Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Mobil PHEV Toyota akan gunakan teknologi BYD agar tetap kompetitif di pasar China yang persaingannya ketat
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Mobil PHEV Toyota akan gunakan teknologi BYD untuk menggarap pasar China. Pabrikan asal Jepang tersebut berencana untuk menghadirkan tiga model dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Meski tidak disampaikan secara detail tetapi beredar kabar bahwa Toyota tertarik memanfaatkan platform PHEV DM-i. Dengan demikian Toyota Hybrid System (THS) yang digunakan pada mobil hybrid pun mereka tinggalkan karena dinilai kurang kompetitif.
Perlu diketahui bahwa selama ini mobil hybrid memang tidak mendapatkan insentif dari pemerintah China. Perlakukannya sangat berbeda dibandingkan pada Battery Electric Vehicle (BEV) maupun (PHEV) sehingga sulit mendapat pasar.
Sayangnya baik Toyota maupun BYD masih belum menjawab secara pasti kabar yang beredar tersebut.
“Namun yang pasti bila teknologi DM-1 BYD diadopsi maka Toyota bakal melakukan pemolesan sendiri. Sehingga pengalaman berkendaranya akan berbeda,” ungka Toyota dikutip dari CarNewsChina.
Perlu diketahui bahwa DM adalah platform PHEV BYD yang merupakan singkatan dari DualMode dan sudah diluncurkan sejak 2008. Perkembangannya pun cukup cepat sehingga sekarang sudah memasuki generasi kelima.
Dalam pengembangan terbarunya, sebuah kendaraan bisa menempuh perjalanan hingga 2.000 km dan hanya mengkonsumsi BBM sebanyak 2,9 liter untuk 100 km.
Kerja sama antara produsen kendaraan sebenarnya bukanlah hal baru. Mereka bahkan telan mendirikan perusahaan patungan BYD Toyota Electric Vehicle Technology dengan saham sebesar 50:50 di 2021.
Kemudian pada Toyota bZ3 juga merupakan hasil pengembangan bersama. BYD bahkan memasok sejumlah komponen seperti paket baterai LFP Blade, e-motor dan beberapa teknologi lain di dalamnya.
Sementara itu di Indonesia, usia BYD terbilang masih sangat muda. Mereka bahkan belum mengirimkan satu kendaraan pun ke pelanggan hingga mendapat beragam keluhan karena lamanya unit diterima.
Situasi itu membuat pabrikan mobil asal China tersebut meminta maaf kepada pelanggan Indonesia.
“Mohon maaf atas keterlambatan pengiriman, terima kasih sudah menunggu. Kami komitmen mulai kirim ke ribuan konsumen mulai Juni 2024,” ujar Eagle Zhao.Presiden Direktur BYD Motor Indonesia (06/05)
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru