Penjualan Wuling Air ev Tahun 2025 Tembus 3 Ribu Unit, Terlaris
23 Januari 2026, 13:14 WIB
Wuling EV dikatakan segera meluncur pada tahun ini dengan berbekal fitur-fitur modern yang memudahkan pengguna
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Wuling Motors menampilkan untuk pertama kalinya mobil listrik mungilnya di Indonesia. Dalam acara bertajuk Electrify Your World, manufaktur asal Tiongkok tersebut memulai babak baru dalam kendaraan ramah lingkungan.
Setelah memamerkan mobil listrik berdimensi kompak edisi global dalam beberapa kesempatan. Kini mereka menghadirkan Wuling EV yang dikatakan merupakan hasil pengembangan untuk pasar Tanah Air.
Jika pabrikan mobil lain memulai langkah elektrifikasi dengan model yang digemari masyarakat selama ini. Wuling EV hadir sebagai mobil listrik kompak bertampilan futuristik.
Seolah tidak ingin mengekor dari pabrikan lainnya, Wuling memilih model kendaraan berdimensi mungil. Lalu pertanyaannya adalah siapa saja target konsumen dari Wuling EV di Indonesia
Berbicara dalam acara Pre-Launch di Jakarta (01/06), Danang Wiratmoko selaku Product Planning Wuling Motors Indonesia menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan penelitian sebelumnya.
“Kami telah melakukan riset bahwa masyarakat di Indonesia membutuhkan mobil kompak untuk commuting. Kami percaya diri walaupun size-nya kompak namun bisa memenuhi kebutuhan dari konsumen di Indonesia,” tutur Danang di sela-sela acara.
Lebih lanjut fitur-fitur yang dibenamkan pada kendaraan listrik pertamanya memberikan nilai tambah. Dengan konsep awal ditawarkan brand asal China ini menyuguhkan kendaraan inovatif.
“Mobil listrik kami masuk untuk semua segmen karena ditujukan sebagai kendaraan komuter. Konsep GSEV yang memudahkan konsumen merupakan daya tariknya,” kata Dian Asmahani, Brand & Marketing Director Wuling Motors di tempat sama.
Kemudahan untuk konsumen pada calon produk terbarunya adalah pengisian ulang daya baterai. Karena sebagai mobil listrik tentunya akan menghadapi tantangan daya baterai tahan lama dan pengisian ulang.
“Easy Charge adalah salah satu fitur unggulan Wuling GSEV. Kemudahan dalam hal pengecasan membuat konsumen tidak perlu bergantung pada pos pengisian baterai di luar rumah,” jelas Danang kemudian.
Lalu yang menjadi fokus Wuling Motors Indonesia pada mobil listrik pertamanya adalah daya jelajah. Dengan memberikan beberapa pilihan menarik, konsumen bisa lebih menikmati perjalanan.
“Jarak tempuh Wuling EV berkisar 200 hingga 300 kilommeter dalam satu kali pengecasan. Jarak segitu kami cukup percaya diri bisa diterima masyarakat,” ungkap Danang.
Mobil yang digadang-gadang akan diluncurkan dan mulai dipasarkan secara resmi di GIIAS 2022, masih dalam pengembangan. Beberapa skema tengah dipersiapkan memberikan kemudahan para pelanggan.
“Kami akan menawarkan wall charger untuk di rumah. Tapi skemanya bagaimana masih belum diputuskan,” lanjut Dian.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Januari 2026, 13:14 WIB
19 September 2025, 22:00 WIB
15 Juli 2025, 09:00 WIB
11 Juli 2025, 23:30 WIB
22 Mei 2025, 22:00 WIB
Terkini
13 Juni 2026, 07:38 WIB
Ajang Daihatsu National SMK Skill Contest merupakan kompetisi untuk menyiapkan generasi mendatang tahan banting
12 Juni 2026, 23:51 WIB
BYD M6 DM akan bersaing di kelas MPV ramah lingkungan lain di Indonesia mengandalkan harga dan teknologinya
12 Juni 2026, 22:24 WIB
MPMX kembali menggelar program MPM Bisa untuk memberdayakan ekonomi penyandang disabilitas di Indonesia
12 Juni 2026, 21:33 WIB
Motul Indonesia Energy terus berupaya untuk memberikan pemahanan bahwa merawat motor harus dilakukan rutin
12 Juni 2026, 21:28 WIB
TVS perkenalkan sejumlah model motor baru di Pekan Raya Jakarta 2026 dan tebar promo diskon jutaan rupiah
12 Juni 2026, 17:56 WIB
Motul menggandeng Kawasaki untuk meluncurkan sejumlah produk anyar guna memanjakan para pengendara di PRJ 2026
12 Juni 2026, 15:00 WIB
Harga Pertamax resmi mengalami kenaikan per 10 Juni 2026, segini biaya isi full tank untuk mobil-mobil MPV
12 Juni 2026, 13:00 WIB
BYD membantah secara keras tudingan Pentagon kalau mereka merupakan perusahaan yang terafiliasi militer Cina