Permintaan Mobil Listrik Diprediksi Meningkat Dampak Perang Iran
26 Maret 2026, 20:07 WIB
BYD jawab kebutuhan pelanggan yang membutuhkan pengisian daya super cepat saat melakukan perjalanan jarak jauh
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – BYD sadar bahwa salah satu tantangan dalam mengembangkan pasar mobil listrik adalah lamanya waktu pengisian daya. Oleh sebab itu, mereka terus melakukan pengembangan guna menjawab tantangan tersebut.
Pabrikan asal Cina itu beberapa waktu lalu meluncurkan jaringan pengisian daya yang diberi nama Super e-Platform. Dengan teknologi ini, pengisian daya bisa mencapai 1.000 kilowatt sehingga baterai mobil dapat terisi lebih cepat.
Kecepatan tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan Supercharger Tesla yang hanya menawarkan daya hingga 500 kW. Fasilitas milik BYD ini pun menjadi daya tarik tersendiri karena dalam waktu lima menit, mobil dapat kembali digunakan hingga menempuh jarak 400 km.
Teknologi pengisian daya ini menjadi kunci untuk meningkatkan adopsi mobil listrik. Pasalnya, teknologi tersebut dinilai mampu mengatasi kekhawatiran pengemudi EV saat ingin mengisi daya kendaraan dalam waktu singkat.
“Untuk mengatasi kekhawatiran pengguna, kami telah menjawabnya dengan membuat pengisian daya EV sesingkat waktu pembelian bahan bakar kendaraan bensin,” ungkap Wang Chuanfu, CEO BYD dilansir Reuters beberapa waktu lalu.
Namun, pengisian daya ini belum bisa digunakan untuk seluruh model BYD. Hanya beberapa model seperti Han L dan Tang L yang dapat memanfaatkannya.
BYD juga mengungkapkan kesiapan mereka untuk membangun sedikitnya 4.000 fasilitas pengisian daya ultra cepat di seluruh Cina. Sayangnya, BYD tidak menyampaikan berapa besar investasi yang mereka keluarkan untuk menghadirkannya. Namun, angkanya diperkirakan cukup besar mengingat sebagian besar pemilik kendaraan BYD di Cina masih bergantung pada fasilitas yang disediakan oleh pihak ketiga.
Sementara itu, di Indonesia, BYD cukup gencar menyediakan fasilitas pengisian daya. Pada masing-masing diler telah disediakan fasilitas tersebut sehingga pelanggan dapat memanfaatkannya dengan baik.
Fasilitas ini semakin terasa penting mengingat jumlah mobil listrik yang mereka jual di Tanah Air mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan data Gaikindo, pada Januari hingga November 2025, penjualan ritel BYD telah mencapai 39.389 unit.
Jumlah tersebut naik 237,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatatkan 11.654 unit. Dengan pencapaian tersebut, BYD menjadi pabrikan mobil terbesar keenam di Indonesia dengan menguasai 5,3 persen dari total penjualan kendaraan nasional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Maret 2026, 20:07 WIB
26 Maret 2026, 13:00 WIB
16 Maret 2026, 11:00 WIB
16 Maret 2026, 09:00 WIB
13 Maret 2026, 22:42 WIB
Terkini
28 Maret 2026, 11:00 WIB
Penjualan mobil di RI menorehkan capaian positif, tetapi masih banyak tantangan perlu dihadapi tahun ini
28 Maret 2026, 07:33 WIB
Pada akhir Maret 2026 beberapa harga motor bebek cukup stabil, hanya TVS yang melakukan penyesuaian banderol
27 Maret 2026, 20:00 WIB
Nio Firefly akan mengisi kelas yang sama dengan salah satu calon mobil listrik baru di RI, Honda Super One
27 Maret 2026, 17:53 WIB
Marc Marquez memiliki peluang besar dan modal penting dalam menjalani MotoGP Amerika 2026 di akhir pekan
27 Maret 2026, 15:00 WIB
2,3 juta kendaraan diklaim sudah kembali ke Ibu Kota dan jumlahnya akan terus meningkat jelang akhir pekan
27 Maret 2026, 11:00 WIB
One way lokal di tol Trans Jawa mulai dilaksanakan guna kurangi kemacetan lalu lintas yang terjadi sejak pagi
27 Maret 2026, 09:00 WIB
Permintaan fleet untuk kendaraan niaga jadi salah satu faktor pendorong penjualan mobil di Februari 2026
27 Maret 2026, 07:31 WIB
Salah satu yang dilakukan Veda Ega Pratama adalah dengan bermain game MotoGP demi mengenali karakteristik COTA