrikan terlaris di Indonesia.
Neta Auto Indonesia pun menegaskan bakal tetap agresif di Indonesia dengan meluncurkan dua model baru tahun depan. Mereka optimis tetap kompetitif di tengah ketatnya persaingan.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian di 2024 dan menjadi bukti dari komitmen juga kerja keras tim. Pada 2025, kami akan memperluas jangkauan serta meningkatkan layanan kami untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” ungkap Peter Huang, Director PT Neta Auto Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Februari 2026, 13:00 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
19 Februari 2026, 12:00 WIB
19 Februari 2026, 11:00 WIB
19 Februari 2026, 10:00 WIB
Terkini
03 Maret 2026, 18:00 WIB
Mobil listrik Honda Super One diyakini kuat jadi EV teranyar dari PT HPM yang masuk Indonesia tahun ini
03 Maret 2026, 17:00 WIB
Belum ada penyesuaian harga mobil listrik, ada pendatang baru seperti MG S5 EV dengan banderol Rp 300 jutaan
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif
03 Maret 2026, 12:00 WIB
Haka Auto berkomitmen untuk membangun 10 diler BYD dan Denza di semester 1 2026 guna memperkuat posisi perusahaan
03 Maret 2026, 11:00 WIB
BYD dikabarkan siap luncurkan mobil PHEV yang dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang mobil listrik
03 Maret 2026, 09:24 WIB
Denza D9 jadi pertimbangan sejumlah konsumen di segmen premium, tawarkan berbagai fitur dan keunggulan
03 Maret 2026, 09:00 WIB
Tingginya suhu di Sirkuit Buriram menjadi salah satu penyebab pelek motor balap milik Marc Marquez pecah
03 Maret 2026, 07:24 WIB
Yamaha Tmax baru yang diluncurkan pada awal 2026 di Indonesia, diklaim sudah terjual lebih dari 50 unit