Strategi Pertamina Dorong Industri Otomotif Nasional di GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian meminta pabrikan otomotif tidak melakukan PHK pada karyawannya
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian meminta agar para pelaku industri otomotif tidak melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK ke karyawannya. Permintaan tersebut sangat penting mengingat efisiensi biasanya dijadikan solusi ketika perusahaan menghadap tekanan.
Sementara itu kondisi pasar otomotif di Indonesia sekarang sedang penuh tantangan. Terlihat dari jumlah penjualan mengalami penurunan dibanding pencapaian tahun lalu.
"Saya selalu minta kepada perusahan-perusahaan tersebut agar tidak boleh ada PHK walaupun sekarang kita menghadapi kondisi yang cukup memantang," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dilansir Antara (04/09).
Ia pun mengungkap bahwa melemahnya pasar otomotif di dalam negeri sebenarnya tidak banyak berdampak pada jumlah produksi. Pasalnya permintaan kendaraan dari negara tetangga terbilang stabil.
Oleh sebab itu dirinya mendorong agar perusahaan menambah investasi dan menggenjot produksi dalam negeri. Namun hal tersebut memang diperlukan waktu.
“Pasar global tidak bisa ditentukan oleh manajemen di Indonesia. Mereka harus bicara dulu ke principalnya masing-masing agar bisa membuka atau mengizinkan produk-produk dari Indonesia ke pasar lebih luas," tegas Agus.
Para pabrikan mobil di Tanah Air pun mengaku sudah melakukan upaya agar PHK tidak terjadi, salah satunya adalah Toyota yang mengakui produksi kendaraannyan berasal di Jepang.
“Kita selalu menghargai yang namanya long term employment,” kata Jap Ernando Demily, Direktur Pemasaran PT TAM ketika ditemui di Tangerang beberapa waktu lalu.
Meskipun begitu dia menilai bantuan dari pemerintah tetap ditunggu melalui kebijakan atau aturan terkait kendaraan roda empat. Salah satunya adalah pemberlakuan insentif pajak untuk Low Cost Green Car (LCGC) yang programnya kembali diperpanjang sampai 2031.
Sementara itu Suzuki mengungkap tantangan lain yaitu perang harga kendaraan khususnya setelah pabrikan asal Cina masuk Indonesia. Meski tidak memiliki dampak langsung, tapi tetap memiliki pengaruh.
Apalagi di tengah penurunan penjualan atau pelemahan daya beli masyarakat, membuat banyak model akhirnya tetap tidak menjangkau target konsumen khususnya di kalangan first car buyer.
“Tentu bukan hanya kita yang suffer karena produksi turun, otomatis fixed cost (biaya tetap) juga harus ditanggung lebih tinggi untuk unitnya,” kata Shodiq Wicaksono, Managing Director Suzuki Indomobil Motor (SIM) beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
30 Juli 2026, 16:49 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
03 Juni 2026, 20:37 WIB
18 Mei 2026, 19:17 WIB
Terkini
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah dalam pengurusan dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C dengan syarat belum lewat tenggat waktu
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mencegah kebuntuan pada jalan protokol terutama jam sibuk
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Penjualan mobil di Indonesia mengalami pemulihan di periode Juli 2026, tercatat 77.412 unit secara retail
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Sejauh ini, kebakaran EV yang terjadi di Indonesia bukan disebabkan oleh baterai dan masih dapat dipadamkan