Changan Bangun Pabrik Canggih di Brasil, Rakit Mobil Flex Fuel
01 April 2026, 15:00 WIB
Pemerintah disarankan meluncurkan insentif mobil hybrid yang dinilai bisa menghadirkan berbagai keuntungan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah kembali membuka peluang untuk memberikan insentif mobil hybrid. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian.
Hal itu dilakukan agar para produsen kendaraan roda empat tidak angkat koper ke luar negeri. Jadi tetap berada di Tanah Air.
Sejumlah pihak pun menyambut wacana satu ini segera diterapkan. Sebab dianggap bisa membawa banyak dampak positif.
“Subsidi dapat mempercepat adopsi teknologi hybrid dalam menggantikan mobil ICE (Internal Combustion Engine),” ujar Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif sekaligus akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) ketika dihubungi KatadataOTO, Rabu (28/8).
Yannes menjelaskan jika pemerintah mau mengucurkan subsidi maka harga mobil hybrid semakin terjangkau. Kemudian menstimulus masyarakat memboyong kendaraan satu ini.
Sehingga lebih banyak orang yang menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Dengan begitu bisa menurunkan kadar emisi gas buang.
“Selanjutnya subsidi dapat menjadi insentif bagi pabrikan untuk tetap berinvestasi dan memproduksi mobil hybrid di Indonesia,” Yannes menambahkan.
Oleh sebab itu insentif mobil hybrid sudah tepat jika ingin diterapkan di Tanah Air. Demi mencegah para manufaktur melirik negara lain yang menawarkan bantuan lebih menarik.
Mengingat sejak awal 2024 badai PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) marak terjadi. Bahkan sudah ada 46 ribu karyawan yang terdampak.
Jadi bantuan dari pemerintah untuk pembelian mobil hybrid bakal berdampak banyak. Tidak hanya bagi konsumen di Tanah Air.
“Ini sangat penting (Insentif) untuk melindungi lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi,” tegas Yannes.
Sebagai informasi mobil hybrid memang cukup diminati oleh masyarakat. Terbukti dari rapor penjualan di semester satu 2024.
Disitat dari data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), kendaraan roda empat ramah lingkungan satu ini terniagakan 24.775 unit sejak Januari sampai Juni 2024.
Jumlah di atas berkontribusi sebanyak enam persen dari total pasar mobil nasional di semester satu yang mencatatkan 408.012 unit.
Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, mobil hybrid penjualannya meningkat sekitar 43,1 persen.
Pasalnya pada Januari hingga Juni 2023 permintaan di segmen ini mencapai 17.305 kendaraan roda empat. Membuktikan mobil hybrid mulai diminati konsumen di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 April 2026, 15:00 WIB
28 Maret 2026, 11:00 WIB
27 Maret 2026, 09:00 WIB
24 Maret 2026, 07:45 WIB
19 Maret 2026, 09:00 WIB
Terkini
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
02 April 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku kartu bisa dilakukan lebih praktis di SIM keliling Jakarta, berikut lokasinya
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM