Tak Perlu Impor, Menperin Sebut Indonesia Bisa Buat Pikap Mandiri
20 Februari 2026, 20:00 WIB
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian meminta pabrikan otomotif tidak melakukan PHK pada karyawannya
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian meminta agar para pelaku industri otomotif tidak melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK ke karyawannya. Permintaan tersebut sangat penting mengingat efisiensi biasanya dijadikan solusi ketika perusahaan menghadap tekanan.
Sementara itu kondisi pasar otomotif di Indonesia sekarang sedang penuh tantangan. Terlihat dari jumlah penjualan mengalami penurunan dibanding pencapaian tahun lalu.
"Saya selalu minta kepada perusahan-perusahaan tersebut agar tidak boleh ada PHK walaupun sekarang kita menghadapi kondisi yang cukup memantang," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dilansir Antara (04/09).
Ia pun mengungkap bahwa melemahnya pasar otomotif di dalam negeri sebenarnya tidak banyak berdampak pada jumlah produksi. Pasalnya permintaan kendaraan dari negara tetangga terbilang stabil.
Oleh sebab itu dirinya mendorong agar perusahaan menambah investasi dan menggenjot produksi dalam negeri. Namun hal tersebut memang diperlukan waktu.
“Pasar global tidak bisa ditentukan oleh manajemen di Indonesia. Mereka harus bicara dulu ke principalnya masing-masing agar bisa membuka atau mengizinkan produk-produk dari Indonesia ke pasar lebih luas," tegas Agus.
Para pabrikan mobil di Tanah Air pun mengaku sudah melakukan upaya agar PHK tidak terjadi, salah satunya adalah Toyota yang mengakui produksi kendaraannyan berasal di Jepang.
“Kita selalu menghargai yang namanya long term employment,” kata Jap Ernando Demily, Direktur Pemasaran PT TAM ketika ditemui di Tangerang beberapa waktu lalu.
Meskipun begitu dia menilai bantuan dari pemerintah tetap ditunggu melalui kebijakan atau aturan terkait kendaraan roda empat. Salah satunya adalah pemberlakuan insentif pajak untuk Low Cost Green Car (LCGC) yang programnya kembali diperpanjang sampai 2031.
Sementara itu Suzuki mengungkap tantangan lain yaitu perang harga kendaraan khususnya setelah pabrikan asal Cina masuk Indonesia. Meski tidak memiliki dampak langsung, tapi tetap memiliki pengaruh.
Apalagi di tengah penurunan penjualan atau pelemahan daya beli masyarakat, membuat banyak model akhirnya tetap tidak menjangkau target konsumen khususnya di kalangan first car buyer.
“Tentu bukan hanya kita yang suffer karena produksi turun, otomatis fixed cost (biaya tetap) juga harus ditanggung lebih tinggi untuk unitnya,” kata Shodiq Wicaksono, Managing Director Suzuki Indomobil Motor (SIM) beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Februari 2026, 20:00 WIB
19 Februari 2026, 10:00 WIB
14 Februari 2026, 20:24 WIB
13 Februari 2026, 12:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
Terkini
25 Maret 2026, 17:40 WIB
Sistem one way nasional resmi dihentikan kepolisian dengan melandainya arus balik yang melintas di jalan tol
25 Maret 2026, 11:00 WIB
Penjualan Honda Februari 2026 berhasil mengalami kenaikan tipis dibandingkan pencapaian pada bulan lalu
25 Maret 2026, 09:00 WIB
Para rider Aprilia Racing dan Ducati Corse diprediksi akan bertarung sengit pada ajang MotoGP Amerika 2026
25 Maret 2026, 07:32 WIB
Suzuki catat kenaikan penjualan retail sebesar 64 persen di Februari 2026, fleet menjadi kontributor utama
25 Maret 2026, 07:10 WIB
Kembali beroperasi normal setelah libur Lebaran, berikut informasi lengkap seputar SIM keliling Jakarta
25 Maret 2026, 07:09 WIB
Setelah libur Lebaran 2026 selesai, kepolisian kembali mengoperasikan fasilitas SIM keliling Bandung hari ini
25 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali digelar setelah sempat dihentikan selama libur Lebaran yang berlangsung cukup lama
24 Maret 2026, 17:00 WIB
Marc Marquez merasa karakteristik lintasan saat MotoGP Brasil 2026 tidak sesuai dengan gaya berkendaranya