Kenaikan Penjualan Mobil Bukan Indikator Pulihnya Ekonomi RI
28 Maret 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi andalkan Indonesia untuk bertahan dari gempuran mobil-mobil buatan China yang makin meluas
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Mitsubishi Motors memutuskan meninggalkan China setelah kalah berkompetisi di negara tersebut. Kemajuan teknologi kendaraan listrik yang terlalu cepat dinilai memberatkan sehingga mereka pun lebih memilih fokus ke kawasan lain, khususnya Asia Tenggara.
Langkah tersebut diambil karena selama ini mereka memang telah berhasil mendapatkan respon positif di Asia Tenggara. Namun Mitsubishi tetap harus berkompetisi ketat dengan kompetitor mereka dari China.
Hal ini karena mobil asal negeri Tirai Bambu juga sudah mulai mendapat respon besar di Asia Tenggara. Bahkan di Thailand, berkat perjanjian dagang maka market share sudah semakin meningkat.
“Merek China sudah menguasai lebih dari 10 persen segmen kendaraan penumpang di Thailand. Ini merupakan ancaman yang cukup besar,” ungkap Tatsuo Nakamura, Executive Vice President (30/10).
Situasi ini membuat Mitsubishi fokus garap pasar Indonesia untuk bertahan hadapi gempuran merek China. Selain masih menjadi pasar utama, pabrikan kendaraan asal Tiongkok pun hanya mampu menguasai 3 persen dari total pasar di Tanah Air.
“Mereka mungkin akan kesulitan masuk kecuali bila memproduksi secara lokal. Di satu sisi, manufaktur dalam negeri adalah tembok yang melindungi kita,” katanya.
Dilansir dari Nikkei, kunci kesuksesan Mitsubishi adalah jumlah outlet penjualan yang sudah tersebar. Dengan ini maka masyarakat bisa lebih mudah mengakses produk,
“Mitra kami memiliki berbagai macam franchise, dimana 80 persen diantaranya adalah merek Jepang. Tapi tidak menutup kemungkinan mereka berpindah ke merek China,” tambah Nakamura kemudian.
Oleh karena itu Mitsubishi akan memberi perhatian khusus pada jaringannya agar tetap bisa tumbuh bersama.
Selain Thailand dan Indonesia, Mitsubishi juga melihat Filipina sebagai pasar penting di Asia Tenggara. Pasalnya pertumbuhan permintaan di negara tersebut terbilang sangat pesat terlihat dari hasil semester pertama tahun fiskal 2023.
Pada April-September 2023, Mitsubishi berhasil menjual lebih dari 40.000 unit kendaraan di Filipina, naik tinggi dibanding periode serupa tahun lalu yang cuma 25.000 unit. Sementara penjualan di Thailand, Indonesia, Vietnam dan Malaysia justru mengalami penurunan akibat tingginya suku bunga
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 Maret 2026, 11:00 WIB
27 Maret 2026, 09:00 WIB
26 Maret 2026, 17:00 WIB
19 Maret 2026, 09:00 WIB
17 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya
31 Maret 2026, 06:03 WIB
MCD Pasir Koja menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini melayani pengendara
31 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 31 Maret menjadi yang terakhir di bulan ini dengan pengawasan ketat dari kepolisian
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Masanao Kataoka ditunjuk untuk menjabat sebagai President Director Honda Prospect Motor yang baru saat ini