Menperin Minta Pabrikan Otomotif Tidak PHK dan Tambah Investasi

Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian meminta pabrikan otomotif tidak melakukan PHK pada karyawannya

Menperin Minta Pabrikan Otomotif Tidak PHK dan Tambah Investasi
Adi Hidayat
  • Oleh Adi Hidayat

  • Kamis, 04 September 2025 | 07:00 WIB

KatadataOTO – Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian meminta agar para pelaku industri otomotif tidak melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK ke karyawannya. Permintaan tersebut sangat penting mengingat efisiensi biasanya dijadikan solusi ketika perusahaan menghadap tekanan.

Sementara itu kondisi pasar otomotif di Indonesia sekarang sedang penuh tantangan. Terlihat dari jumlah penjualan mengalami penurunan dibanding pencapaian tahun lalu.

"Saya selalu minta kepada perusahan-perusahaan tersebut agar tidak boleh ada PHK walaupun sekarang kita menghadapi kondisi yang cukup memantang," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dilansir Antara (04/09).

Ia pun mengungkap bahwa melemahnya pasar otomotif di dalam negeri sebenarnya tidak banyak berdampak pada jumlah produksi. Pasalnya permintaan kendaraan dari negara tetangga terbilang stabil.

Produksi kendaraan
Photo : Daihatsu

Oleh sebab itu dirinya mendorong agar perusahaan menambah investasi dan menggenjot produksi dalam negeri. Namun hal tersebut memang diperlukan waktu.

“Pasar global tidak bisa ditentukan oleh manajemen di Indonesia. Mereka harus bicara dulu ke principalnya masing-masing agar bisa membuka atau mengizinkan produk-produk dari Indonesia ke pasar lebih luas," tegas Agus.

Para pabrikan mobil di Tanah Air pun mengaku sudah melakukan upaya agar PHK tidak terjadi, salah satunya adalah Toyota yang mengakui produksi kendaraannyan berasal di Jepang.

“Kita selalu menghargai yang namanya long term employment,” kata Jap Ernando Demily, Direktur Pemasaran PT TAM ketika ditemui di Tangerang beberapa waktu lalu.

Meskipun begitu dia menilai bantuan dari pemerintah tetap ditunggu melalui kebijakan atau aturan terkait kendaraan roda empat. Salah satunya adalah pemberlakuan insentif pajak untuk Low Cost Green Car (LCGC) yang programnya kembali diperpanjang sampai 2031.

Sementara itu Suzuki mengungkap tantangan lain yaitu perang harga kendaraan khususnya setelah pabrikan asal Cina masuk Indonesia. Meski tidak memiliki dampak langsung, tapi tetap memiliki pengaruh.

Pabrik Aion di Purwakarta
Photo : KatadataOTO

Apalagi di tengah penurunan penjualan atau pelemahan daya beli masyarakat, membuat banyak model akhirnya tetap tidak menjangkau target konsumen khususnya di kalangan first car buyer.

“Tentu bukan hanya kita yang suffer karena produksi turun, otomatis fixed cost (biaya tetap) juga harus ditanggung lebih tinggi untuk unitnya,” kata Shodiq Wicaksono, Managing Director Suzuki Indomobil Motor (SIM) beberapa waktu lalu.


Terkini

mobil
Hyundai

Hyundai Ajak Empat Orang Nonton Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat

Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April

mobil
Sung Kang, Maxdecal

Maxdecal Gandeng Sung Kang Bawa Indonesia ke Panggung Global

Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial

motor
Omoway

Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan

Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia

mobil
BYD Atto 1

BYD Atto 1 Versi Baru Meluncur, Ada Tambahan LiDAR

Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru

mobil
Chery QQ

Belum Rilis, Chery QQ 3 EV Bisa Dipesan Dengan Modal Rp 5 Juta

Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta

mobil
Changan REEV

Changan Optimistis Mobil REEV Diminati di Daerah

Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta

komunitas
Suzuki

Burgman Fun Rally 2026 Jadi Wadah Kumpul Komunitas Motor Suzuki

Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka

komunitas
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026

Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 Jelajah Pintu Gerbang Sumatera

Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung