Chery J6 Dilirik Konsumen Fleet, Bisa Dijadikan Taksi Online
03 April 2025, 12:00 WIB
Laporan langsung TrenOto Japan Mobility Show 2023, menurut Mitsubishi Indonesia lebih cocok pakai hybrid dibanding EV
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Sebagai salah satu raksasa otomotif dunia, Mitsubishi Motor Corps (MMC) sudah barang tentu telah memiliki semua kemampuan dalam mengembangkan teknologi mobil masa kini mulai dari ICE, HEV, PHEV hingga BEV. Semua teknologi ini tentu akan diterapkan atau dipasarkan sesuai dengan kebutuhan negara-negara tujuan penjualan mereka.
Menurut management MMC, dengan melihat seluruh aspek perkembangannya, di Indonesia lebih cocok pakai hybrid dibandingkan BEV atau mobil listrik murni. Pernyataan ini disebutkan langsung oleh Hiroshi Nagaoka, Executive Vice President MMC pada sisi tanya jawab di sela-sela pembukaan Japan Motor Show (JMS) 2023, Rabu (25/10).
Menurut Nagaoka, salah satu alasan utamanya adalah sumber listrik di Indonesia masih menggunakan baru bara. Jika tujuan menggunakan mobil listrik menekan C02 tentu hal ini sangat bertentangan, belum lagi proses panjang yang bakal dihadapi saat terjadinya peralihan.
"Pertama jika menggunakan EV bertujuan mengurangi CO2, sumber energi listrik di Indonesia masih menggunakan batu bara yang sangat tinggi CO2-nya. Berbeda misalnya dengan Norwegia sudah memiliki PLTA sehingga lebih sustainable," jelas Nagaoka.
Ia menambakan jika menggunakan EV, potensi menghasilkan polusi CO2 tentu akan lebih tinggi. Jadi semakin besar atau banyak baterai yang digunakan berbanding lurus dengan semakin tingginya CO2 dihasilkan.
Apalagi Indonesia secara kultural memiliki minat besar pada kelas kendaraan MPV dan SUV yang barang tentu memiliki baterai besar serta butuh suplay listrik stabil.
Yang menarik, setelah pernyataan di atas seperti kita ketahui Mitsubishi saat ini sudah bolak balik menampilkan MiEV di pameran besar Indonesia. Hampir dipastikan mulai Januari 2024 produksinya akan dilakukan di Indonesia.
"Itu adalah suatu upaya untuk memenuhi tuntutan pemerintah agar bisa memproduksi mobil listrik di Indonesia. Ke depannya pasti masih ada model lain yang akan diperkenalkan," tambah Nagaoka.
Lalu bagaimana menurut Anda. Apakah sudah saatnya beralih, mengganti mobil ICE Anda dengan mobil listrik? Atau Anda akan menunda membeli mobil listrik sebelum semua regulasi dan infrastruktur benar-benar terpenuhi?.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 08:20 WIB
31 Maret 2025, 09:00 WIB
31 Maret 2025, 07:00 WIB
Terkini
03 April 2025, 19:00 WIB
Pertamina memberikan diskon Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex selama masa arus balik Lebaran 2025
03 April 2025, 17:34 WIB
Astra Daihatsu Motor membantah kabar yang menyebut merek dan logo mereka bakal beralih menggunakan Toyota
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik