Mitsubishi Destinator Andalkan Mesin Turbo yang Responsif dan Efisien
27 Juni 2026, 09:00 WIB
Mitsubishi andalkan Indonesia untuk bertahan dari gempuran mobil-mobil buatan China yang makin meluas
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Mitsubishi Motors memutuskan meninggalkan China setelah kalah berkompetisi di negara tersebut. Kemajuan teknologi kendaraan listrik yang terlalu cepat dinilai memberatkan sehingga mereka pun lebih memilih fokus ke kawasan lain, khususnya Asia Tenggara.
Langkah tersebut diambil karena selama ini mereka memang telah berhasil mendapatkan respon positif di Asia Tenggara. Namun Mitsubishi tetap harus berkompetisi ketat dengan kompetitor mereka dari China.
Hal ini karena mobil asal negeri Tirai Bambu juga sudah mulai mendapat respon besar di Asia Tenggara. Bahkan di Thailand, berkat perjanjian dagang maka market share sudah semakin meningkat.
“Merek China sudah menguasai lebih dari 10 persen segmen kendaraan penumpang di Thailand. Ini merupakan ancaman yang cukup besar,” ungkap Tatsuo Nakamura, Executive Vice President (30/10).
Situasi ini membuat Mitsubishi fokus garap pasar Indonesia untuk bertahan hadapi gempuran merek China. Selain masih menjadi pasar utama, pabrikan kendaraan asal Tiongkok pun hanya mampu menguasai 3 persen dari total pasar di Tanah Air.
“Mereka mungkin akan kesulitan masuk kecuali bila memproduksi secara lokal. Di satu sisi, manufaktur dalam negeri adalah tembok yang melindungi kita,” katanya.
Dilansir dari Nikkei, kunci kesuksesan Mitsubishi adalah jumlah outlet penjualan yang sudah tersebar. Dengan ini maka masyarakat bisa lebih mudah mengakses produk,
“Mitra kami memiliki berbagai macam franchise, dimana 80 persen diantaranya adalah merek Jepang. Tapi tidak menutup kemungkinan mereka berpindah ke merek China,” tambah Nakamura kemudian.
Oleh karena itu Mitsubishi akan memberi perhatian khusus pada jaringannya agar tetap bisa tumbuh bersama.
Selain Thailand dan Indonesia, Mitsubishi juga melihat Filipina sebagai pasar penting di Asia Tenggara. Pasalnya pertumbuhan permintaan di negara tersebut terbilang sangat pesat terlihat dari hasil semester pertama tahun fiskal 2023.
Pada April-September 2023, Mitsubishi berhasil menjual lebih dari 40.000 unit kendaraan di Filipina, naik tinggi dibanding periode serupa tahun lalu yang cuma 25.000 unit. Sementara penjualan di Thailand, Indonesia, Vietnam dan Malaysia justru mengalami penurunan akibat tingginya suku bunga
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 Juni 2026, 09:00 WIB
26 Juni 2026, 22:57 WIB
20 Juni 2026, 11:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
Terkini
02 Juli 2026, 16:19 WIB
All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan
02 Juli 2026, 13:55 WIB
Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km
02 Juli 2026, 09:00 WIB
Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima
02 Juli 2026, 07:01 WIB
Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan
02 Juli 2026, 06:20 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan
02 Juli 2026, 06:02 WIB
SIM keliling Bandung bisa jadi opsi bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara dengan mudah
02 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan SIM yang mudah untuk warga Jakarta, simak lokasinya
01 Juli 2026, 21:33 WIB
Rofbell Ardante Sahroni mendapat apresiasi dari IMI (Ikatan Motor Indonesia) atas prestasinya di ajang Drift