DFSK Siapkan Mobil Baru, Mengaspal Semester Kedua 2026
10 Maret 2026, 15:00 WIB
Menurut Yamaha membeli motor baru menjadi opsi lebih ramah di kantong saat kondisi ekonomi sedang sulit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Sepanjang 2025 penjualan mobil baru terbilang sangat lesu. Namun pasar motor anyar terlihat stabil, bahkan sedikit meningkat.
Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) pun mencoba memberikan analisa, mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Menurut pabrikan berlogo garpu tala itu, kondisi ini tidak lepas dari keadaan ekonomi negara yang sedang bergejolak.
Sehingga masyarakat mengubah pilihan dalam memiliki kendaraan. Dari semula ingin membeli mobil, menjadi memboyong motor baru.
"Bisa jadi ini baru asumsi ya, kita kan mendorong premium kategori. Bisa jadi dengan kondisi roda empat turun, mereka beralih ke roda dua," ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA & Community YIMM.
Menurut Yamaha, opsi membeli motor baru pada 2025 dinilai lebih ramah di kantong.
Dengan begitu masyarakat tetap bisa mendapatkan kendaraan anyar. Lalu tabungan juga tidak terganggu.
"Tapi berapa persen dan bagaimana karakter konsumennya, saya belum tahu. Jadi kondisinya seperti itu," lanjut Rifki.
Meski begitu dia berharap industri otomotif dapat kembali pulih. Sehingga tidak hanya pasar motor baru saja yang bergairah.
Akan tetapi penjualan mobil anyar juga bisa bertumbuh tahun depan. Dengan begitu mampu menghadirkan dampak positif.
"Mungkin mencari alternatif lain (yang lebih murah) lebih tepatnya," tegas Rifki.
Sebagai informasi, menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pengiriman motor baru dari pabrik ke diler (wholesales) pada Januari sampai November 2025 menyentuh 5.950.844 unit.
Angka tersebut sudah melampaui jumlah tahun lalu yang hanya 5.929.830 unit. Ada selisih lebih tinggi sekitar 0,35 persen.
Dengan rata-rata wholesales motor baru di angka 500 ribu unit per bulan, bukan tidak mungkin target AISI untuk mencapai 6,4 juta unit sampai 6,5 juta unit bisa tercapai.
Di sisi lain, penjualan mobil baru mengalami kontraksi cukup besar. Sebab sedang berada di level terendah sejak pandemi Covid-19.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales kendaraan roda empat anyar pada Januari hingga November 2025 baru berada di angka 710.084 unit.
Angka tersebut terkoreksi 9,6 persen bila dibandingkan dengan 2024. Sebab pada tahun lalu berada di level 785.917 unit.
Sementara secara retail sales, sejak awal tahun membukukan 739.977 unit. Mengalami penurunan 8,4 persen dari 2024 yang mencatatkan 807.586 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Maret 2026, 15:00 WIB
09 Maret 2026, 17:00 WIB
09 Maret 2026, 11:26 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
05 Maret 2026, 12:00 WIB
Terkini
10 Maret 2026, 22:10 WIB
BYD masih menjadi merek mobil Cina terlaris di Indonesia pada periode Februari 2026 disusul Jaecoo dan Wuling
10 Maret 2026, 17:00 WIB
Daihatsu memamerkan kelengkapan fasilitas mereka termasuk Part Center yang betujuan untuk menyediakan suku cadang di Indonesia
10 Maret 2026, 15:00 WIB
Aito M9 menjadi salah satu kandidat kuat mobil baru DFSK yang segera dipasarkan di semester kedua tahun ini
10 Maret 2026, 11:00 WIB
Toyota merajai 10 merek mobil terlaris pada Februari 2026, mereka berhasil mencatatkan retail 44.878 unit
10 Maret 2026, 07:11 WIB
Satu unit mobil diyakini kuat merupakan BYD M6 Hybrid, dibalut kamuflase di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 10 Maret 2026 terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di Ibu Kota
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan pengendara, kepolisian mengoperasikan SIM keliling Bandung dari dua tempat berbeda hari ini
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Lima titik lokasi SIM keliling Jakarta bisa jadi alternatif bagi Anda yang ingin melakukan perpanjangan SIM