Chery J6 Dilirik Konsumen Fleet, Bisa Dijadikan Taksi Online
03 April 2025, 12:00 WIB
Mobil PHEV Toyota akan gunakan teknologi BYD agar tetap kompetitif di pasar China yang persaingannya ketat
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Mobil PHEV Toyota akan gunakan teknologi BYD untuk menggarap pasar China. Pabrikan asal Jepang tersebut berencana untuk menghadirkan tiga model dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Meski tidak disampaikan secara detail tetapi beredar kabar bahwa Toyota tertarik memanfaatkan platform PHEV DM-i. Dengan demikian Toyota Hybrid System (THS) yang digunakan pada mobil hybrid pun mereka tinggalkan karena dinilai kurang kompetitif.
Perlu diketahui bahwa selama ini mobil hybrid memang tidak mendapatkan insentif dari pemerintah China. Perlakukannya sangat berbeda dibandingkan pada Battery Electric Vehicle (BEV) maupun (PHEV) sehingga sulit mendapat pasar.
Sayangnya baik Toyota maupun BYD masih belum menjawab secara pasti kabar yang beredar tersebut.
“Namun yang pasti bila teknologi DM-1 BYD diadopsi maka Toyota bakal melakukan pemolesan sendiri. Sehingga pengalaman berkendaranya akan berbeda,” ungka Toyota dikutip dari CarNewsChina.
Perlu diketahui bahwa DM adalah platform PHEV BYD yang merupakan singkatan dari DualMode dan sudah diluncurkan sejak 2008. Perkembangannya pun cukup cepat sehingga sekarang sudah memasuki generasi kelima.
Dalam pengembangan terbarunya, sebuah kendaraan bisa menempuh perjalanan hingga 2.000 km dan hanya mengkonsumsi BBM sebanyak 2,9 liter untuk 100 km.
Kerja sama antara produsen kendaraan sebenarnya bukanlah hal baru. Mereka bahkan telan mendirikan perusahaan patungan BYD Toyota Electric Vehicle Technology dengan saham sebesar 50:50 di 2021.
Kemudian pada Toyota bZ3 juga merupakan hasil pengembangan bersama. BYD bahkan memasok sejumlah komponen seperti paket baterai LFP Blade, e-motor dan beberapa teknologi lain di dalamnya.
Sementara itu di Indonesia, usia BYD terbilang masih sangat muda. Mereka bahkan belum mengirimkan satu kendaraan pun ke pelanggan hingga mendapat beragam keluhan karena lamanya unit diterima.
Situasi itu membuat pabrikan mobil asal China tersebut meminta maaf kepada pelanggan Indonesia.
“Mohon maaf atas keterlambatan pengiriman, terima kasih sudah menunggu. Kami komitmen mulai kirim ke ribuan konsumen mulai Juni 2024,” ujar Eagle Zhao.Presiden Direktur BYD Motor Indonesia (06/05)
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 08:20 WIB
31 Maret 2025, 09:00 WIB
31 Maret 2025, 07:00 WIB
Terkini
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen