Mazda Bakal Bawa Masuk Mobil Hybrid dan Listrik Terbaru

Mazda Indonesia mengkonformasi bahwa mereka siap menghadirkan dua model elektrifikasi ke Tanah Air segera

Mazda Bakal Bawa Masuk Mobil Hybrid dan Listrik Terbaru

KatadataOTO – Mazda Indonesia mengkonfirmasi bahwa mereka siap memasarkan mobil hybrid dan listrik terbaru. Teknologi pertama disebut akan lebih dulu meluncur di Tanah Air.

Sekadar mengingatkan bahwa Mazda Indonesia baru memiliki satu model elektrifikasi. CX-60 merupakan flagship merek asal Jepang tersebut dan menggendong dua sumber daya alias hybrid.

Untuk memberikan pilihan lebih banyak kepada konsumen setianya, mereka sudah siap meluncurkan model hybrid anyar. Bukan tidak mungkin mereka akan memanfaatkan ajang pameran di akhir tahun seperti GJAW 2024.

“Ada (mobil hybrid baru) nanti sebentar lagi pokoknya very soon,” kata Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) di sela-sela acara Mazda Power Drive 2024 (11/09).

Mazda Indonesia
Photo : Istimewa

Lebih jauh ia mengatakan jika kendaraan terbaru yang diboyong ke Indonesia berbeda dari sebelumnya. Mazda CX-60 mengusung mesin 3.3 L enam silinder dan didukung teknologi Mild Hybrid.

Sedangkan produk yang akan datang diyakini merupakan hybrid utuh. Sehingga diharapkan bisa lebih diterima oleh masyarakat.

“Produk baru nantinya Full Hybrid. Dan gampang dicari tinggal Google karena ini adalah produk global,” tutur Ricky kemudian.

Jika mengacu pada laman Mazda Jepang, mereka tengah mempersiapkan CX-80 hybrid. Unit tersebut mengadopsi teknologi PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).

Melihat teknologi dan penggunaan basisnya yakni CX-80, bisa dipastikan banderol yang ditawarkan lebih mahal daripada CX-60.

Sedangkan jika merujuk Mazda Amerika Serikat, unit yang cukup menarik adalah Mazda CX-50 Hybrid. Angka nol di belakang menunjukkan bahwa dimensi mobil lebih besar daripada Mazda CX-5.

Mobil Listrik Mazda Masuk Indonesia

Lalu bicara peluang mobil listrik Mazda masuk ke Tanah Air juga cukup tinggi. EMI mengklaim sudah siap jika harus memasarkan EV (Electric Vehicle) di Indonesia.

Alasan Mazda Tak Jualan Mobil Listrik, Ogah ikut Tren
Photo : Mazda

“Mobil listrik lagi kita persiapkan dan Hopefully akhir tahun udah bis akita bawa. Mobilnya sudah kita pajang tahun lalu,” jelas Ricky.

Mobil listrik Mazda diketahui baru satu model yakni MX-30. EV ini pernah dipamerkan pada ajang GIIAS 2023.

Sayang hingga satu tahun berlalu kendaraan tersebut belum juga dijual di Indonesia.

“Sekarang ini lagi berproses untuk di Hiroshima-nya sih. Jadi bukan ditahan di kita (EMI),” ungkap Ricky.


Terkini

mobil
Mobil Cina

Penjualan Mobil Cina Diproyeksikan Lampaui Jepang Tahun Ini

Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit

otosport
Francesco Bagnaia

Saran untuk Francesco Bagnaia Agar Kompetitif Lagi di MotoGP 2026

Francesco Bagnaia diminta untuk bisa kembali berjuang di barisan terdepan ketika mengarungi MotoGP 2026

mobil
VinFast

VinFast Komitmen Produksi Lokal Model-Model EV Tersubsidi

VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan

modifikasi
Yamaha Xmax

Modifikasi Yamaha Xmax Hedon, Biayanya Senilai Dua Innova Zenix

Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru

motor
Motor listrik

Pasar Motor Listrik 2025 Anjlok, Subsidi Jadi Biang Kerok

Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen

mobil
Baterai lithium

Permintaan Baterai Lithium Mobil Listrik Bakal Merosot di 2026

Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun

mobil
Mobil yang Disuntik Mati

4 Mobil yang Disuntik Mati di Indonesia Tahun Ini, Ada Baleno

Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya

mobil
Insentif Otomotif

Insentif Otomotif Disarankan Fokus Pada Mobil Dengan TKDN Tinggi

Insentif otomotif sebaiknya menyasar pada pertumbuhan industri komponen di dalam negeri agar seimbang