Muncul di IIMS 2023, Ini Sejarah Mobil Esemka yang Curi Perhatian

Tidak banyak yang tahu sejarah mobil Esemka bakal melantai di ajang otomotif IIMS pada 16 - 26 Februari 2023

Muncul di IIMS 2023, Ini Sejarah Mobil Esemka yang Curi Perhatian
Satrio Adhy

TRENOTO – Pabrikan mobil lokal, Esemka memberi kejutan bagi penggemar otomotif Tanah Air. Pasalnya mereka tiba-tiba ikut serta dalam pameran IIMS (Indonesia International Motor Show) 2023.

Hal itu disampaikan langsung oleh Rudi MF selaku Project Manager IIMS 2023. Menurutnya pihak Esemka lebih dulu menghubungi guna ambil bagian pada ajang internasional tersebut.

Rudi menuturkan kalau nantinya manufaktur asal Jawa Tengah bakal menempati hall A JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Mereka bersanding dengan sejumlah brand besar seperti Suzuki.

Photo : Esemka

“Ini pertama kalinya Esemka ikut IIMS, perwakilannya langsung menghubungi kami menyatakan ingin meramaikan pameran,” ujar Rudi saat jumpa pers beberapa waktu lalu.

Tentu kabar ini mengejutkan banyak masyarakat. Pasalnya merek tersebut sudah lama tidak terdengar kabarnya.

Sejarah Mobil Esemka

Kendati demikian masih belum banyak orang yang tahu sejarah mobil Esemka. Padahal pengembangannya sudah dimulai sejak 2007 sebagai proyek belajar siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Negeri 1 Trucuk, Klaten, Jawa Tengah.

Dua tahun berselang dengan bimbingan Bengkel Kiat di Klaten bernama Sukiyat, mereka meluncurkan pikap Digdaya ke permukaan. Hal itu cukup mencuri perhatian masyarakat.

Terlebih Joko Widodo saat itu menjabat sebagai Wali kota Solo menggunakan produk Esemka lainnya berbentuk SUV (Sport Utility Vehicle) model Rajawali jadi kendaraan dinasnya.

Bahkan dia sempat memakainya dari Solo ke Jakarta saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI. Sayang namanya kembali meredup ketika Jokowi memimpin Ibu Kota.

Baru pada April 2015 perusahaan ACEH (Adiperkasa Citra Esemka Hero) didirikan. Dipimpin langsung oleh mantan Kepala BIN (Badan Intelijen Negara), AM Hendropriyono.

Baca Juga: Esemka Ramaikan IIMS 2023 Setelah Lama Tak Terdengar

Sebagai informasi, ACEH merupakan gabungan dari Solo Manufaktur Kreasi serta Adiperkasa Citra Lestari. Kemudian pada Januari 2016 mereka membangun pabrik Esemka di Boyolali.

Akan tetapi baru di 2019 tempat produksi ini buka secara resmi setelah dinyatakan siap. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat hingga 18 ribu unit per tahunnya.

Menurut Jokowi mobil yang diklaim buatan anak bangsa punya harga kompetitif. Sehingga bisa bersaing dengan kendaraan lain berasal dari segmen serupa.


Terkini

mobil
BYD Atto 1

BYD Sebut Insentif Masih Signifikan Dongkrak Penjualan EV

Insentif memiliki peran penting mendongkrak angka penjualan berbagai produsen EV, tidak terkecuali BYD

otosport
Sprint Race MotoGP Thailand 2026

Hasil Sprint Race MotoGP Thailand 2026: Kemenangan Perdana Acosta

Pedro Acosta meraih kemenangan dramatis atas Marc Marquez dalam ajang sprint race MotoGP Thailand 2026

news
Mitsubishi Colt L300

Mitsubishi Buka Diri Masuk Kopdes Merah Putih Lewat L300

Mitsubishi Indonesia siap meningkatkan produksi L300 jika mendapat pemesanan untuk program Kopdes Merah Putih

mobil
Hino

Presiden Direktur Hino Indonesia Diganti, Bawa Strategi Baru

Presiden Direktur Hino Indonesia diganti untuk memberi penyegaran dengan strategi baru yang lebih optimal

otosport
Yamaha

Yamaha Racing Indonesia Kenalkan Skuad Balap Baru, Ada Aldi Satya

Aldi Satya Mahendra akan terus menorehkan prestasi bagi skuad Yamaha Racing Indonesia sepanjang musim ini

mobil
Toyota Vios Hybrid

Pasar Sedan Kecil, Ini Alasan Toyota Luncurkan Vios Hybrid di RI

Meskipun peminatnya terbilang lebih sedikit, Vios Hybrid hadir buat memperluas jangkauan pasar Toyota

mobil
Geely dan Zeekr

Modal Zeekr Bersaing setelah Gagal di 2025, Siap Dirakit Lokal

Zeekr kembali ke RI di bawah naungan Geely Auto Indonesia dan bakal segera dirakit lokal di masa mendatang

news
Isuzu

Isuzu Kuasai 29 Persen Pangsa Pasar, Pikap Traga Laris Manis

Isuzu berhasil mempertahankan kinerja mereka sepanjang tahun lalu meski banyak rintangan yang menghadang