Alasan Wuling Air ev Dicintai Oleh Konsumen di Tanah Air
10 Februari 2026, 13:00 WIB
VinFast lebih memilih bekerjasama dengan Gotion Indonesia untuk menyediakan baterai EV pada setiap modelnya
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski memproduksi kendaraan langsung di Indonesia, VinFast belum berencana untuk membangun pabrik baterai EV di Tanah Air. Mereka lebih memilih bermitra dengan pabrikan yang sudah hadir di Indonesia sebelumnya.
Menurut mereka strategi tersebut lebih efektif ketimbang harus membangun pabrik baterai sendiri. Terlebih baterai EV nerupakan komponen terpenting buat kendaraan listrik.
“Kami telah bekerjasama dengan Gotion Indonesia untuk menyediakan baterai buat kami. Meski merupakan perusahaan Cina namun mereka telah memiliki mitra perusahaan lokal di Tanah Air,” ungkap Pham Sanh Chau, CEO Vinfast Asia beberapa waktu lalu.
Kerja sama yang dilakukan pun membuat VinFast memiliki rencana cukup terarah dalam menambah Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN. Mereka berkomitmen untuk melakukan secara bertahap hingga 2030.
“Pada 2026 TKDN kami adalah 40 persen dan setelah dua tahun meningkat 60 persen. Kemudian dua tahun kemudian tumbuh lagi menjadi 80 persen,” ungkapnya kemudian.
Dengan banyaknya komponen produksi dalam negeri yang digunakan maka diharapkan harga VinFast di Indonesia bisa lebih kompetitif. Sehingga kedepannya mereka tidak bergantung pada insentif agar bisa bertahan di tengah persaingan.
“Kami bersyukur pemerintah memberikan insentif buat kendaraan listrik. Tapi perlu saya tekankan bahwa keputusan VinFast berinvestasi di Indonesia didasarkan oleh pertimbangan bisnis jangka panjang,” tegasnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa VinFast telah meresmikan pabrik mereka di Subang, Jawa Barat. Fasilitas produski tersebut berdiri di atas lahan seluas 171 hektar dan akan dibangun dalam beberapa fase. Untuk tahap pertama kapasitas produksi adalah sebesar 50.000 unit per tahun.
Fasilitas produksi ini akan menyerap sekitar 900 tenaga kerja. Namun jumlah tersebut masih diisi secara bertahap seiring dengan mulai berjalannya produksi kendaraan.
Sementara model yang akan diproduksi adalah VF 3, VF 5, VF 6, VF 7 dan nantinya MPV. Banyaknya pilihan tersebut diharapkan bisa membuat masyarakat lebih mudah membeli sesuai kebutuhannya.
Selain itu, mereka juga berencana untuk mengekspor hasil produksinya ke beberapa negara lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Februari 2026, 13:00 WIB
10 Februari 2026, 12:00 WIB
10 Februari 2026, 11:00 WIB
09 Februari 2026, 19:20 WIB
09 Februari 2026, 17:29 WIB
Terkini
10 Februari 2026, 21:00 WIB
Kemenhub terus melakukan sosialisasi seritifkasi untuk bengkel-bengkel modifikasi yang ada di Indonesia
10 Februari 2026, 20:30 WIB
Suzuki Jimny 5 Door yang merupakan pemenang kontes modifikasi berskala nasional tampil memukau di IIMS 2026
10 Februari 2026, 20:00 WIB
SUV PHEV Denza B5 sebatas dipamerkan di BCA Expoversary, namun sejumlah konsumen berniat melakukan pemesanan
10 Februari 2026, 19:01 WIB
Jaecoo J5 EV punya versi hybrid-nya, dibawa ke Indonesia apabila konsumen tertarik dengan model hybrid anyar
10 Februari 2026, 18:30 WIB
Bridgestone Tire Indonesia telah berkoordinasi dengan supplier lokal untuk bisa terus meningkatkan TKDN
10 Februari 2026, 18:00 WIB
BYD jadi merek mobil Cina dengan penjualan terbanyak di Januari 2026 disusul sub merek Chery Group, Jaecoo
10 Februari 2026, 17:46 WIB
Selama IIMS 2026 berlangsung, ada diskon Suzuki S-Presso yang bisa dimannfaatkan para pengunjung pameran
10 Februari 2026, 15:00 WIB
GWM Tank 500 diesel yang baru saja diluncurkan, disebutkan telah mengumpulkan puluhan pemesanan di IIMS 2026