Flash Charging BYD Hanya Ekstra Cepat Untuk Model Terbaru
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Mazda EZ-6 dan Changan Deepal LO7 sama-sama berpeluang besar untuk dipasarkan ke konsumen di Tanah Air
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Mazda menjalin kerja sama dengan Changan Automobile di Cina. Kolaborasi mereka menghasilkan dua mobil listrik, yakni EZ-6 dan EZ-60.
Electric Vehicle (EV) EZ-6 dibangun di atas platform yang sama dengan Changan Deepal L07, yakni EPA1.
Oleh sebab itu sekilas, kedua mobil listrik tersebut mempunyai proporsi bodi, dimensi dan beberapa komponen teknis yang sangat mirip.
Mazda lalu melakukan beberapa penyesuaian pada produk mereka. Mulai dari bagian eksterior sampai ke interior.
Pabrikan asal Jepang satu ini mempertahankan ciri khas mereka. Terutama pada bagian fasia atau depan Mazda EZ-6.
EV itu dibekali dengan gril tertutup bergaya Kodo. Lalu dipadukan lampu depan menyipit dan sudah LED.
Uniknya baik Mazda EZ-6 maupun Changan Deepal L07, berpeluang besar buat mengaspal di jalanan Indonesia dalam beberapa waktu mendatang.
Tentu jika hal tersebut benar terlaksana, maka jadi tantangan sendiri bagi Changan Indonesia dalam meniagakan mobil listrik Deepal LO7.
Mengingat Mazda sudah lama berjualan di Indonesia. Sehingga telah mempunyai nama besar atau reputasi yang baik bagi konsumen di dalam negeri.
Berangkat dari fakta tersebut, Changan Indonesia buka suara mengenai kondisi yang bakal mereka hadapi di pasar Tanah Air.
"Kita tidak ada (strategi khusus), karena kita pasti menyasar segmen yang berbeda," ungkap Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia di Chongqing, Cina beberapa waktu lalu.
Surya mengaku bakal menerapkan cara sendiri buat memasarkan Changan Deepal LO7. Termasuk dalam menggoda konsumen di Tanah Air.
Ia pun percaya diri produknya mampu bersaing. Sehingga dapat meraih kesuksesan di pasar mobil listrik Tanah Air.
"Karena kita kurang tahu strategi mereka (Mazda) seperti apa. Apakah policy hanya boleh di Cina saja juga tidak tahu," lanjut dia.
Meski begitu masih ada peluang buat Changan meraup banyak konsumen. Sebab lini elektrifikasi Mazda sebelumnya lebih diminati oleh loyalis ketimbang konsumen massal.
Terlebih mobil buatan Cina pada umumnya dijual dengan banderol lebih terjangkau.
Sebagai informasi, Mazda EZ-6 tersedia dalam dua varian. Mulai dari Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extended EV (REEV).
Meluncur di Cina pada 25 September, Mazda EZ-60 ditawarkan mulai dari 119.900 yuan sampai 160.900 yuan atau sekitar Rp 279 jutaan hingga Rp 374,4 jutaan dalam kurs rupiah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9