Sudah Terdaftar, Suzuki Tanggapi Kehadiran e Sky di RI
25 September 2026, 17:23 WIB
BYD jawab kebutuhan pelanggan yang membutuhkan pengisian daya super cepat saat melakukan perjalanan jarak jauh
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – BYD sadar bahwa salah satu tantangan dalam mengembangkan pasar mobil listrik adalah lamanya waktu pengisian daya. Oleh sebab itu, mereka terus melakukan pengembangan guna menjawab tantangan tersebut.
Pabrikan asal Cina itu beberapa waktu lalu meluncurkan jaringan pengisian daya yang diberi nama Super e-Platform. Dengan teknologi ini, pengisian daya bisa mencapai 1.000 kilowatt sehingga baterai mobil dapat terisi lebih cepat.
Kecepatan tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan Supercharger Tesla yang hanya menawarkan daya hingga 500 kW. Fasilitas milik BYD ini pun menjadi daya tarik tersendiri karena dalam waktu lima menit, mobil dapat kembali digunakan hingga menempuh jarak 400 km.
Teknologi pengisian daya ini menjadi kunci untuk meningkatkan adopsi mobil listrik. Pasalnya, teknologi tersebut dinilai mampu mengatasi kekhawatiran pengemudi EV saat ingin mengisi daya kendaraan dalam waktu singkat.
“Untuk mengatasi kekhawatiran pengguna, kami telah menjawabnya dengan membuat pengisian daya EV sesingkat waktu pembelian bahan bakar kendaraan bensin,” ungkap Wang Chuanfu, CEO BYD dilansir Reuters beberapa waktu lalu.
Namun, pengisian daya ini belum bisa digunakan untuk seluruh model BYD. Hanya beberapa model seperti Han L dan Tang L yang dapat memanfaatkannya.
BYD juga mengungkapkan kesiapan mereka untuk membangun sedikitnya 4.000 fasilitas pengisian daya ultra cepat di seluruh Cina. Sayangnya, BYD tidak menyampaikan berapa besar investasi yang mereka keluarkan untuk menghadirkannya. Namun, angkanya diperkirakan cukup besar mengingat sebagian besar pemilik kendaraan BYD di Cina masih bergantung pada fasilitas yang disediakan oleh pihak ketiga.
Sementara itu, di Indonesia, BYD cukup gencar menyediakan fasilitas pengisian daya. Pada masing-masing diler telah disediakan fasilitas tersebut sehingga pelanggan dapat memanfaatkannya dengan baik.
Fasilitas ini semakin terasa penting mengingat jumlah mobil listrik yang mereka jual di Tanah Air mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan data Gaikindo, pada Januari hingga November 2025, penjualan ritel BYD telah mencapai 39.389 unit.
Jumlah tersebut naik 237,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatatkan 11.654 unit. Dengan pencapaian tersebut, BYD menjadi pabrikan mobil terbesar keenam di Indonesia dengan menguasai 5,3 persen dari total penjualan kendaraan nasional.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
14 September 2026, 18:01 WIB
10 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
27 September 2026, 09:55 WIB
Fasilitas uji kelaikan kendaraan BPLJSKB Bekasi telah dikembangkan untuk berbagai jenis uji keselamatan mobil
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa