Penjualan Mobil Januari 2026 Torehkan Hasil Positif
10 Februari 2026, 08:00 WIB
BYD jawab kebutuhan pelanggan yang membutuhkan pengisian daya super cepat saat melakukan perjalanan jarak jauh
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – BYD sadar bahwa salah satu tantangan dalam mengembangkan pasar mobil listrik adalah lamanya waktu pengisian daya. Oleh sebab itu, mereka terus melakukan pengembangan guna menjawab tantangan tersebut.
Pabrikan asal Cina itu beberapa waktu lalu meluncurkan jaringan pengisian daya yang diberi nama Super e-Platform. Dengan teknologi ini, pengisian daya bisa mencapai 1.000 kilowatt sehingga baterai mobil dapat terisi lebih cepat.
Kecepatan tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan Supercharger Tesla yang hanya menawarkan daya hingga 500 kW. Fasilitas milik BYD ini pun menjadi daya tarik tersendiri karena dalam waktu lima menit, mobil dapat kembali digunakan hingga menempuh jarak 400 km.
Teknologi pengisian daya ini menjadi kunci untuk meningkatkan adopsi mobil listrik. Pasalnya, teknologi tersebut dinilai mampu mengatasi kekhawatiran pengemudi EV saat ingin mengisi daya kendaraan dalam waktu singkat.
“Untuk mengatasi kekhawatiran pengguna, kami telah menjawabnya dengan membuat pengisian daya EV sesingkat waktu pembelian bahan bakar kendaraan bensin,” ungkap Wang Chuanfu, CEO BYD dilansir Reuters beberapa waktu lalu.
Namun, pengisian daya ini belum bisa digunakan untuk seluruh model BYD. Hanya beberapa model seperti Han L dan Tang L yang dapat memanfaatkannya.
BYD juga mengungkapkan kesiapan mereka untuk membangun sedikitnya 4.000 fasilitas pengisian daya ultra cepat di seluruh Cina. Sayangnya, BYD tidak menyampaikan berapa besar investasi yang mereka keluarkan untuk menghadirkannya. Namun, angkanya diperkirakan cukup besar mengingat sebagian besar pemilik kendaraan BYD di Cina masih bergantung pada fasilitas yang disediakan oleh pihak ketiga.
Sementara itu, di Indonesia, BYD cukup gencar menyediakan fasilitas pengisian daya. Pada masing-masing diler telah disediakan fasilitas tersebut sehingga pelanggan dapat memanfaatkannya dengan baik.
Fasilitas ini semakin terasa penting mengingat jumlah mobil listrik yang mereka jual di Tanah Air mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan data Gaikindo, pada Januari hingga November 2025, penjualan ritel BYD telah mencapai 39.389 unit.
Jumlah tersebut naik 237,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatatkan 11.654 unit. Dengan pencapaian tersebut, BYD menjadi pabrikan mobil terbesar keenam di Indonesia dengan menguasai 5,3 persen dari total penjualan kendaraan nasional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Februari 2026, 08:00 WIB
07 Februari 2026, 10:00 WIB
06 Februari 2026, 08:14 WIB
05 Februari 2026, 11:16 WIB
04 Februari 2026, 15:00 WIB
Terkini
10 Februari 2026, 14:00 WIB
Ipone meluncurkan empat pelumas baru dalam ajang IIMS 2026 demi menjawab kebutuhan para pengendara motor
10 Februari 2026, 13:00 WIB
Wuling Air ev berhasil memikat para konsumen di Indonesia berkat sejumlah keunggulan yang dibenamkan
10 Februari 2026, 12:00 WIB
Vinfast pastikan meluncurkan motor listrik di awal semester kedua 2026 guna memperkuat posisinya di Tanah Air
10 Februari 2026, 11:00 WIB
Penjualan Mazda 2 resmi dihentikan karena perusahaan kini sepenuhnya fokus jual mobil SUV di Indonesia
10 Februari 2026, 10:00 WIB
Pengiriman Lepas L8 dilakukan mulai April 2026, manufaktur masih terus tampung pemesanan baru dari konsumen
10 Februari 2026, 09:00 WIB
Bridgestone Indonesia meluncurkan dua ukuran anyar untuk menjawab kebutuhan para pengguna mobil harian
10 Februari 2026, 08:00 WIB
Penjualan mobil catatkan hasil positif di Januari 2026, alami kenaikan dari periode yang sama tahun lalu
10 Februari 2026, 07:00 WIB
Menurut laman resmi AISI, ada 577.763 motor baru yang terdistribusikan dari pabrik ke diler pada bulan lalu