VinFast Belum Berencana Buka Pabrik Baterai EV di Indonesia
27 Desember 2025, 07:00 WIB
Mazda EZ-6 dan Changan Deepal LO7 sama-sama berpeluang besar untuk dipasarkan ke konsumen di Tanah Air
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Mazda menjalin kerja sama dengan Changan Automobile di Cina. Kolaborasi mereka menghasilkan dua mobil listrik, yakni EZ-6 dan EZ-60.
Electric Vehicle (EV) EZ-6 dibangun di atas platform yang sama dengan Changan Deepal L07, yakni EPA1.
Oleh sebab itu sekilas, kedua mobil listrik tersebut mempunyai proporsi bodi, dimensi dan beberapa komponen teknis yang sangat mirip.
Mazda lalu melakukan beberapa penyesuaian pada produk mereka. Mulai dari bagian eksterior sampai ke interior.
Pabrikan asal Jepang satu ini mempertahankan ciri khas mereka. Terutama pada bagian fasia atau depan Mazda EZ-6.
EV itu dibekali dengan gril tertutup bergaya Kodo. Lalu dipadukan lampu depan menyipit dan sudah LED.
Uniknya baik Mazda EZ-6 maupun Changan Deepal L07, berpeluang besar buat mengaspal di jalanan Indonesia dalam beberapa waktu mendatang.
Tentu jika hal tersebut benar terlaksana, maka jadi tantangan sendiri bagi Changan Indonesia dalam meniagakan mobil listrik Deepal LO7.
Mengingat Mazda sudah lama berjualan di Indonesia. Sehingga telah mempunyai nama besar atau reputasi yang baik bagi konsumen di dalam negeri.
Berangkat dari fakta tersebut, Changan Indonesia buka suara mengenai kondisi yang bakal mereka hadapi di pasar Tanah Air.
"Kita tidak ada (strategi khusus), karena kita pasti menyasar segmen yang berbeda," ungkap Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia di Chongqing, Cina beberapa waktu lalu.
Surya mengaku bakal menerapkan cara sendiri buat memasarkan Changan Deepal LO7. Termasuk dalam menggoda konsumen di Tanah Air.
Ia pun percaya diri produknya mampu bersaing. Sehingga dapat meraih kesuksesan di pasar mobil listrik Tanah Air.
"Karena kita kurang tahu strategi mereka (Mazda) seperti apa. Apakah policy hanya boleh di Cina saja juga tidak tahu," lanjut dia.
Meski begitu masih ada peluang buat Changan meraup banyak konsumen. Sebab lini elektrifikasi Mazda sebelumnya lebih diminati oleh loyalis ketimbang konsumen massal.
Terlebih mobil buatan Cina pada umumnya dijual dengan banderol lebih terjangkau.
Sebagai informasi, Mazda EZ-6 tersedia dalam dua varian. Mulai dari Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extended EV (REEV).
Meluncur di Cina pada 25 September, Mazda EZ-60 ditawarkan mulai dari 119.900 yuan sampai 160.900 yuan atau sekitar Rp 279 jutaan hingga Rp 374,4 jutaan dalam kurs rupiah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Desember 2025, 07:00 WIB
26 Desember 2025, 13:00 WIB
26 Desember 2025, 09:00 WIB
24 Desember 2025, 21:08 WIB
24 Desember 2025, 14:49 WIB
Terkini
27 Desember 2025, 17:00 WIB
Artis Aura Kasih merupakan seorang penyuka otomotif, punya banyak koleksi motor dari Vespa sampai Kawasaki
27 Desember 2025, 13:00 WIB
Kepolisian gandeng joki Puncak untuk bantu atasi kemacetan yang kerap terjadi khususnya di libur panjang
27 Desember 2025, 11:00 WIB
Nantinya truk Cina yang akan digunakan di Indonesia wajib mengikuti aturan yang berlaku seperti laik jalan
27 Desember 2025, 09:00 WIB
Berbagai model mobil baru dari merek seperti Toyota sampai Suzuki siap hadir, mayoritas lini elektrifikasi
27 Desember 2025, 07:00 WIB
VinFast lebih memilih bekerjasama dengan Gotion Indonesia untuk menyediakan baterai EV pada setiap modelnya
26 Desember 2025, 13:00 WIB
BYD jawab kebutuhan pelanggan yang membutuhkan pengisian daya super cepat saat melakukan perjalanan jarak jauh
26 Desember 2025, 11:00 WIB
Menurut Yamaha membeli motor baru menjadi opsi lebih ramah di kantong saat kondisi ekonomi sedang sulit
26 Desember 2025, 09:00 WIB
perang harga sekilas menguntungkan konsumen semata, padahal menyimpan bahaya di masa depan yang merugikan