Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Pemerintah disarankan meluncurkan insentif mobil hybrid yang dinilai bisa menghadirkan berbagai keuntungan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah kembali membuka peluang untuk memberikan insentif mobil hybrid. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian.
Hal itu dilakukan agar para produsen kendaraan roda empat tidak angkat koper ke luar negeri. Jadi tetap berada di Tanah Air.
Sejumlah pihak pun menyambut wacana satu ini segera diterapkan. Sebab dianggap bisa membawa banyak dampak positif.
“Subsidi dapat mempercepat adopsi teknologi hybrid dalam menggantikan mobil ICE (Internal Combustion Engine),” ujar Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif sekaligus akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) ketika dihubungi KatadataOTO, Rabu (28/8).
Yannes menjelaskan jika pemerintah mau mengucurkan subsidi maka harga mobil hybrid semakin terjangkau. Kemudian menstimulus masyarakat memboyong kendaraan satu ini.
Sehingga lebih banyak orang yang menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Dengan begitu bisa menurunkan kadar emisi gas buang.
“Selanjutnya subsidi dapat menjadi insentif bagi pabrikan untuk tetap berinvestasi dan memproduksi mobil hybrid di Indonesia,” Yannes menambahkan.
Oleh sebab itu insentif mobil hybrid sudah tepat jika ingin diterapkan di Tanah Air. Demi mencegah para manufaktur melirik negara lain yang menawarkan bantuan lebih menarik.
Mengingat sejak awal 2024 badai PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) marak terjadi. Bahkan sudah ada 46 ribu karyawan yang terdampak.
Jadi bantuan dari pemerintah untuk pembelian mobil hybrid bakal berdampak banyak. Tidak hanya bagi konsumen di Tanah Air.
“Ini sangat penting (Insentif) untuk melindungi lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi,” tegas Yannes.
Sebagai informasi mobil hybrid memang cukup diminati oleh masyarakat. Terbukti dari rapor penjualan di semester satu 2024.
Disitat dari data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), kendaraan roda empat ramah lingkungan satu ini terniagakan 24.775 unit sejak Januari sampai Juni 2024.
Jumlah di atas berkontribusi sebanyak enam persen dari total pasar mobil nasional di semester satu yang mencatatkan 408.012 unit.
Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, mobil hybrid penjualannya meningkat sekitar 43,1 persen.
Pasalnya pada Januari hingga Juni 2023 permintaan di segmen ini mencapai 17.305 kendaraan roda empat. Membuktikan mobil hybrid mulai diminati konsumen di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal