Menperin Ungkap Telah Minta Insentif untuk Otomotif ke Purbaya
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Pemerintah akhirnya memberi kemudahan untuk pembelian mobil hybrid sehingga harga turun sekitar 10 persen
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Setelah melalui beragam pertimbangan, mobil hybrid akhirnya dapat kemudahan di negara bagian Uttar Pradesh, India. Pemerintah provinsi di sana menghapus beberapa pungutan pada kendaraan ramah lingkungan tersebut.
Salah satu pungutan yang akan dihapuskan adalah pajak pendaftaran kendaraan mobil hybrid. Dengan ini maka harganya bakal lebih murah 10 persen dari seharusnya.
Program diyakini dapat mempengaruhi pasar otomotif India. Pasalnya Uttar Pradesh menyumbang 10 persen dari total penjualan mobil di negara tersebut.
Sementara perusahaan yang paling diuntungkan dari program ini adalah Toyota. Pasalnya mereka menguasai sedikitnya 85 persen pasar mobil hybrid di India berkat penjualan Hycross dan Hyryder.
Dilansir dari Reuters, penjualan hybrid di India pada Januari – Maret 2024 sekitar 28.000 unit atau 3 persen dari total penjualan sebesar 1 juta unit. Sementara untuk kendaraan listrik menyumbang lebih besar yaitu 4 persen.
Pemerintah India sendiri sebenarnya cukup terbuka terhadap perkembangan kendaraan ramah lingkungan. Mereka telah memberikan insentif jutaan dolar pada perusahaan yang memproduksi Battery Electric Vehicle (BEV) namun tidak ada bantuan untuk mobil hybrid.
Pajak penjualan kendaraan listrik di negara tersebut hanya 5 persen sementara hybrid sekitar 43 persen. Sedangkan unit berbahan bakar bensin pajaknya adalah 48 persen.
Jauhnya selisih pajak pun membuat beberapa pabrikan khususnya Toyota melakukan lobi pada pemerintah. Mereka berharap mobil hybrid bisa mendapat kemudahan pajak.
Namun langkah itu mendapat tentangan dari pabrikan lokal seperti Mahindra dan Tata Motors. Pasalnya mereka sudah melakukan investasi besar pada perkembangan kendaraan listrik.
Sementara itu di Indonesia, pemerintah juga lebih fokus untuk memberi kemudahan kepada pabrikan yang mengembangkan BEV. Beragam insentif telah diberikan sehingga harga jualnya menjadi lebih kompetitif.
Namun insentif untuk kendaraan hybrid hingga kini belum ditemukan titik terang. Padahal angka penjualan mobil di segmen tersebut terbilang tinggi dan telah diekspor ke beberapa negara di dunia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 09:00 WIB
30 Desember 2025, 12:00 WIB
30 Desember 2025, 08:00 WIB
29 Desember 2025, 12:14 WIB
21 Desember 2025, 13:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV