Pengamat Jelaskan Karakter Konsumen Mobil Listrik Murah
19 Februari 2026, 08:00 WIB
Resmi memeriahkan pasar otomotif Jepang, mobil listrik Nissan dan Mitsubishi memiliki harga sangat terjangkau
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Sukses dikembangkan bersama, mobil listrik Nissan dan Mitsubishi resmi memeriahkan pasar otomotif Jepang. Kedua mobil ini diharapkan mampu membuat masyarakat beralih dari mobil konvesional ke kendaraan listrik.
Menjadi bagian dari aliansi Renault, perusahaan asal Jepang tersebut pernah dianggap sebagai pelopor pasar kendaraan listrik Jepang. Meskipun saat ini keduanya perlu mencari cara untuk menarik pelanggan dan menghadapi tantangan dari pendatang baru yang tumbuh cepat seperti Tesla.
"Saya yakin bahwa (kendaraan baru) yang mewakili aliansi akan menjadi pengubah permainan untuk kendaraan listrik di Jepang," kata Makoto Uchida selaku Chief Executive Officer Nissan di Kurashiki, Jepang Barat.
Hadir sebagai mobil mikro kei, kedua perusahaan berharap mobil yang diluncurkan mampu diterima dengan baik karena memiliki beragam keunggulan. Terlebih mobil mungil tersebut menjadi penyumbang penjualan kendaraan roda empat terbesar di Jepang.
Aliansi tiga perusahaan tersebut sebelumnya membeberkan rencana mereka lima tahun mendatang. Perusahaan otomotif raksasa tersebut siap melakukan investasi hingga USD 26 miliar untuk pengembangan kendaraan listrik, termasuk mobil kei yang diluncurkan.
Setelah hadir dengan dua kendaraan listriknya yakni Nissan Leaf dan Ariya. Perusahaan akan menawarkan kendaraan listrik ringan pertamanya bernama Sakura.
Memiliki harga mulai dari 1,78 juta yen atau setara dengan Rp204 juta setelah mendapatkan subsidi pemerintah, mobil tersebut mampu menempuh jarak hingga 180 km.
Mempunyai daya jangkau yang sama, Mitsubishi Motors juga menghadirkan eK cross EV. Terkait harga, mobil ini ditawarkan lebih mahal yakni mulai dari 1,85 juta yen atau setara dengan Rp212 juta termasuk subsidi.
Meski telah resmi diperkenalkan, kedua perusahaan menegaskan bila mobil akan mulai dijual pada musim panas tahun ini.
"Orang yang dulu berpikir bahwa kendaraan listrik terlalu mahal akan menjadi sedikit lebih tertarik pada kendaraan listrik dan akan bersedia mencobanya," kata Riho Suzuki selaku Manajer Produk Regional Nissan.
Seperti diketahui, pasar mobil kei di Jepang mampu menyumbang hingga 40 persen dari total penjualan kendaraan ringan di negara tersebut. Memiliki banyak perusahaan otomotif, mobil EV ternyata masih belum berhasil menarik minat karena distribusinya hanya mencapai 1,7 persen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
19 Februari 2026, 08:00 WIB
18 Februari 2026, 17:00 WIB
31 Januari 2026, 19:00 WIB
31 Juli 2025, 19:00 WIB
08 Mei 2025, 13:10 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta