Insentif Otomotif Disarankan Fokus Pada Mobil Dengan TKDN Tinggi
30 Desember 2025, 11:00 WIB
Agus Gumiwang memastikan insentif mobil hybrid siap dikucurkan pada 2025 demi menjaga daya beli masyarakat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah sepertinya semakin serius ingin memberikan insentif buat lini mobil hybrid. Bahkan dikabarkan bahwa subsidi siap dikucurkan mulai 2025.
Apalagi industri otomotif tahun depan menemui rintangan cukup besar. Mulai dari kenaikan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) jadi 12 persen.
Kemudian ada opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) sebesar 66 persen.
“Kemarin kita membahas bantuan-bantuan atau insentif apa yang perlu serta akan disiapkan oleh pemerintah untuk membantu dunia usaha maupun industri,” ungkap Agus Gumiwang, Menperin (Menteri Perindustrian) dikutip dari Antara pada Kamis (5/12).
Lebih jauh Agus menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan bakal berupa PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) serta PPn DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah).
Diharapkan insentif-insentif yang disiapkan para menteri Presiden Prabowo Subianto bisa menggairahkan pasar kendaraan roda empat.
“Kita lakukan bukan hanya untuk mobil listrik, tetapi juga akan kami upayakan buat mobil-mobil di luar elektrik, seperti hybrid dan sebagainya,” lanjut Agus.
Menperin menilai bahwa insentif mobil hybrid memang diperlukan. Hal ini demi meningkatkan daya beli masyarakat.
Apalagi penjualan mobil di Indonesia pada 2024 bisa dibilang cukup lesu. Sehingga memerlukan stimulus agar kembali bangkit tahun depan.
Memang beberapa waktu lalu Agus Gumiwang mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan insentif mobil hybrid untuk dikucurkan.
“Insentif untuk hybrid juga salah satu yang kita telah usulkan dan dalam waktu dekat akan dibahas,” katanya.
Agus menjelaskan bahwa mereka bakal segera diskusikan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam waktu dekat.
“Sudah kami siapkan, bukan hanya untuk EV (Electric Vehicle) akan tetapi juga buat hybrid,” jelas Agus.
Dia mengaku bakal mengupayakan konsep insentif mobil hybrid yang ingin diberikan oleh pemerintah dalam waktu dekat.
Pada kesempatan yang sama, Agus Gumiwang turut membeberkan rencana kelanjutan insentif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) ditanggung pemerintah buat mobil listrik.
“Industri otomotif melibatkan tenaga kerja yang besar sehingga memang salah satu sektor perlu dilindungi. Oleh sebab itu bahasa sederhananya konsumen tidak diberatkan,” tutur Agus.
Jadi patut ditunggu insentif mobil hybrid dan listrik bakal diberikan oleh pemerintah. Termasuk seberapa besar bantuan dapat dimanfaatkan masyarakat di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Desember 2025, 11:00 WIB
29 Desember 2025, 11:00 WIB
24 Desember 2025, 11:00 WIB
19 Desember 2025, 17:00 WIB
18 Desember 2025, 16:00 WIB
Terkini
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang
31 Desember 2025, 14:00 WIB
SUV baru BYD diyakini berkonfigurasi 7-seater, mengisi kelas di atas Atto 3 yang sudah dijual saat ini
31 Desember 2025, 13:00 WIB
BYD Atto 1 baru debut jelang akhir 2025 namun catatkan wholesales mobil baru tertinggi yakni 17 ribu unit
31 Desember 2025, 12:00 WIB
Pemprov DKI Jakarta akan menempatkan beberapa panggung dalam menyambut perayaan malam tahun baru 2026
31 Desember 2025, 12:00 WIB
Aismoli menuturkan kalau pasar motor listrik tetap menunjukan pertumbuhan secara bertahap dan moderat